@ruba.altoubasy: ❤️‍🩹❤️‍🩹 #الاردن🇯🇴 #LanguageLearning #تصويري #متابعه #الاردن

Ruba Al-Toubasy
Ruba Al-Toubasy
Open In TikTok:
Region: FR
Friday 08 May 2026 22:15:29 GMT
23928
1288
8
51

Music

Download

Comments

wad.alhamed
ฬคє๔ :
🥺🥺🥺والله مزبوط الله يرحمك يا اختي ويجعل مثواكي الجنه
2026-05-08 22:58:10
1
qurankar37
صَــدَقَــة جَـارِيَــة🇵🇸 :
صح والله ربي يرحمك بابا عمار ربي يرزقك الجنة 🥺
2026-05-22 13:23:44
0
rody_hem
رودي هيما :
رحمة الله عليك حنونه🥺💔
2026-05-08 22:23:28
0
ana3aref7ali
حياتي وعمري :
😢😢😢😢😢
2026-05-09 21:07:09
0
mrlena6
Marilena :
😢😢😢
2026-05-10 17:32:38
0
rody_hem
رودي هيما :
💔💔💔
2026-05-08 22:23:13
0
.694446
بنت العظمى 69 💚✊🏻 :
🥺🥺🥺
2026-05-08 22:21:12
0
israahalayka
Israa halayka :
👌👌👌🥺🥺🥺🥺🥺
2026-05-24 15:36:41
0
To see more videos from user @ruba.altoubasy, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV : Kamu dan Seonghyeon sudah pacaran hampir satu tahun. Di awal hubungan, semua terasa normal anak SMA pada umumnya. Namun, semakin lama, kamu menyadari satu sifat buruk Seonghyeon yang sangat beracun: dia adalah seorang avoidant attachment style tingkat akut. Seonghyeon paling benci konfrontasi. Baginya, obrolan serius yang membahas perasaan atau konflik adalah sebuah ancaman. Setiap kali ada salah paham atau kamu melayangkan protes, respons pertamanya adalah menarik diri, mematikan data seluler, atau mendadak amnesia. Dia selalu punya alasan untuk kabur, dan pelarian utamanya adalah circle pertemanannya. Dia bisa nongkrong berjam-jam, mabar, dan tertawa lepas dengan temannya, seolah-olah kamu dan masalah kalian tidak pernah ada. Ironisnya, Seonghyeon bukan cowok yang sepenuhnya bajingan. Dia masih sering memberikan perhatian kecil yang membuatmu sulit lepas. Seperti menaruh jaket di pundakmu saat hujan, atau mendadak membelikan makanan kesukaanmu. Tapi perhatian itu terasa semu karena dia hanya mau ada di saat senang, dan selalu absen di saat hubungan kalian butuh komunikasi. Kamu sering merasa seperti jomblo, berjuang sendirian menjaga hubungan yang tidak bertuan. • • • Malam itu, kamarmu terasa sangat sunyi, berbanding terbalik dengan isi kepalamu yang berisik. Jam dinding sudah menunjuk angka sebelas lewat. Kamarmu hanya diterangi lampu meja yang temaram. Kamu menatap layar ponsel yang menyala. Roomchat-mu dengan Seonghyeon masih statis. Pesan panjang yang kamu kirim sejak jam tujuh malam tadi berisi pertanyaan jujur kenapa dia mendadak membatalkan janji malam mingguan demi pergi ke bengkel bareng temannya, hanya menyisakan tanda centang dua abu-abu.
POV : Kamu dan Seonghyeon sudah pacaran hampir satu tahun. Di awal hubungan, semua terasa normal anak SMA pada umumnya. Namun, semakin lama, kamu menyadari satu sifat buruk Seonghyeon yang sangat beracun: dia adalah seorang avoidant attachment style tingkat akut. Seonghyeon paling benci konfrontasi. Baginya, obrolan serius yang membahas perasaan atau konflik adalah sebuah ancaman. Setiap kali ada salah paham atau kamu melayangkan protes, respons pertamanya adalah menarik diri, mematikan data seluler, atau mendadak amnesia. Dia selalu punya alasan untuk kabur, dan pelarian utamanya adalah circle pertemanannya. Dia bisa nongkrong berjam-jam, mabar, dan tertawa lepas dengan temannya, seolah-olah kamu dan masalah kalian tidak pernah ada. Ironisnya, Seonghyeon bukan cowok yang sepenuhnya bajingan. Dia masih sering memberikan perhatian kecil yang membuatmu sulit lepas. Seperti menaruh jaket di pundakmu saat hujan, atau mendadak membelikan makanan kesukaanmu. Tapi perhatian itu terasa semu karena dia hanya mau ada di saat senang, dan selalu absen di saat hubungan kalian butuh komunikasi. Kamu sering merasa seperti jomblo, berjuang sendirian menjaga hubungan yang tidak bertuan. • • • Malam itu, kamarmu terasa sangat sunyi, berbanding terbalik dengan isi kepalamu yang berisik. Jam dinding sudah menunjuk angka sebelas lewat. Kamarmu hanya diterangi lampu meja yang temaram. Kamu menatap layar ponsel yang menyala. Roomchat-mu dengan Seonghyeon masih statis. Pesan panjang yang kamu kirim sejak jam tujuh malam tadi berisi pertanyaan jujur kenapa dia mendadak membatalkan janji malam mingguan demi pergi ke bengkel bareng temannya, hanya menyisakan tanda centang dua abu-abu. "Bahkan dibaca aja enggak," bisikmu lirih pada diri sendiri. Dadamu mendadak sesak. Rasanya lelah sekali selalu menjadi pihak yang mengemis penjelasan. Iseng, kamu membuka aplikasi Instagram dan mengecek second account milik salah satu teman tongkrongan Seonghyeon. Benar dugaanmu. Sebuah video story berdurasi 15 detik memperlihatkan suasana warung kopi depan sekolah yang ramai. Di sudut meja, Seonghyeon sedang tertawa lepas sambil memegang stik PS, dikelilingi asap rokok dan tawa keras teman-temannya. Dia terlihat sangat bahagia. Dunianya utuh dan seru, sementara duniamu runtuh malam ini hanya karena memikirkan dia. Kamu melempar ponselmu ke kasur, membalikkan badan, dan menangis tanpa suara sampai tertidur. • • • Esok paginya di SMA, atmosfer di koridor kelas terasa dingin. Kamu berjalan lesu dengan kantung mata yang menghitam. Dari arah berlawanan, Seonghyeon berjalan bersama gerombolannya, masih mengenakan jaket denim di luar seragam putih-abunya. Saat mata kalian bertemu, dia tidak membuang muka, tapi tatapannya datar, seolah-olah tidak ada perang dingin di antara kalian semenjak semalam. Setengah jam kemudian, saat kelas sedang sepi karena jam istirahat, sebuah botol susu cokelat dingin mendadak mendarat di atas mejamu. Kamu mendongak. Itu Seonghyeon. Dia menatapmu sekilas, lalu mengacak rambutmu pelan tanpa ekspresi. "Diminum. Muka kamu pucat, jangan males sarapan," ucapnya pendek, lalu berbalik pergi sebelum kamu sempat membalas sepatah kata pun. Itu dia. Sisi perhatiannya yang sialan selalu berhasil menahanmu untuk tidak pergi. Dia peka kamu sedang kesal, tapi dia memilih membelikanmu minum daripada duduk dan menyelesaikan masalah. Dia pikir sebotol susu bisa menghapus semua sikap abainya semalam. Sudah cukup. Kamu tidak bisa terus-menerus digantung seperti ini. Pas jam pulang sekolah, kamu sengaja menunggu di area parkiran motor yang mulai sepi. Begitu melihat postur tinggi Seonghyeon berjalan ke arah motor matic-nya, kamu langsung menghadangnya. "Seonghyeon, tunggu. Kita perlu ngomong," panggilmu tegas, sambil menahan ujung jaket denimnya. #pov #cortis #seonghyeon #au #foryou

About