@an_nhien.0107: Siro Sâm Dứa Phạm Gia #samduaphamgia #samduatuoitho #xuhuongtiktok #annhienfood

An Nhiên Food
An Nhiên Food
Open In TikTok:
Region: VN
Friday 08 May 2026 07:16:36 GMT
138480
866
26
31

Music

Download

Comments

nien1911
Niên❤️🤞 :
@Niên❤️🤞: em xin vía ngày 50ly lộn xộn ạ❤️
2026-06-03 13:51:35
0
luynlth37
Nấm Lùn @ Gái 37 :
ko đường sao uống đc
2026-05-29 05:04:30
0
user38779239733198
Kim Loan :
đã đặt 23 k
2026-06-05 14:45:34
0
truongnhung258
🌷🌾🌷Trương Nhung🌷🌾🌷 :
Ngon nha
2026-06-04 12:43:34
0
hoa.sen300
hoa sen :
Đặt rồi 23k
2026-05-31 14:03:02
0
banhbao04_12_2022
Bánh Bao Shop :
Giá hời quá nè
2026-05-08 09:57:47
1
nguynthulan64
nguynthulan64 :
đã mua 23,k
2026-05-23 17:15:53
0
hunh.tram4
Huỳnh tram :
Cực kỳ thơm nha
2026-05-09 11:30:41
1
thng.8313
Tiệm Của Thương ✅ :
ngon thơm lắm
2026-06-01 17:04:31
0
tuenhi_11102021
Mẹ (Bé Tuệ Nhi) :
Chéo fl ❤️
2026-06-02 19:01:05
0
chido1707
Chi Do916 :
1 thoi tuoi tho🥰
2026-05-31 12:41:32
0
trn.th.nng89
Trần Thị Nương :
ngon ngon
2026-06-02 14:08:20
0
60thimaiduong
60thimaiduong :
Pha sao ak
2026-05-17 06:57:24
0
thuyai1976
Thúy Ái266 :
k nhoa😂😂
2026-05-20 03:36:58
0
lilchubby31
Lil chubby :
Ngon xuất sắc
2026-05-08 08:04:09
0
ngocngoc.555
Ngọc Ngọc 🐰 :
thơm ngon lắm nha
2026-05-08 11:27:22
0
60thimaiduong
60thimaiduong :
Pha zs sữa can cho them đuong ko
2026-05-17 07:00:22
0
tiennguyenthi025
Nguyễn Thị tiến :
👍👍👍👍👍
2026-06-03 08:09:43
0
siro_021
Sỉ và lẻ Siro Sâm Dứa :
🥰🥰🥰
2026-05-21 15:51:12
0
cn2.twelve.bui.vien
CN2 Twelve Búi Viện Q1 :
🥰🥰🥰
2026-06-04 13:31:45
0
peut48
pé út :
😳😳😳
2026-06-06 15:23:40
0
To see more videos from user @an_nhien.0107, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Dia sudah mati… tapi matanya masih melihat.” “Tahan scroll sebentar. Dengarkan sampai akhir… agar kau tidak kaget saat giliranmu tiba.” “Mata itu tidak terbuka karena jasad. Ia terbuka karena tabir telah disingkap. Yang selama hidup tak terlihat… kini menjadi sangat nyata.” Murid: Guru… aku melihat jenazah itu. Matanya terbuka. Aku gemetar. Apakah ia tersiksa? Atau ada rahasia yang tak sanggup ditutup oleh kematian? Guru: (anak murid itu menunduk, suaranya pelan) Jangan kau ukur kematian dengan ketakutanmu. Karena yang mati bukan matanya… yang mati adalah pakaian. Murid: Lalu… mengapa matanya tidak terpejam, Guru? Guru: Karena yang keluar dari tubuhnya… bukan udara terakhir, melainkan ruh. Dan ketika ruh dicabut, mata tidak lagi melihat dunia, ia mengikuti ke mana ruh pergi. Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Itulah sebabnya matanya terbuka. Bukan karena jasad, tetapi karena kesadaran sedang berpindah alam. Murid: Jadi… ia sedang melihat sesuatu? Guru: Bukan sedang. Ia sudah melihat. Tabir yang selama hidup menutupi matamu— akal, nafsu, dunia— pada saat itu disingkap. Allah berfirman: “Maka Kami singkapkan tutup matamu, sehingga penglihatanmu hari ini sangat tajam.” Pada detik itu, ia melihat yang selama ini kau sebut ghaib. Padahal ghaib itu tidak pernah jauh— kau saja yang tertutup. Murid: Apa yang ia lihat, Guru? Malaikat? Surga? Atau… neraka? Guru: Sesuai isi dadanya. Ada yang matanya terbuka karena takut, karena melihat akibat dari hidupnya sendiri. Ada pula yang terbuka karena takjub, karena pintu langit dibukakan baginya. Bagi para pecinta Tuhan, kematian bukan kejutan, melainkan pertemuan