@kaijufrfr: @vexyra.fx and for those want the space background

Jokah.cc
Jokah.cc
Open In TikTok:
Region: PH
Saturday 09 May 2026 02:58:10 GMT
99383
726
23
4227

Music

Download

Comments

alejochae
🐶ALEJO🐶 :
@Jokah.cc:Space background for edit
2026-07-08 22:00:27
0
editz_of_phonk1
porn_master :
yo bro ty for this is ima use that for my editz
2026-06-25 12:02:59
3
marc.frome.scool
I love rice :
Ima make my first edit with this
2026-06-21 02:05:56
2
user94142171665926
たこえ :
thanks
2026-07-10 08:05:22
1
nazile.eliyeva28
$tromx👆❤️‍🔥 :
thank you bro
2026-07-15 18:17:01
1
trader1010_1010
عٌــمَ أّلَــشٍــيِّــخَ📿 :
what's this?
2026-05-09 13:18:24
0
whiteicexo1
ẅĥïṭė ÏČĒ :
thank you m guy
2026-06-16 14:50:23
1
coconuteditz3
Coconuteditz :
Ty
2026-07-04 12:12:03
1
boy083822
ugly guy :
W🥀 thank you
2026-06-28 04:34:44
2
ur_handsome_edz
AVR KYÕSH :
waiting for the edit bro
2026-05-27 03:36:35
0
joseluisveracoroz
escalada11⚽️benja layla J y D :
vb
2026-06-27 19:26:49
0
silver_dollar_official
серебряный доллар :
я сделаю эдит
2026-05-31 13:54:40
1
huysomuch6
HuyFresh :
thank you bro
2026-07-05 05:40:22
1
deusbrochacho
DELTRIX :
how to to make it big?
2026-06-13 08:28:50
1
sarahjoyespiritu7
CAGO :
😅
2026-07-13 13:08:31
0
clentskieputotskie
tony edit8 :
😃😃😃
2026-07-01 11:43:15
0
sdox196
𝐘𝐙𝐊𝐀 | 🎸𝐃𝐒𝐄𝐈̇ :
👌
2026-07-13 15:38:15
0
To see more videos from user @kaijufrfr, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tidak semua yang tahu agama benar-benar mengenal Tuhannya. Kadang yang perlu dibersihkan bukan langkah kaki, melainkan isi hati. Saat ilmu menyentuh rasa, di situlah perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Murid: “Guru… aku bingung. Bukankah banyak orang sudah tahu agama? Mereka hafal ayat, hafal hadis, pandai berbicara tentang surga dan neraka. Mengapa hidup mereka masih gelisah?” Guru: “Karena tahu belum tentu mengenal.” Murid: “Apa bedanya?” Guru: “Orang yang tahu hanya menyimpan agama di kepalanya. Orang yang mengenal membawa agama itu turun ke hatinya.” Murid: “Bukankah ilmu itu sudah cukup?” Guru: “Kalau ilmu saja cukup, iblis tidak akan menjadi makhluk yang celaka. Ia tahu siapa Tuhannya, tetapi kesombongan menutup jalan pulangnya.” Murid terdiam. “Jadi… seseorang bisa banyak ilmu, tetapi masih jauh dari Allah?” Guru: “Bisa. Sangat bisa.” Murid: “Bagaimana tandanya?” Guru: “Lisannya lembut saat berbicara tentang Tuhan, tetapi keras kepada sesama. Ia hafal tentang ikhlas, tetapi marah ketika tidak dihargai. Ia mengajarkan tawakal, tetapi hidupnya dipenuhi ketakutan kehilangan dunia.” Murid menunduk pelan. Guru melanjutkan: “Anakku… banyak orang hafal jalan menuju masjid. Mereka tahu setiap tikungan, setiap gang, setiap saf. Tetapi bertahun-tahun berlalu, mereka belum menemukan jalan menuju hatinya sendiri.” Murid: “Mengapa hati begitu sulit ditemukan?” Guru: “Karena hati tertutup oleh cinta yang berlebihan kepada dunia, oleh keinginan dipuji, oleh rasa paling benar, dan oleh kesibukan melihat salah orang lain daripada memperbaiki diri sendiri.” Murid: “Lalu apa gunanya ibadah jika hati masih tertidur?” Guru: “Ibadah tanpa kesadaran bisa menjadi kebiasaan. Tetapi ketika hati hidup, satu sujud terasa lebih dalam daripada seribu kata.” Murid: “Bagaimana cara membangunkan hati?” Guru: “Dengan jujur pada diri sendiri. Berani mengakui kesombongan sebelum menghakimi orang lain. Berani menangisi dosa sendiri sebelum sibuk menghitung dosa tetangga. Berani bertanya setiap malam, ‘Apakah aku mencari Allah… atau hanya mencari pengakuan manusia?’” Murid: “Guru… aku takut selama ini hanya mengumpulkan pengetahuan, tetapi tidak pernah benar-benar berubah.” Guru menatapnya dengan lembut. “Takut seperti itu lebih baik daripada merasa sudah suci. Sebab hati yang masih bisa menangis masih memiliki harapan untuk kembali.” Murid berbisik: “Lalu apa perjalanan paling berat di dunia ini?” Guru: “Bukan mendaki gunung. Bukan mengarungi lautan. Bukan berjalan ribuan kilometer.” Murid: “Lalu apa?” Guru: “Perjalanan dari kepala menuju hati. Banyak yang berhasil menghafal ribuan kalimat, tetapi sedikit yang berhasil menghidupkan satu kalimat itu di dalam dirinya.” Suasana hening. Angin berembus