@infonogor1: Di perbukitan Kojai, Nagari Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, tersembunyi sebuah situs prasejarah bernama Goa Lidah Air, yang juga dikenal sebagai Lida Ajer (Bahasa Belanda). Goa ini terletak sekitar 20 kilometer dari Kota Payakumbuh, berada di lereng Bukit Sidayu pada ketinggian kurang lebih 700 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi perbukitan kapur dan hutan tropis yang lebat, mulut gua menghadap ke arah timur dan hanya dapat dicapai melalui jalur darat yang dilanjutkan dengan berjalan kaki menembus medan berbukit. Secara geografis, kawasan ini menjadi bagian dari bentang alam karst yang kaya akan rongga dan lorong alami — sebuah lingkungan yang sejak puluhan ribu tahun lalu telah menjadi tempat berlindung manusia purba. Pada akhir abad ke-19, ilmuwan Belanda Eugene Dubois menemukan fosil gigi di lokasi ini. Penelitian modern yang dipublikasikan di jurnal Nature kemudian memastikan bahwa gigi tersebut milik Homo sapiens, dengan usia sekitar 73.000–63.000 tahun. Temuan ini mengubah pemahaman dunia: manusia modern ternyata sudah mampu hidup dan beradaptasi di hutan hujan tropis Sumatra jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Mereka tidak hanya menghuni wilayah pesisir, tetapi juga menembus pedalaman hutan yang lebat dan kompleks. Selain fosil, di dalam gua ditemukan lukisan manusia purba yang menjadi bukti adanya ekspresi budaya dan simbolik. Artinya, manusia masa itu bukan sekadar bertahan hidup — mereka juga berpikir, berkreasi, dan meninggalkan jejak makna. Untuk menentukan usianya, para ilmuwan menggunakan kombinasi metode ilmiah seperti Uranium-Series Dating pada batuan gua, Electron Spin Resonance (ESR) pada email gigi, Luminescence Dating pada sedimen, serta analisis stratigrafi lapisan tanah. Gabungan teknik ini menghasilkan penanggalan yang saling menguatkan dan memberikan kepastian kronologi yang lebih akurat. Goa Lidah Air bukan sekadar rongga batu di perbukitan Sumatra. Ia adalah saksi bisu perjalanan panjang manusia modern — bukti bahwa lebih dari 70.000 tahun lalu, nenek moyang kita telah menjelajah, beradaptasi, dan membangun kehidupan di jantung hutan tropis Nusantara. #GoaLidahAir #WisataAlamSumbar #Minangkabau #infonogori #fyp
Info Nogori
Region: ID
Wednesday 06 May 2026 04:19:11 GMT
Music
Download
Comments
Anti BoncosS :
73.000-63.000 tahun😳
mereka menyaksikan danau maninjau masih berbentuk gunung api
2026-05-06 17:25:53
79
👑 :
Umur bumi menurut sains 4.45 Milyar. Sedangkan dari zaman nabi Adam diperkirakan 7000 tahun. Bisa jadi 75.000 tahun itu dihuni oleh Al Jan atau Makhluk Hinn dan Binn. Apakah 75.000 tahun itu saat dataran masih menjadi laut dan belum naik ke atas atau saat gunung api besar meletus yang membentuk danau Singkarak dan Maninjau. Wallahualam Bissawab
2026-05-08 06:26:56
17
Bungo Lado ~ 🇧🇪 :
daerah Sumbar penuh dengan sejarah dunia
belum selesai di bahas menhir sekarang sudah di temukan pula situs sejarah yang akan mengubah sejarah dunia
🇧🇪 🥰
2026-05-06 11:55:41
51
Rudby.kia :
berarti penemuan ini semakin memperkuat, klo Harau itu mmg dulunya dasar lautan.
2026-05-21 12:56:03
1
Edlitriharnova :
nan iyo2 je lah jarak nabi Nuh ka zaman kini j 8000 tahun
2026-05-06 15:14:31
3
Rhenaldy Woaaw :
kenapa tidak vidio nya diputar,agar tidak jadi cerita tapi bukti otentik ditampilkan bukan narasi yang dibangun melalui tulisan, adakah yang bisa memberikan penjelasan.
2026-05-06 12:37:59
10
Abenk :
dan kabar nyo one piece pun lokasi nyo di dakek pulau pisang pantai aia manih..
2026-05-07 02:04:11
6
TEAM INCAI_cubadak :
aku gak tau kalau ada goa purba yg aku tau banyak bekas lobang galian tambang emas seperti sumur yg kedalam belasan meter
2026-05-08 05:49:55
2
rajamuda :
crito ndak jaleh..
2026-05-06 15:41:44
0
dmx :
Lukisan purba yg di temukan itu disimpan di museum mana sekarang..?
jd penasaran spt apa lukisannya
2026-05-06 17:02:35
7
mandadak cegak lai.. :
iyo iyoan celah...🤣
2026-05-06 23:47:31
1
eij :
adam belum ada tahun segitu.😁
2026-05-08 07:56:18
1
Uda palarai :
ambo lah parnah barito tantang iko, dan menteri kebudayaan pak fadli zon sudah pernah juga mengunjungi tempat tersebut, mungkin tempat tersebut akan di jadikan situs kebudayaan.,
2026-05-11 01:10:02
1
Randoealas :
Cerita tentang sejarah itu apati ada pro dan kontra. Kalau tidak berkenan mbok ya ndak usah komen yg aneh aneh.
2026-05-08 11:25:43
5
MrD-ShopChain :
Ini menarik. Aku jadi ingar nrnhir menhir di Mahek. Ada hubungan nggak ya ??
2026-05-10 12:28:25
0
SENJOO :
boleh percaya dan boleh tidak. sumberpun belum jelas, mna tau cuma karangan fiksi
2026-05-08 12:27:46
0
Ee cu :
sblm ada Adam ...
2026-05-08 17:15:34
1
uda_ibad :
Ambo baru tau, terimakasih buat informasinyo sanak 🙏🙏
2026-05-06 12:19:30
5
Nan Tongga :
Kalau benar sejarah akan berubah
2026-05-06 10:34:57
4
Gie Andria :
woww
2026-05-06 05:15:31
2
👑UDARA^DEEN^BUDI^ISMAIL^ST♈🪙 :
Nabi Adam AS atau perbandingan nya seperti Tambo benar Brati bila gunung Marapi masih pulau kecil Dikelilingi laut,peradaban awal mungkin saja
2026-05-06 21:27:27
4
Amar :
artikel ini sebaiknya untuk arkeolog bukan untuk umum, akan terjadi kerancuan cara berfikir. dibutuhkan wawasan luas dan dalam.
2026-05-08 17:43:41
2
DAYAT :
Cantum kan referensi penelitiannya bro.. jika tidak, ini hanya bualan saja..atau bikin disclemernya biar yg baca juga paham.
2026-06-17 21:48:48
1
l.h.Datubara cikarang :
ya ampun berapa uji carbon semua peradapan resmi bubar dgn penemuan ini🙏
2026-05-06 13:56:30
0
To see more videos from user @infonogor1, please go to the Tikwm
homepage.