yang ditunggu. Murid: Lalu mengapa kita menutup mata jenazah? Guru: Karena jasad tetap harus dihormati. Karena dunia tak sanggup memahami apa yang sedang disaksikan ruh. Kita menutup matanya, sambil berdoa, agar apa yang ia lihat bukan penyesalan, melainkan jawaban. Murid: Guru… apakah orang yang sudah “mati sebelum mati” akan merasakan hal yang sama? Guru: Tidak. Ia lebih tenang. Karena baginya, kematian hanyalah pindah rumah. Ia sudah melepaskan dunia sebelum dunia melepaskannya. Maka matanya terbuka, bukan karena terkejut, melainkan karena rindu. Murid: (rintih) Lalu… bagaimana dengan aku, Guru? Guru: Pertanyaan itu lebih menakutkan daripada mata jenazah terbuka. Karena suatu hari, matamu pun akan terbuka… dan tak ada lagi kesempatan untuk berpura-pura. #ngajiroso #tasawuf #sakaratulmaut #hakikatmati #renunganjiwa
“Dia sudah mati… tapi matanya masih melihat.” “Tahan scroll sebentar. Dengarkan sampai akhir… agar kau tidak kaget saat giliranmu tiba.” “Mata itu tidak terbuka karena jasad. Ia terbuka karena tabir telah disingkap. Yang selama hidup tak terlihat… kini menjadi sangat nyata.” Murid: Guru… aku melihat jenazah itu. Matanya terbuka. Aku gemetar. Apakah ia tersiksa? Atau ada rahasia yang tak sanggup ditutup oleh kematian? Guru: (anak murid itu menunduk, suaranya pelan) Jangan kau ukur kematian dengan ketakutanmu. Karena yang mati bukan matanya… yang mati adalah pakaian. Murid: Lalu… mengapa matanya tidak terpejam, Guru? Guru: Karena yang keluar dari tubuhnya… bukan udara terakhir, melainkan ruh. Dan ketika ruh dicabut, mata tidak lagi melihat dunia, ia mengikuti ke mana ruh pergi. Nabi pernah bersabda, “Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Itulah sebabnya matanya terbuka. Bukan karena jasad, tetapi karena kesadaran sedang berpindah alam. Murid: Jadi… ia sedang melihat sesuatu? Guru: Bukan sedang. Ia sudah melihat. Tabir yang selama hidup menutupi matamu— akal, nafsu, dunia— pada saat itu disingkap. Allah berfirman: “Maka Kami singkapkan tutup matamu, sehingga penglihatanmu hari ini sangat tajam.” Pada detik itu, ia melihat yang selama ini kau sebut ghaib. Padahal ghaib itu tidak pernah jauh— kau saja yang tertutup. Murid: Apa yang ia lihat, Guru? Malaikat? Surga? Atau… neraka? Guru: Sesuai isi dadanya. Ada yang matanya terbuka karena takut, karena melihat akibat dari hidupnya sendiri. Ada pula yang terbuka karena takjub, karena pintu langit dibukakan baginya. Bagi para pecinta Tuhan, kematian bukan kejutan, melainkan pertemuan yang ditunggu. Murid: Lalu mengapa kita menutup mata jenazah? Guru: Karena jasad tetap harus dihormati. Karena dunia tak sanggup memahami apa yang sedang disaksikan ruh. Kita menutup matanya, sambil berdoa, agar apa yang ia lihat bukan penyesalan, melainkan jawaban. Murid: Guru… apakah orang yang sudah “mati sebelum mati” akan merasakan hal yang sama? Guru: Tidak. Ia lebih tenang. Karena baginya, kematian hanyalah pindah rumah. Ia sudah melepaskan dunia sebelum dunia melepaskannya. Maka matanya terbuka, bukan karena terkejut, melainkan karena rindu. Murid: (rintih) Lalu… bagaimana dengan aku, Guru? Guru: Pertanyaan itu lebih menakutkan daripada mata jenazah terbuka. Karena suatu hari, matamu pun akan terbuka… dan tak ada lagi kesempatan untuk berpura-pura. #ngajiroso #tasawuf #sakaratulmaut #hakikatmati #renunganjiwa

About