pelan. Guru menutup percakapan dengan suara lirih: “Pada hari ketika usia habis dan napas menjadi hitungan terakhir, yang ditanya bukan seberapa banyak yang kau ketahui, tetapi seberapa jauh ilmu itu mengubahmu. Jangan sampai engkau hafal jalan menuju masjid, namun pulang tanpa pernah menemukan jalan menuju hatimu sendiri.” **Jika kata-kata ini membuat hatimu terdiam sejenak, mungkin jiwamu sedang mencari sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pengetahuan. Di showcase tersedia pilihan kitab-kitab tasawuf yang dapat menjadi teman untuk menempuh perjalanan mengenal diri, membersihkan hati, dan mendekat kepada Allah dengan penuh penghayatan. #Tasawuf #Muhasabah #BelajarIslam #PerjalananHati #renungan
Tidak semua yang tahu agama benar-benar mengenal Tuhannya. Kadang yang perlu dibersihkan bukan langkah kaki, melainkan isi hati. Saat ilmu menyentuh rasa, di situlah perjalanan yang sesungguhnya dimulai. Murid: “Guru… aku bingung. Bukankah banyak orang sudah tahu agama? Mereka hafal ayat, hafal hadis, pandai berbicara tentang surga dan neraka. Mengapa hidup mereka masih gelisah?” Guru: “Karena tahu belum tentu mengenal.” Murid: “Apa bedanya?” Guru: “Orang yang tahu hanya menyimpan agama di kepalanya. Orang yang mengenal membawa agama itu turun ke hatinya.” Murid: “Bukankah ilmu itu sudah cukup?” Guru: “Kalau ilmu saja cukup, iblis tidak akan menjadi makhluk yang celaka. Ia tahu siapa Tuhannya, tetapi kesombongan menutup jalan pulangnya.” Murid terdiam. “Jadi… seseorang bisa banyak ilmu, tetapi masih jauh dari Allah?” Guru: “Bisa. Sangat bisa.” Murid: “Bagaimana tandanya?” Guru: “Lisannya lembut saat berbicara tentang Tuhan, tetapi keras kepada sesama. Ia hafal tentang ikhlas, tetapi marah ketika tidak dihargai. Ia mengajarkan tawakal, tetapi hidupnya dipenuhi ketakutan kehilangan dunia.” Murid menunduk pelan. Guru melanjutkan: “Anakku… banyak orang hafal jalan menuju masjid. Mereka tahu setiap tikungan, setiap gang, setiap saf. Tetapi bertahun-tahun berlalu, mereka belum menemukan jalan menuju hatinya sendiri.” Murid: “Mengapa hati begitu sulit ditemukan?” Guru: “Karena hati tertutup oleh cinta yang berlebihan kepada dunia, oleh keinginan dipuji, oleh rasa paling benar, dan oleh kesibukan melihat salah orang lain daripada memperbaiki diri sendiri.” Murid: “Lalu apa gunanya ibadah jika hati masih tertidur?” Guru: “Ibadah tanpa kesadaran bisa menjadi kebiasaan. Tetapi ketika hati hidup, satu sujud terasa lebih dalam daripada seribu kata.” Murid: “Bagaimana cara membangunkan hati?” Guru: “Dengan jujur pada diri sendiri. Berani mengakui kesombongan sebelum menghakimi orang lain. Berani menangisi dosa sendiri sebelum sibuk menghitung dosa tetangga. Berani bertanya setiap malam, ‘Apakah aku mencari Allah… atau hanya mencari pengakuan manusia?’” Murid: “Guru… aku takut selama ini hanya mengumpulkan pengetahuan, tetapi tidak pernah benar-benar berubah.” Guru menatapnya dengan lembut. “Takut seperti itu lebih baik daripada merasa sudah suci. Sebab hati yang masih bisa menangis masih memiliki harapan untuk kembali.” Murid berbisik: “Lalu apa perjalanan paling berat di dunia ini?” Guru: “Bukan mendaki gunung. Bukan mengarungi lautan. Bukan berjalan ribuan kilometer.” Murid: “Lalu apa?” Guru: “Perjalanan dari kepala menuju hati. Banyak yang berhasil menghafal ribuan kalimat, tetapi sedikit yang berhasil menghidupkan satu kalimat itu di dalam dirinya.” Suasana hening. Angin berembus pelan. Guru menutup percakapan dengan suara lirih: “Pada hari ketika usia habis dan napas menjadi hitungan terakhir, yang ditanya bukan seberapa banyak yang kau ketahui, tetapi seberapa jauh ilmu itu mengubahmu. Jangan sampai engkau hafal jalan menuju masjid, namun pulang tanpa pernah menemukan jalan menuju hatimu sendiri.” **Jika kata-kata ini membuat hatimu terdiam sejenak, mungkin jiwamu sedang mencari sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pengetahuan. Di showcase tersedia pilihan kitab-kitab tasawuf yang dapat menjadi teman untuk menempuh perjalanan mengenal diri, membersihkan hati, dan mendekat kepada Allah dengan penuh penghayatan. #Tasawuf #Muhasabah #BelajarIslam #PerjalananHati #renungan

About