@luisnavas8425: #negociosdigitales #networkmarketing #jovenes #motivacional #marketingdigital

LuisNavas
LuisNavas
Open In TikTok:
Region: PE
Tuesday 05 May 2026 14:51:44 GMT
5573
415
59
22

Music

Download

Comments

manuel.flores7766
Manuel Flores :
Yo
2026-06-01 04:28:11
2
r.chavez37
... :
yo puedo 🥺🥺
2026-05-25 04:27:49
1
ovidiolopez3547
Ramsés :
Yo
2026-05-29 23:55:57
1
jlg5045
JLG504 :
Yo
2026-05-27 05:22:21
0
carlos..27.05
Carlos. 27.05 :
yoo
2026-06-01 20:38:33
1
marisolcollaresos
Marisol Collares oscco :
Yo pudo
2026-05-10 01:28:56
1
jos.edits027
José Edits🥏 :
yoooo
2026-05-08 22:07:01
1
mariaroquepuma
Michi Kaulitz :) ‡«★ :
yo
2026-05-30 12:35:45
1
rosalino018
 R… :
yo
2026-05-29 19:40:01
1
jenci439
JENCY❤️👣 :
yo
2026-05-05 15:33:37
2
geancarlos2908
Geancarlos :
yo
2026-05-07 21:06:56
3
paolo.....10
frases....❤️‍🩹 :
yo
2026-05-05 23:01:15
1
jhonalvarorojas0
🐼tu oshito🐼 :
yoooo😔
2026-05-30 21:21:18
0
alexisscarbajal
"ecos del alma" :
yo
2026-05-06 14:46:29
1
juan.daniel.quint451
Juan Daniel :
yo
2026-05-09 19:44:53
1
brissguildamamani
🖤😈♪♪♥ SOLEDAD ♥♪♪😈🖤 :
YO
2026-05-05 21:27:15
1
ronaldmarketing2
Ronald /network marketing :
yo
2026-05-06 15:11:59
1
aylen.ugarte4
Aylen Ugarte :
yo
2026-05-22 17:24:27
0
martinica0321
Martinez Jose :
yo
2026-05-07 01:28:36
1
pecau4349
Sergio gonzalez :
info
2026-05-09 03:49:53
0
jhomelticllasucai
Jhosmelticllasuca⚽⚽⚽⚽ :
yoooo
2026-05-06 12:13:57
1
david.caas42
David Cañas :
Super
2026-05-07 20:27:29
0
user4216153611322
user4216153611322 :
yooo
2026-05-24 03:01:19
1
luzclaritaoerties
luz clarita ortiz espinoza :
yo
2026-05-07 02:22:53
2
bc.geovani0
Geovani Balam 🎸 ❤️🪖 :
Yooo
2026-06-04 23:23:07
0
To see more videos from user @luisnavas8425, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemerintah Indonesia mulai gerak konkret atasi tekanan kurs di tengah dolar AS yang sempat tembus Rp17.900 pada Jumat (29/5/2026). Detik Finance melaporkan pada Minggu (31/5/2026) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membuka jurus baru Kemenkeu dalam Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor: terbitkan surat utang dengan mata uang non-USD. Strategi pembiayaan ini fokus ke Samurai bonds (denominasi Yen Jepang), Dim Sum bonds (Renminbi China), dan Kangoroo bonds (Dolar Australia). Tujuannya jelas: kurangi ketergantungan RI terhadap dolar AS sekaligus dapat tingkat bunga yang lebih kompetitif. Juda Agung paparkan tiga strategi fiskal utama yang diterapkan pemerintah secara konsisten: pertama, pengendalian belanja negara (jaga BBM subsidi tidak naik, efisiensi program MBG dengan pengurangan hari Sabtu, fokus belanja produktif untuk pertumbuhan & lapangan kerja). Kedua, optimalisasi penerimaan negara lewat momentum kenaikan harga komoditas plus implementasi sistem Coretax untuk perpajakan. Ketiga, strategi pembiayaan non-USD yang udah disebutkan. Buat masyarakat & investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati dengan kritis. Pertama, strategi diversifikasi mata uang utang ini sebenarnya udah lazim dipakai negara emerging market lain (Brazil, India, Filipina). Kalau eksekusinya bagus, RI bisa kurangi exposure ke volatilitas USD. Tapi efektivitasnya tergantung volume & timing penerbitan. Kedua, performa ekonomi RI Q1 2026 menurut Kemenkeu: pertumbuhan 5,61%, inflasi terjaga 2,42%, defisit fiskal 0,64% (April), plus yield SBN terjaga. Angka ini relatif kuat di tengah tekanan global (perang Iran, inflasi AS 3,8%, BOK hawkish). Ketiga, buat investor: pantau penerbitan SBN/SBSN dalam beberapa minggu ke depan, plus saham bank besar (BMRI, BBRI, BBNI, BBCA) yang punya treasury operations. Diversifikasi portfolio pakai sebagian instrumen non-USD bisa jadi hedging natural. Pantau katalis: implementasi DSI 1 Juni, keputusan FOMC bulan depan, plus pergerakan Yen & Renminbi terhadap rupiah. sumber: TWS News  @tradewithsuli  #kontencom #kontencomxtws
Pemerintah Indonesia mulai gerak konkret atasi tekanan kurs di tengah dolar AS yang sempat tembus Rp17.900 pada Jumat (29/5/2026). Detik Finance melaporkan pada Minggu (31/5/2026) Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung membuka jurus baru Kemenkeu dalam Kuliah Umum di Institut Pertanian Bogor: terbitkan surat utang dengan mata uang non-USD. Strategi pembiayaan ini fokus ke Samurai bonds (denominasi Yen Jepang), Dim Sum bonds (Renminbi China), dan Kangoroo bonds (Dolar Australia). Tujuannya jelas: kurangi ketergantungan RI terhadap dolar AS sekaligus dapat tingkat bunga yang lebih kompetitif. Juda Agung paparkan tiga strategi fiskal utama yang diterapkan pemerintah secara konsisten: pertama, pengendalian belanja negara (jaga BBM subsidi tidak naik, efisiensi program MBG dengan pengurangan hari Sabtu, fokus belanja produktif untuk pertumbuhan & lapangan kerja). Kedua, optimalisasi penerimaan negara lewat momentum kenaikan harga komoditas plus implementasi sistem Coretax untuk perpajakan. Ketiga, strategi pembiayaan non-USD yang udah disebutkan. Buat masyarakat & investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati dengan kritis. Pertama, strategi diversifikasi mata uang utang ini sebenarnya udah lazim dipakai negara emerging market lain (Brazil, India, Filipina). Kalau eksekusinya bagus, RI bisa kurangi exposure ke volatilitas USD. Tapi efektivitasnya tergantung volume & timing penerbitan. Kedua, performa ekonomi RI Q1 2026 menurut Kemenkeu: pertumbuhan 5,61%, inflasi terjaga 2,42%, defisit fiskal 0,64% (April), plus yield SBN terjaga. Angka ini relatif kuat di tengah tekanan global (perang Iran, inflasi AS 3,8%, BOK hawkish). Ketiga, buat investor: pantau penerbitan SBN/SBSN dalam beberapa minggu ke depan, plus saham bank besar (BMRI, BBRI, BBNI, BBCA) yang punya treasury operations. Diversifikasi portfolio pakai sebagian instrumen non-USD bisa jadi hedging natural. Pantau katalis: implementasi DSI 1 Juni, keputusan FOMC bulan depan, plus pergerakan Yen & Renminbi terhadap rupiah. sumber: TWS News @tradewithsuli #kontencom #kontencomxtws

About