@lvpwelya: #jungkook #quotes #fyp

alyra
alyra
Open In TikTok:
Region: MY
Saturday 09 May 2026 06:17:37 GMT
25210
2264
18
130

Music

Download

Comments

elinherlin507
herlin :
kali ini aku yang akan pergi
2026-06-07 11:10:17
0
leatsg3
ℓ є α .ᐟ :
bukan aku yg pergi, tp dia yg pergi 😭😭😭
2026-05-09 06:28:11
2
bunnyjk010997
.BunnyJk.🐰💜 :
😭Duuuuu
2026-05-09 08:37:50
1
8lo8lo8lowme32
black roses :
perpisahan memang menyakitkan
2026-05-09 11:07:18
1
wanhshu63
BioWan🥀 :
aku yg pergi ,demi kewarasan ku , akhirnya aku merasa setengah bebanku hilang 🙏
2026-05-22 07:16:13
0
alloveel1120
𝐕𝐄.𝐄𝐋 :
aku sakit, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan nya
2026-05-11 02:33:43
1
jeonlica_
𝐶𝑎𝑟𝑎 𝑛𝑢𝑡s❣ :
Menjelaskan pun percuma, mereka akan tetap dg prasangka nya🥀💔
2026-05-09 06:26:03
1
beatrice.sandoval49
Beatrice Sandoval :
l love you forever❤️😘💕🥰
2026-05-22 11:53:56
0
.puja_20
푸자🌺 :
@Rosè
2026-05-09 12:32:35
1
kim_t904
kim :
😮‍💨
2026-05-09 13:22:35
0
dhia_carissa8
🔮 Dhia Carissa 🔮 :
🥺🥺🥺
2026-05-15 16:37:59
0
alin.rosmalia
Alin Rosmalia :
👍
2026-05-17 14:32:13
0
To see more videos from user @lvpwelya, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

YANG HARUS NYA DI LESSIN YANG NILAI NYA BAGUS? @suliantoindriaputra Pernah gak sih terpikir kalau sistem pendidikan atau pola asuh kita kadang bikin potensi terbaik anak malah meredup?​Dalam video terbarunya, kreator edukasi Sulianto Indria Putra menyoroti sebuah realitas yang jarang disadari banyak orang tentang cara kita memperlakukan
YANG HARUS NYA DI LESSIN YANG NILAI NYA BAGUS? @suliantoindriaputra Pernah gak sih terpikir kalau sistem pendidikan atau pola asuh kita kadang bikin potensi terbaik anak malah meredup?​Dalam video terbarunya, kreator edukasi Sulianto Indria Putra menyoroti sebuah realitas yang jarang disadari banyak orang tentang cara kita memperlakukan "nilai raport".​📊 Fenomena "Fokus pada yang Merah"​Sulianto menjelaskan sebuah kebiasaan yang sering terjadi di lingkungan keluarga. Ketika seorang anak menerima raport dengan 10 mata pelajaran, perhatian orang tua cenderung langsung tertuju pada nilai yang paling jelek atau yang berwarna merah.​Misal: Nilai Bahasa Indonesia atau IPA-nya jelek, maka anak akan langsung didaftarkan ke tempat bimbel untuk mengejar ketertinggalan tersebut.​💡 Mengorbankan Kekuatan Demi Memperbaiki Kelemahan​Ironisnya, ketika si anak sebenarnya punya bakat luar biasa—seperti mendapat nilai 95 di pelajaran Bahasa Inggris—potensi emas ini justru sering diabaikan. Bukannya bakat tersebut yang diasah secara maksimal, waktu dan energi anak justru dihabiskan selama 12 tahun sekolah hanya untuk menaikkan nilai yang lemah (misal dari nilai 60 menjadi 70).​🚀 Apa Dampaknya?​Menurut Sulianto, fokus yang salah ini membuat kita kehilangan kesempatan untuk mencetak generasi yang benar-benar ahli di bidangnya.​"Padahal, kalau nilai Bahasa Inggris yang 95 tadi difokuskan terus sampai jadi 100, anak tersebut bisa menjadi bagian dari top 0,001% orang yang paling jago Bahasa Inggris."​Kesimpulannya: Terlalu fokus memperbaiki kelemahan sering kali membuat kita lupa untuk memaksimalkan kekuatan terbesar kita.​Gimana menurut kamu? Apakah kamu setuju dengan pandangan Sulianto, atau punya pendapat lain? Tulis di kolom komentar ya! 💬​🎬 Tonton selengkapnya di YouTube: Sulianto Indria Putra #kontencom #kontencomxsulianto #nilai #sekolah

About