@nay__93_: #humor #pourtoii #fyp #😂😂

nay__93🇬🇳🇬🇼
nay__93🇬🇳🇬🇼
Open In TikTok:
Region: FR
Monday 04 May 2026 05:25:14 GMT
800182
29757
495
1550

Music

Download

Comments

yankhobadiallo699
Y Di@llo🥋 :
reçu et tanpon 😂
2026-05-04 18:38:43
174
sykpatcha
Sylvain Kpatcha :
Certificat de fin de relation (CFR)
2026-05-10 09:00:08
36
f.dewis
øf dewis :
Mbappé doit quitter real
2026-06-07 17:03:25
0
mikepromisse.kamb
Mikepromisse Kambire :
donne reçu la pour confirmer 😂😂😂😂😂
2026-05-04 17:30:44
79
closur.chambre
closur chambre851 :
non vous trouvez où ce genre d'idée eeeeh seigneur 😂😂😂😂😂
2026-05-04 19:36:48
15
sidjoubalassibadinko
lassi sacko :
oui je veux le certificat même avec les témoins du 2 parties 😅😅😅
2026-05-04 12:44:01
14
vieuxamside
Vieux AMSIDE :
non attestation de bonne fin
2026-05-09 13:46:48
10
edilova228
Edi lova :
c'est glacé 😂🤣🤣🤣🤣
2026-05-21 20:33:58
0
kimora793
Sarah deux points zéro 😚😍 :
C’est glace😭😭😭😂😂
2026-05-23 01:27:53
1
hermann...ci
Hermann...(@)%ci :
Attend c'est arrivé là bas quoi🤣🤣🤣
2026-05-04 17:49:16
16
lionel.julien
Lionel julien :
moi je veux l'attestation de quittabilitéee😂😂😂
2026-05-04 20:35:31
7
ammamohamed921
Amma🦋✨ :
Avec photocopie à l’appui 🤣🤣🤣🤣🥲
2026-05-08 19:57:27
3
user5512183488242
marie Fortune :
kkkk certificat de rupture🤣🤣😂
2026-05-12 13:13:56
3
user429269027
Adama :
reçu avec assurance aussi on sait jamais
2026-05-21 16:58:00
2
djirebanou
Djiré :
for
2026-05-08 20:18:46
1
julson.mulekya
Julson Mulekya 🇰🇪🇺🇬🇨🇩 :
Mbappé doit quitter le Real Madrid
2026-05-19 06:33:51
0
user43600288299164
Fousby Sanfo 🇧🇫 :
c'est glacé 🤣🤣
2026-05-09 20:54:13
1
inter_rob
INTER ROB :
NON C'EST ATTESTATION
2026-05-04 23:44:17
3
2ds.5
2DS :
quel reçu, reçu de déception 😂😂
2026-05-18 16:50:03
2
user3852692881350
Mill-€roo :
oui 😂😂
2026-05-09 09:15:59
1
hermannkodiabenie
HERMANN KODIA BENIE :
wai c est dosé
2026-05-08 21:08:06
0
pscaline.2
noir comme du chocolat🍫🍫 :
sérieux 😂😂
2026-05-04 11:09:45
3
To see more videos from user @nay__93_, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About