@mr.yhx: 🦊🐴 #dingchengxin #majiaqi #qixin #tnt时代少年团 #tnt_thời_đại_thiếu_niên_đoàn

TNT.YanHaoXiang
TNT.YanHaoXiang
Open In TikTok:
Region: TH
Tuesday 05 May 2026 14:51:24 GMT
54443
8475
46
432

Music

Download

Comments

user8800488176321
邱 :
棋鑫99
2026-05-09 12:25:13
21
user5020503616125
Y. :
祺鑫99🥰
2026-05-08 09:03:39
4
ngoc_ume_tnt
💞𝒩𝑔𝑜̣𝒸 (っ◔◡◔)っ𝕋𝕟𝕋 :
2 lần nhuộm tóc vì skđ với bạn nhỏ của ảnh
2026-05-06 04:34:09
55
___zzy.0416
初鈺源心ྀི :
情侶髮色😋💖
2026-05-07 11:42:46
22
mffu_eo_maa7_20021212
向全世界安利猫捡球 :
Ma Jiaqi voice is awesome..!! no wonder people said he is the ace ahhh😳😳Ding is so cute💕
2026-05-08 05:50:15
7
albee9551
꒰ঌ小̶柒̶大̶王̶໒꒱ :
祺鑫99,祝小炸們天天開心,平平安安
2026-05-24 07:25:14
2
lucys1230
kitty :
褀𨫎太甜了🥰🥰🥰
2026-05-19 18:53:21
2
tnt_dcx2402
Azyn :
cái dù nó nghiêng hẳn vè phía Đinh ca lun á
2026-05-06 12:43:04
14
chaiteng0820
采莛 🦋 :
祺鑫99
2026-06-19 04:45:15
0
_linh.908
gl. :
MJQ t nhìn ra WY ae oi😭
2026-05-11 04:28:42
1
3599_zzysyx
𝓩𝓩𝓨 ⸝⸝ :
1299💛💜
2026-05-10 03:38:04
0
cienhuang0
半糖梦境 :
祺鑫99
2026-05-07 10:39:20
17
judy111122
Jue jue :
2026-05-14 08:39:57
3
almond._.617
𝕔𝕔𝕩 :
祺鑫99
2026-05-07 13:55:09
4
user67133786377625
魚 ⍤⃝ 🧋 :
祺鑫🫶
2026-05-09 08:21:51
1
o_o0325
鑫鑫OvO :
祺鑫!
2026-05-07 16:48:47
1
fanchenfcheng160600
碎念𓈒 :
祺鑫99
2026-05-08 11:11:00
1
jiujiu672
雲寶醬¹¹ :
祺鑫99
2026-05-13 03:33:08
1
sevenstar1123
☘️风落暮年🍀ヾ(。>﹏<。)ノ゙ :
祺鑫99🥰🥰
2026-06-27 10:09:12
0
cyy_3_1_7
𐙚恋鼠癖 :
祺鑫99
2026-07-11 11:56:26
0
yy02130225
🐬.*-霖霖-*.💠 :
祺鑫99
2026-06-23 10:31:02
0
user7144304183761
霜綺淋🧊命肝小佳😘 :
祺鑫99🥰🥰1299🥰🥰 兩個永遠幸福!
2026-06-21 22:43:27
0
helen.koay8484
helen Koay8484 :
好听
2026-06-08 13:11:12
0
tinaaaa277
源來是祺鑫 :
褀鑫99
2026-05-14 11:53:42
0
To see more videos from user @mr.yhx, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**
Malam itu, seorang murid duduk termenung di hadapan gurunya. Wajahnya menyimpan kegelisahan yang tak mampu disembunyikan. **Murid:** Guru, mengapa manusia begitu takut kehilangan? Kehilangan harta, jabatan, pasangan, bahkan orang-orang yang dicintainya. Seolah-olah semua itu memang miliknya. **Guru:** Karena manusia sering lupa bahwa ia datang ke dunia dengan tangan kosong, tetapi menghabiskan hidupnya seakan-akan seluruh dunia harus menjadi miliknya. **Murid:** Tetapi bukankah kita berhak memiliki sesuatu yang telah kita perjuangkan? **Guru:** Memiliki untuk dijaga, bukan untuk disembah. Mencintai untuk disyukuri, bukan untuk mengikat. Menggenggam untuk sementara, bukan untuk merasa berkuasa selamanya. Sang guru kemudian menarik napas panjang. **Guru:** Lihatlah napasmu. Kau menghirupnya tanpa membayar, tetapi sesaat kemudian harus melepaskannya. Jika udara yang begitu dekat dengan hidupmu saja tidak bisa kau miliki selamanya, mengapa kau begitu sombong menganggap manusia, harta, dan dunia sebagai kepunyaanmu? Murid itu terdiam. **Guru:** Kau menangis ketika seseorang pergi, marah ketika sesuatu diambil, dan hancur ketika keadaan tidak berjalan sesuai keinginanmu. Padahal, mungkin Allah sedang mengajarkan sesuatu yang tak pernah ingin kau pelajari: bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. **Murid:** Jadi, apakah aku tidak boleh mencintai dunia? **Guru:** Cintailah, tetapi jangan diperbudak olehnya. Rawatlah, tetapi jangan merasa memilikinya selamanya. Berusahalah, tetapi jangan lupa kepada Dia yang menentukan hasilnya. Ingatlah, kehilangan bukan selalu hukuman. Terkadang, ia adalah cara kehidupan mengingatkanmu bahwa tidak ada yang benar-benar abadi dalam genggaman manusia. Murid itu menundukkan kepala. Untuk pertama kalinya, ia memahami bahwa selama ini bukan dunia yang terlalu banyak mengambil darinya, melainkan dirinya yang terlalu ingin memiliki segalanya. **Guru:** Pada akhirnya, semua akan kau tinggalkan. Harta, jabatan, rumah, bahkan tubuh yang selama ini kau banggakan. Maka jangan habiskan seluruh hidupmu untuk mengumpulkan sesuatu yang tak bisa kau bawa pulang. Sebab yang terpenting bukan berapa banyak yang berhasil kau miliki, melainkan bagaimana hatimu di hadapan Allah ketika semua titipan dikembalikan. *“Tidak ada yang benar-benar menjadi milikmu di dunia ini, bahkan udara yang kau hirup pun harus kau hembuskan kembali.”* — Emha Ainun Nadjib **Jika ingin menyelami lebih dalam rahasia kehidupan, kefanaan dunia, dan hikmah perjalanan menuju Allah, temukan kitab-kitab tasawuf pilihan melalui Showcase di profil ini.**

About