🗽⃢⃢🗿 :
Bayangkan kak, kena musibah malah di caci maki di sepelekan padahal yang namanya musibah tidak ada yang tahu, yaa kalau aku tahu aku akan menghindarinya, soo hikmah yang bisa aku ambil adalah bersiaplah "menghadapi kesakitan saat kamu terlalu baik kepada seseorang"
eh pernah gak sih temen-temen mengalami saat kumpul bareng temen di sepelekan?.. nih contoh nyata dari aku: aku lagi kumpul 4 orang, 1 temen ngajak 2 teman lainnya tebak siapa 1 temen yang tidak beruntung itu yahh tebakan kalian benar sayaa.
Habis kecelakaan murni kesalahanku tapi juga ada faktor lain malah semua di lempar ke aku saksi mata aja netral malah yang gak tahu hanya menilai dari luar malah pro ke pihak lain, yaaa bagaimana lagi namanya manusia lagi di atas hehe pasti begitu, lagipula sedikit orang yang bisa menghargai orang rendahan+miskin seperti saya. Kenapa ya sifatku seperti ini mudah merasa tersakiti, padahal dari SD saja sudah sering di bully. Yang aku heran kenapa orang kalau bicara tidak memikirkan kondisi mental lawan bicara, aku ulangi aku memang terlahir dari keluarga yang kurang mampu PKH dapet bansos dapet ya itu adalah bantuan yang sangat berarti bagi saya sebelum dapet itu(belum waktunya) kami sekeluarga harus bertahan dan berusaha mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan, tidak seperti anak lain yang meminta uang orang tuanya langsung di kasih, minta motor di kasih, minta apapun di kasih, kalau aku Nunda dulu nunggu punya uang.
Makan pakai haram? nasi doang? gada nasi? rumah anyaman bambu? rumah kayu? lantai tanah? tv gada? semua itu pernah aku alami. Aku sekarang kelas X setiap hari memikirkan: nanti setelah lulus ngapain ya?..kerja.. apa bantu orang tua?...aku kadang mikir apa masuk lpk aja ya hmm tapi kesulitan dalam biaya. terus aku sedikit curhat dengan bapakku malah di suruh tenang, memang seorang ayah itu gak mau anaknya merasa sulit, walaupun seorang ayah tersebut sedang merasa kesulitan.
2026-05-22 12:43:43