🥀 :
@𝕯𝖗𝖊𝖆𝖒𝕵𝖔𝖚𝖗𝖓𝖊𝖞_𝟐𝟏:GDP naik 5.61% ya karena konsumsi domestik masih kuat, terutama di akar rumput salah satunya program MBG, secara tidak langsung membeli produk pertanian dalam jumlah besar setiap hari untuk memasok 15.000+ dapur SPPG dan memberikan makan lebih dari 500.000 siswa setiap hari perputaran ekonomi nya kenceng.
tanpa MBG penyerapan hasil pertanian di angka kisaran 30%, namun karena program MBG hasil pertanian terserap 70% setiap hari tanpa jeda, memang efek nya harga jadi naik karena hukum supply demand, solusinya harus banyak yang jadi petani, atau petani harus semangat menanam.
+ karena rupiah melemah terhadap dollar atau euro, maka hasil eksport kita naik tajam, cadangan devisa tambah banyak.
secara produk kita 3x lebih murah daripada produk lokal di market Amerika atau Eropa, sehingga banyak yang beli, dan dengan lemah nya nilai rupiah, banyak pabrik berlomba memproduksi barang jasa untuk di ekspor, dan pabrik jelas butuh pekerja, maka akan menyerap banyak tenaga kerja, muter tuh ekonomi.
yang saya tau, pemerintah juga gencar mengurangi atau stop import, baik energi (sebagian solar pakai B40 kẻ B50), beras stop import yang tahun 2023 import beras 3 juta ton, tahun 2024 import 5 juta ton sedangkan tahun 2026 malah kelebihan (swasembada) 5,2 juta ton beras , minyak bumi dan segala hal kebutuhan (selain yang tidak ada di Indonesia).
jadi wajar saja jika GDP Indonesia naik 5.61%.
2026-05-08 09:51:01