@asriisk: PINDAH KE DESA TAPI BUKAN BUAT SLOW LIVING. — Kalo lagi trend slow living skrng lalu pindah ke desa. Percayalah! Itu ndak pernah terfikirkan olehku diawal pindah. Tapi kalo ndak pindah ke desa aku juga gak akan bikin agradaya, apalagu kenalan ama rempah-rempahnya Indonesia. Apalagi bikin warung. Asli gak kepikiran. — Dari awal pindah ya memang mau kerja di desa. Banyak potensi lokal ndak kegarap. Syukur2 bisa jadi jalan rejeki diri sendiri apalagi buat banyak orang. Eh kejadian. Tapi ya ndak terus selo2 rebahan aja ya. — Skrng lebih sering posting aktivitas di warung dan proses pengolahan bahan alam di desa daripada keseloan hidup di desa karena apa? Ya spy audience lebih tahu bahwa desa tuh potensi bahan alamnya oye oye banget klo digarap dan manage serius. Ndak mau audience terlena romantisme desa dan menjadikan desa cuma jadi obyek ke-selo-an hidup hehe😘