@_tony.qla:

tony
tony
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 04 May 2026 17:20:29 GMT
25271
1280
15
313

Music

Download

Comments

chiiucuti_w
Chi Le :
hài hước nhỉ 🥰
2026-05-04 17:45:23
0
voieu1102
người tồi trong tính :
hộ e vd voi
2026-06-01 04:06:19
0
baohmoiquenaday
miss cáu bẩn :
ok rồi
2026-05-04 17:22:20
0
lailachaodday
kịt kin :
e co doi đầu tien ne
2026-05-23 09:30:34
0
leleengle
Cậu ấm họ Đỗ :
Cố lên sắp ngầu r
2026-05-04 17:50:33
1
tranthaoyennn
kiss :
đôi dep hồng cute quss ạ
2026-05-04 17:44:46
0
_dw.tuzzz
Cậu ấm họ Dương :
th tuất trung cộng
2026-05-04 23:56:42
0
alovetictoc
cấm chat :
b học tiếng trung hsk 3 hả
2026-06-05 12:07:11
0
To see more videos from user @_tony.qla, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Lots of love buat para Sobat Stoik yang radarnya selalu menyala, memantau tidak hanya IHSG tetapi juga gejolak triliunan Rupiah di pasar surat utang! Sementara ritel meratapi porto saham mereka yang memerah, Smart Money sedang mengeksekusi pergerakan masif di pasar obligasi merespons hancurnya Rupiah ke level Rp18.129/US$. Berdasarkan update layar trading pagi ini, tekanan jual telah memaksa Yield SUN tenor acuan 10 Tahun menjebol batas psikologis dan bertengger di angka 7,142%. Tenor 5 Tahun bahkan meledak lebih brutal ke 7,336%. Di balik angka-angka ini, terjadi anomali Kurva Inversi (Inverted Yield Curve), di mana tenor 1 Tahun (7,218%) meminta imbal hasil lebih tinggi daripada tenor panjang 30 Tahun (7,097%). Mengacu pada analisis makro dari Bloomberg Technoz, cacatnya kurva ini bukanlah kebetulan. Ini adalah distorsi akibat intervensi otoritas yang terlalu berlebihan. Demi menjaga Rupiah dan memastikan biaya utang APBN tetap rendah, otoritas menahan yield secara artifisial. Namun, melihat defisit fiskal (TTM) kita yang sudah membengkak ke 3,48%, pasar global kehilangan kepercayaan. Mereka menolak
Lots of love buat para Sobat Stoik yang radarnya selalu menyala, memantau tidak hanya IHSG tetapi juga gejolak triliunan Rupiah di pasar surat utang! Sementara ritel meratapi porto saham mereka yang memerah, Smart Money sedang mengeksekusi pergerakan masif di pasar obligasi merespons hancurnya Rupiah ke level Rp18.129/US$. Berdasarkan update layar trading pagi ini, tekanan jual telah memaksa Yield SUN tenor acuan 10 Tahun menjebol batas psikologis dan bertengger di angka 7,142%. Tenor 5 Tahun bahkan meledak lebih brutal ke 7,336%. Di balik angka-angka ini, terjadi anomali Kurva Inversi (Inverted Yield Curve), di mana tenor 1 Tahun (7,218%) meminta imbal hasil lebih tinggi daripada tenor panjang 30 Tahun (7,097%). Mengacu pada analisis makro dari Bloomberg Technoz, cacatnya kurva ini bukanlah kebetulan. Ini adalah distorsi akibat intervensi otoritas yang terlalu berlebihan. Demi menjaga Rupiah dan memastikan biaya utang APBN tetap rendah, otoritas menahan yield secara artifisial. Namun, melihat defisit fiskal (TTM) kita yang sudah membengkak ke 3,48%, pasar global kehilangan kepercayaan. Mereka menolak "harga buatan" tersebut dan meresponsnya dengan aksi jual masif. Diperparah lagi dengan data eksternal: tangguhnya tenaga kerja AS membuat The Fed tak punya alasan memangkas suku bunga. Alhasil, selisih imbal hasil (yield spread) antara SUN 10 Tahun dan US Treasury menjadi tidak masuk akal (sempat tertekan di 234 bps). Kenaikan yield SUN melampaui 7,14% hari ini sejatinya adalah proses "koreksi fundamental". Asing meminta bayaran premium risiko yang lebih mahal, atau mereka akan membawa uangnya kembali ke pangkuan Paman Sam. Biar lo punya radar makroekonomi yang tajam untuk memahami bond lebih dalam, bedah anatomi analisisnya di PPT BEDAH BOND (OBLIGASI). Langsung saja KLIK LINK DI BIO gue sekarang buat download materinya! Edukasi diri lo, amankan sisa kekayaan lo! Source : Bloomberg Technoz & Investing.com #YieldSUN #Obligasi #KurvaInversi #RupiahMelemah #Fyp

About