@marianbarawe:

Marianbarawe
Marianbarawe
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 06 May 2026 23:06:28 GMT
16567
919
86
96

Music

Download

Comments

ishayerrow20244
ishayerrow20244 :
2026-05-07 01:56:45
2
aaliyahh.1q
aaliyahh.1q :
wow so beautiful🥰🥰😍
2026-05-10 19:17:10
0
rowla.aden
rowla Aden :
2026-05-07 10:44:42
1
cabdiraxmaancapaasaxmed
cabdiRaxmaan cabaas Axmed :
2026-05-08 09:20:20
1
daadeey.jiihaye5
Daadey.jihaye :
2026-05-07 05:17:40
1
cabdalebuaale
Cabdalle Adan :
m,a
2026-05-08 04:29:42
1
hussin1116
HUSSAIN YAHYA :
2026-05-09 18:31:05
0
cabdirahmaanyusuf
manoow :
2026-05-15 11:15:15
0
dajiye.caamir
Dajiye Caamir :
Nice
2026-05-07 11:43:59
2
daadeey.jiihaye5
Daadey.jihaye :
2026-05-07 05:17:34
1
cabdiraxmaancapaasaxmed
cabdiRaxmaan cabaas Axmed :
2026-05-08 09:20:37
1
daadeey.jiihaye5
Daadey.jihaye :
2026-05-07 05:17:56
1
daadeey.jiihaye5
Daadey.jihaye :
2026-05-07 05:17:53
1
abukar.hassan45
Abukar Hassan :
asc🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2026-05-08 17:38:40
0
calicismanmohamed
calicismanmohamed :
🥰 mshaa allh Allh ha idiin xifdiyo
2026-05-14 07:32:36
0
cismaan.abiikar8
Cismaan abiikar :
jh
2026-05-21 13:41:32
0
aadanyuusuf3
Aadan Yuusuf :
2026-05-09 05:04:19
0
mobata.yare
Jalal yare ☠️✅🇮🇷 :
They are so beautiful 🥰🥰🥰🥰😳🥺
2026-05-08 11:38:13
0
To see more videos from user @marianbarawe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About