@ausernamekhin: 🤍#fyp #trending #like #theeravatisulegrandyangon

小心💓
小心💓
Open In TikTok:
Region: MM
Wednesday 06 May 2026 06:24:28 GMT
492100
78283
212
3425

Music

Download

Comments

ratihrsp
-R- :
akhirnya ada yang bikin video nya sendirian😭😭😭
2026-06-05 10:27:18
3610
mavio057
mimi♿️ :
I like video bbe🔥❤️
2026-07-02 10:53:23
0
keyrlylaz
keyza :
you are a great woman😍
2026-06-05 12:08:15
309
thinyuyuaung85
မပြောတက်တော့ဘူးဟေ :
ဘဝမှာကိုယ်သာ ဘုရင်မဆိုတာ အမကဒါလေးနဲ့သက်သေပြလိုက်တာ သူများတွေချစ်ရတဲ့သူနဲ့မှာjoinနိုင်တယ် လုပ်နိုင်တယ်ဆိုတဲ့ အရာကိုစွဲမှတ်နေချိန်မှာ အမက တစ်ယောက်ထဲလဲ လှပါနိုင်တယ် ဖြစ်နိုင်တယ်ဆိုတာပြလိုက်တာဘဲ အားကျတယ်အမရေ
2026-06-15 23:57:51
26
nanttharaphioo
Astrith♍ :
ဒီ trend join တဲ့ထဲမှာဒါလေးအကြိုက်ဆုံးပဲ🥰
2026-06-03 04:31:42
29
ngu.war.khaing51
💜အမွှေစိန်😜🤭 :
မိုက်တယ်မမ🤭🥰🥰
2026-06-07 09:42:12
1
phyuminei3
🏝️ 𝒫𝒽𝓎𝓊 𝑀𝒾𝓃 𝐸𝒾 🏝️♏ :
ကိုယ်တွေလဲတစ်ယောက်ထဲjoinရမှာ🥺
2026-06-05 11:21:47
11
fcxl_zy
ēxx :
Tại sao tôi không đến?
2026-06-06 11:23:26
1
tedyra89
𝐃𝐢𝐫𝐚𝐚𝐒𝐤𝐲✨ :
nggak papa kak sendiri juga kita bisa menyala😎
2026-06-06 00:57:29
22
serly.amelia50
Serly Amelia🦋 :
ini ngerekam nya gmn ya ?
2026-06-12 03:21:10
10
jayfamilyman
jyyyyjayyyyy :
selagi kita ada uang dan punya diri sendiri kenapa tidak buat sendiri? loving yourself doesn't have to wait for someone
2026-06-06 07:31:01
6
batt3785
bat378 :
saking terlalu mandiri
2026-06-05 14:55:30
5
carisarisky
Crizha🫧 :
Eehhh ☺️
2026-06-13 11:10:43
7
dheand__
Dhea Anandaaa :
plis bagus banget inspirasi abis sidangggg
2026-06-06 02:09:27
7
svrra00
𝓿𝓻✯ :
gini ajaaa
2026-06-07 09:31:09
1
mey_oll
mey_oll :
Gk cocok di aku, baru melangkah udh jatuh
2026-06-17 04:23:33
4
raviarazah
𝖎𝖒 𝖘𝖎𝖑𝖛𝖎 :
yes bisa kn buat sndiri
2026-06-07 02:38:12
1
htetwon57
A Htun🍀 :
ပန်းကဝယ်သွားရတာလား အဲ့မာငှါးတာလား ❤️
2026-06-26 16:12:31
3
To see more videos from user @ausernamekhin, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 2 | Pernikahanmu dan Sunghoon berjalan sebagaimana yang diharapkan semua orang. Dua nama besar resmi dipersatukan. Dua pewaris tunggal akhirnya berdiri di bawah satu atap yang sama. Di mata publik, kalian adalah pasangan yang nyaris sempurna. Serasi, berkelas, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian di setiap kemunculan. Tak ada yang patut dicurigai. Senyuman yang kalian tampilkan di depan kamera selalu tampak meyakinkan. Tatapan singkat, sentuhan kecil, hingga perhatian sederhana yang sengaja diperlihatkan di hadapan keluarga berhasil membuat semua orang percaya bahwa perjodohan itu berjalan jauh lebih baik dari dugaan. Padahal kenyataannya… begitu pintu rumah tertutup, semua kembali seperti semula. Sunghoon tetap menjadi Park Sunghoon—CEO muda yang lebih akrab dengan ruang rapat dibanding ruang keluarga. Sementara kamu tetap menjalani duniamu sendiri, tenggelam dalam jadwal yang tak kalah padat. ••• Suara tepuk tangan dan kilatan kamera terus memenuhi salah satu sudut ballroom hotel mewah itu. Di atas panggung, Park Sunghoon berdiri dengan balutan jas hitam yang jatuh sempurna di tubuh tegapnya. Wajahnya yang nyaris tanpa cela, pembawaan yang tenang, serta cara bicaranya yang lugas membuat setiap pasang mata sulit berpaling. Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar mantap, seolah memang terlahir untuk memimpin. Di bawah panggung, para petinggi perusahaan, keluarga konglomerat, hingga pejabat penting memenuhi deretan meja bundar dengan balutan setelan terbaik mereka. Sementara itu, kamu hanya duduk santai di kursimu sambil memutar pelan gelas champagne di tangan. Di sampingmu, Chelsea menyenggol pelan lenganmu. “Suami lo keren banget. Pantes aja semua cewek rela ngantri.” Kamu hanya terkekeh samar sebelum menyesap champagne dengan santai. “Gimana rasanya punya suami kayak Park Sunghoon?” Chelsea bertanya pelan dengan nada cukup antusias. Kamu mengangkat bahu ringan. “Just ordinary. Nothing special.” Chelsea langsung membelalakkan mata. “What?! Biasa aja kata lo?” Ia menggeleng tak habis pikir. “Coba jujur deh.” “Dia berhasil bikin lo interest gak?” tanya Chelsea penasaran. Baru kali itu kamu mengalihkan pandangan ke arah panggung. Sunghoon masih berbicara dengan tenang, sesekali mengundang tepuk tangan para tamu yang hadir. Sudut bibirmu terangkat tipis. “Belum.
