@fabiokqz: HUAWEI hat mich herausgefordert 10% Akku der FIT 5 PRO verbrauche - hält die Uhr was sie verspricht? 🔋 @Huawei Deutschland | Anzeige

fabiokqz
fabiokqz
Open In TikTok:
Region: DE
Thursday 07 May 2026 15:41:26 GMT
9959501
5740
35
186

Music

Download

Comments

snowbord_nik
Nik! :
Das hat alles mit papaplatte angefangen btw😭
2026-05-13 12:09:48
144
simonzamo
Simon Zamo :
Der trainiert ja wirklich
2026-05-07 15:46:41
177
4lauris
Lauris :
9 tage ist ja insane
2026-05-07 16:16:44
5
markustheg1
MarkusTheG :
Bro hört sich 1 zu 1 wie trymacs an
2026-05-13 14:50:36
1
e46lisa
elisa :
Kakuzett als Werbung in 2026
2026-06-01 19:40:07
0
leleonora14
Supernova :
hi
2026-05-30 22:43:09
0
bisalost
Penalty :
Gib mal nen Formcheck!
2026-05-07 20:24:11
2
simonmachtfaxn
simonmachtfaxn :
der akku is kraaass😮‍💨
2026-05-07 15:46:26
4
vincent.dreker
Vincent Dreker :
komplett geil das ding
2026-05-07 15:44:38
2
mazreku_0427
Mazreku_0427🇦🇱🇽🇰 :
Das bei neustadt wohn daneben
2026-05-16 18:13:53
0
th3kattsosad
th3KattsoSAD :
Ага поняла
2026-05-20 18:41:27
0
barca_fan309
Omar_R11A :
ist das in Grevenbroich
2026-05-29 19:08:31
0
itz.kaan
Kaan :
Rede mal
2026-05-07 15:44:56
2
1789r0
Robin :
Wird mir bisschen zu privat
2026-05-18 14:30:29
0
cctroxy
👾Troxy👾 :
arda saatic hat es geschafft
2026-05-10 21:46:25
0
fitthobi
FitThobi :
Du machst das Junge! Wann sehe ich dich mal wieder im Gym ?🙂‍↔️
2026-05-12 17:49:36
0
ilian0811
Ilian :
Hi
2026-06-05 06:39:12
0
leonrichardt0
Leon :
Hi
2026-05-16 14:22:11
0
rtlg.69
𝐮𝐬𝐱𝐫'🧟‍♀️ :
was ich von mein vergammeltes iPhone 12 erwarte:
2026-05-30 12:38:00
0
To see more videos from user @fabiokqz, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. Sumber: TWS News @tradewithsuli #kontencom #kontencomxtws #rupiah
Tekanan ke rupiah belum usai dan justru makin parah di awal Juni 2026. Bloomberg Technoz lewat Tim Riset melaporkan pada Selasa (3/6/2026) bahwa nilai tukar rupiah membuka sesi perdagangan pasar spot pagi ini dengan pelemahan 0,18% di posisi Rp17.870/USD. Tak berselang lama, rupiah kembali menyusut 0,26% ke Rp17.887/USD. Sebelumnya, Bloomberg Technoz juga laporkan bahwa beberapa bank di RI sudah mulai menjual rupiah di atas Rp18.000/USD, sinyal kuat bahwa tekanan menuju level psikologis Rp18.000 makin nyata. Pemicu utamanya datang dari sisi eksternal: indeks dolar AS (DXY) bertahan di level tinggi 99,25 (sedikit berubah 0,04%), plus harga minyak Brent yang kembali menguat 0,76% ke posisi US$96,73 per barel pada 09:05 WIB. Kenaikan harga minyak mentah membuat sebagian mata uang Asia melemah, dengan rupiah menempati posisi terdepan dalam pelemahan, disusul Malaysia, Yuan offshore, Yuan China, dan Peso Filipina. Sementara Dolar Taiwan, Yen Jepang, Dolar Singapura, dan Hong Kong tercatat menguat meski terbatas. Lionel Priyadi, Fixed Income & Macro Strategist Mega Capital Sekuritas, memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp17.800-Rp17.900/USD dalam jangka pendek. Buat masyarakat dan investor Indonesia, ada beberapa hal yang patut dicermati. Pertama, kalau rupiah benar tembus Rp18.000 dalam beberapa hari ke depan, ini bakal kasih tekanan signifikan ke biaya impor (BBM, kedelai, gandum, gadget) plus inflasi domestik. Kedua, BI udah keluarkan banyak amunisi (BI Rate naik 50 bps ke 5,25%, Purbaya suntik Rp2 T/hari, DHE SDA 100% repatriasi 1 Juni), tapi belum cukup karena tekanan eksternal (perang Iran, inflasi AS 3,8%, Fed hawkish, minyak naik) masih dominan. Ketiga, strategi defensif yang umum: diversifikasi sebagian aset ke USD, emas (Antam masih di bawah Rp2,8 juta/gram), saham eksportir dolar (TPIA, INKP, ICBP, AALI), atau crypto. Pantau katalis utama: harga minyak Brent (kalau lanjut naik = rupiah makin tertekan), keputusan FOMC bulan depan, plus perkembangan negosiasi AS-Iran. Sumber: TWS News @tradewithsuli #kontencom #kontencomxtws #rupiah

About