@senegal_lifestyle0: Diamou diekhna bou Siteu rek 😂 #bousiteu #senegalaise_tik_tok🇸🇳 #tiktoksenegal🇸🇳 #funny #fyp

Makhou_Laye ✧ ☂️
Makhou_Laye ✧ ☂️
Open In TikTok:
Region: US
Sunday 10 May 2026 02:48:20 GMT
132019
16995
195
181

Music

Download

Comments

lye.le.patriote
Pa-Ablô :
j'attends le jour où il sera Roi 👑
2026-05-10 17:59:22
150
diambar89
Badara :
Billahi Lou ler la wakh 👑
2026-05-10 12:40:52
202
talibe_13
user8833094816363 :
Bou niveau 🥰🥰🥰🥰🤣🤣
2026-05-10 09:01:40
135
wurous
🩷🧿 :
😂😂Nonnn
2026-05-10 08:25:42
39
youssousall2
Borome le 8 Août 🎂🎊🥳 :
Bou seul
2026-05-10 16:06:55
32
louf17tiktok2
fallou💛 baye❤ sam ❤mbaye😭 :
Bilaye bou seul
2026-05-11 01:09:05
12
fall.ndiaga.yaaram
Gôôrù Mame Sidi Birahim Fall :
Thiey dayoo
2026-05-10 18:10:05
2
papylecatalan99
꧁𝑷𝒂𝒑’𝒔꧂❤️‍🩹⚽️ :
Le futur roi 👑 Sama Mbeur mii
2026-05-11 10:45:11
5
atgbusiness3
atgbusiness3 :
Kou abonné ma delola bilahi
2026-05-10 15:57:19
7
ahmedtijan10
Ahmed Tijan :
Star la dh 😂😂
2026-05-10 23:02:09
9
user8153381751012
Blaise khamad séne :
non.extress
2026-05-10 17:38:10
1
astousarr336
Astou Sarr :
theiye niveau 😅😅😅😅😅😅😅
2026-05-11 22:50:31
4
abdoulayedia.43
neggerlaye 75 :
je l'aime trop 🥰🥰
2026-05-10 17:36:29
3
moussa_519
50cent 69 :
Bou niveau
2026-05-10 22:53:03
2
diop3761
diop :
2026-05-10 18:29:07
0
amadouibrahimadji
Am bou serigne Babacar sy :
waw waw🤣
2026-05-10 18:33:15
3
abdallah_kalamah
Abdoul Ndoye 🇸🇳🇲🇦 :
Dio ma sitiou😂
2026-05-11 18:34:00
0
from.mokane
From Mokane :
Il a parfaitement raison
2026-05-12 13:32:02
0
khadijaniane06
khadijaniane06 :
2026-05-10 19:10:58
0
To see more videos from user @senegal_lifestyle0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About