POV 2 | Pernikahanmu dan Sunghoon berjalan sebagaimana yang diharapkan semua orang. Dua nama besar resmi dipersatukan. Dua pewaris tunggal akhirnya berdiri di bawah satu atap yang sama. Di mata publik, kalian adalah pasangan yang nyaris sempurna. Serasi, berkelas, dan selalu berhasil menjadi pusat perhatian di setiap kemunculan. Tak ada yang patut dicurigai. Senyuman yang kalian tampilkan di depan kamera selalu tampak meyakinkan. Tatapan singkat, sentuhan kecil, hingga perhatian sederhana yang sengaja diperlihatkan di hadapan keluarga berhasil membuat semua orang percaya bahwa perjodohan itu berjalan jauh lebih baik dari dugaan. Padahal kenyataannya… begitu pintu rumah tertutup, semua kembali seperti semula. Sunghoon tetap menjadi Park Sunghoon—CEO muda yang lebih akrab dengan ruang rapat dibanding ruang keluarga. Sementara kamu tetap menjalani duniamu sendiri, tenggelam dalam jadwal yang tak kalah padat. ••• Suara tepuk tangan dan kilatan kamera terus memenuhi salah satu sudut ballroom hotel mewah itu. Di atas panggung, Park Sunghoon berdiri dengan balutan jas hitam yang jatuh sempurna di tubuh tegapnya. Wajahnya yang nyaris tanpa cela, pembawaan yang tenang, serta cara bicaranya yang lugas membuat setiap pasang mata sulit berpaling. Setiap kalimat yang keluar dari bibirnya terdengar mantap, seolah memang terlahir untuk memimpin. Di bawah panggung, para petinggi perusahaan, keluarga konglomerat, hingga pejabat penting memenuhi deretan meja bundar dengan balutan setelan terbaik mereka. Sementara itu, kamu hanya duduk santai di kursimu sambil memutar pelan gelas champagne di tangan. Di sampingmu, Chelsea menyenggol pelan lenganmu. “Suami lo keren banget. Pantes aja semua cewek rela ngantri.” Kamu hanya terkekeh samar sebelum menyesap champagne dengan santai. “Gimana rasanya punya suami kayak Park Sunghoon?” Chelsea bertanya pelan dengan nada cukup antusias. Kamu mengangkat bahu ringan. “Just ordinary. Nothing special.” Chelsea langsung membelalakkan mata. “What?! Biasa aja kata lo?” Ia menggeleng tak habis pikir. “Coba jujur deh.” “Dia berhasil bikin lo interest gak?” tanya Chelsea penasaran. Baru kali itu kamu mengalihkan pandangan ke arah panggung. Sunghoon masih berbicara dengan tenang, sesekali mengundang tepuk tangan para tamu yang hadir. Sudut bibirmu terangkat tipis. “Belum." Kamu kembali menyesap champagne sebelum melanjutkan. “Belum cukup buat bikin gue kehilangan akal.” Entah mengapa, pandanganmu tak juga lepas dari sosok pria itu. Hingga di tengah kalimatnya, Sunghoon yang semula menatap ke arah deretan tamu perlahan menggeser pandangan, tepat berhenti padamu. Napasmu tertahan sepersekian detik, tatapan itu hanya berlangsung sesaat. Namun cukup membuatmu buru-buru mengalihkan mata ke gelas champagne di tangan. “Ekhem.” Chelsea menyenggol pelan lenganmu, sudut bibirnya sudah terangkat jahil. Kamu berdeham pelan, berusaha tetap santai sambil menggoyangkan gelas champagne mu. “Apaan sih.” ••• Acara hampir berakhir. Beberapa tamu mulai meninggalkan ballroom, sementara sebagian lainnya masih berbincang santai sebelum pulang. Kamu masih berdiri bersama Chelsea dan suaminya, ditemani beberapa kenalan lama yang sesekali melempar candaan ringan. Di tengah obrolan itu, kehadiran seseorang membuat semua orang serempak menoleh. Park Sunghoon. Senyum tipis yang hanya muncul di depan publik menghiasi wajahnya. Tanpa aba-aba, tangan besarnya bertumpu ringan di pinggangmu. Tubuhmu refleks menegang sepersekian detik. Bahkan senyum di bibirmu perlahan memudar, berganti kebingungan. “My wife.” Suara baritonnya yang rendah, menyusup pelan ditelingamu. Panggilan itu. Panggilan yang nyaris tak pernah keluar dari mulutnya. Malam itu, seorang Park Sunghoon melontarkan panggilan itu untukmu—dihadapan semua orang. Tatapannya beralih singkat pada Chelsea dan yang lainnya. “Maaf mengganggu. Kami harus pulang.” Barulah ia menoleh padamu. “Ayo, sayang.” ( +🗨️ ) #pov #sunghoon #sunghoonenhypen #sunghoonedit #fyp

About