Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@sweetyspi:
Buahnaga
Open In TikTok:
Region: ID
Sunday 10 May 2026 06:04:24 GMT
4918
853
2
46
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.92MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.92MB
)
Watermark .mp4 (
1.95MB
)
Music .mp3
Comments
Not Found :
ga gede ga sexy tapi menarik aja gitu ☺️☺️
2026-06-15 09:57:39
0
To see more videos from user @sweetyspi, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
5 Muharram Status | Karbala | Imam Hussain As #viral #fyp #trending #foryoupage❤️❤️ #foryou
Ada sebuah pertanyaan yang patut kita simpan dalam-dalam di ruang hati: Jika Allah selalu membuka jalan untuk kembali, mengapa kita sering merasa terlalu jauh untuk pulang? Barangkali karena kita lebih sering menghitung dosa daripada menghitung luasnya rahmat-Nya. Kita lebih sibuk memandang gelapnya malam, daripada menyadari bahwa fajar sedang menunggu di ufuk yang sama. Allah berfirman: "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah: 186) Perhatikanlah, dalam ayat ini Allah tidak mengatakan, "Katakanlah Aku dekat." Tetapi Allah langsung menjawab, "Aku dekat." Seakan tidak ada jarak antara kerinduan seorang hamba dengan kasih sayang Tuhannya. Laksana seorang musafir yang tersesat di tengah padang pasir. Semakin lama ia berjalan, semakin ia merasa jauh dari tujuan. Hingga akhirnya ia menemukan bahwa yang ia cari selama ini ternyata lebih dekat daripada yang ia bayangkan. Bukan jalan pulangnya yang hilang, melainkan pandangannya yang tertutup oleh debu perjalanan. Demikian pula hati manusia. Bukan Allah yang menjauh, tetapi hati yang dipenuhi kesibukan dunia sering kali kehilangan kemampuan untuk merasakan kedekatan-Nya. Allah juga berfirman: "Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaf: 16) Para ahli ma'rifat memandang ayat ini bukan sekadar kabar tentang kedekatan Allah, melainkan undangan untuk mengenal-Nya. Sebab yang jauh bukanlah Allah, melainkan kesadaran kita terhadap kehadiran-Nya. Dalam kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah As-Sakandari disebutkan: "Bagaimana mungkin sesuatu yang keberadaannya membutuhkan Allah dapat menjadi penghalang untuk sampai kepada Allah?" Sementara Jalaluddin Rumi mengisyaratkan makna yang serupa: "Apa yang engkau cari, sesungguhnya sedang mencarimu." Dan Abu Hamid Al-Ghazali dalam banyak pembahasannya tentang penyucian hati mengingatkan bahwa hijab terbesar bukanlah jarak, melainkan keterikatan hati kepada selain Allah. Maka mungkin perjalanan menuju Allah bukanlah perjalanan kaki, melainkan perjalanan kesadaran. Bukan tentang berpindah tempat, tetapi tentang berpindah dari lalai menuju ingat, dari sibuk menuju hadir, dari merasa memiliki menuju menyadari bahwa segala sesuatu hanyalah titipan. Berapa banyak nikmat yang telah kita rasakan tanpa pernah memintanya? Berapa banyak musibah yang ternyata menyelamatkan kita dari musibah yang lebih besar? Berapa banyak doa yang belum terkabul, namun diam-diam sedang dipersiapkan dalam bentuk yang lebih baik? Mungkin selama ini Allah telah berkali-kali mengetuk pintu hati kita melalui luka, kehilangan, kerinduan, dan kesunyian. Tetapi kita terlalu sibuk mencari jawaban di luar, hingga lupa mendengar panggilan yang datang dari dalam. Maka jika malam ini hatimu terasa jauh, janganlah putus asa. Bisa jadi satu istighfar yang tulus lebih berharga daripada seribu langkah yang dilakukan tanpa hati. Bisa jadi satu air mata penyesalan lebih dekat kepada Allah daripada panjangnya perjalanan yang dipenuhi rasa bangga diri. Karena Allah tidak menunggu kesempurnaanmu untuk menerima kedatanganmu. Allah hanya menunggu ketulusanmu untuk kembali. Renungan Penutup Jangan terburu-buru mencari Allah di tempat-tempat yang jauh, jika engkau belum menemukan-Nya di dalam hatimu sendiri. Sebab sering kali yang menghalangi kita dari-Nya bukanlah kegelapan dunia, melainkan bayangan diri kita sendiri. Mungkin yang paling penting bukanlah seberapa banyak kita berbicara tentang Allah, melainkan seberapa hadir Allah dalam setiap detik kehidupan kita. Semoga setiap langkah yang kita ambil menjadi langkah pulang. Dan semoga setiap kesunyian yang kita rasakan berubah menjadi ruang perjumpaan dengan-Nya. والله أعلم بالصواب Al-Faqīr ilallāh wal-'Ilmi Al Hallajz #renungandiri #perjalananhidup #tasawuf #fy #makrifatullah
Passing this phone - mannix fam edition @mannix carancho official #mannixfam
#في هذا اليوم
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy