@sunycutehehe: òm đăng cái kia xuhuong quá nên đăng cái này thử#hathay #damme #xuhuong

khanh nguyen
khanh nguyen
Open In TikTok:
Region: VN
Tuesday 12 May 2026 06:38:19 GMT
98486
11292
303
1283

Music

Download

Comments

vnhieuu2k
❄𝙃𝙞𝙚𝙪𝙫𝙖𝙣☘ :
ai hát hay là ♥️
2026-05-12 08:36:42
332
buon.156211
Meow :
vừa xinhh vừa hát hay nuaa 😍😍😍
2026-05-12 10:42:03
119
nqoc_khanh0
k~ :
uoc đc chuoi cùng 🥰
2026-06-12 12:20:49
0
.zan_anh
🐟 :
ngọt dữ
2026-05-13 04:40:45
30
iuannhkaaa
Hườnn~🧏🏻‍♀️ :
Hay vaii
2026-05-30 08:24:06
2
user245361230
ke k tin vao tyeu :
2026-05-30 15:53:10
2
ntad.meoct
meo meo là mặt trời nhỏ :
2026-05-12 07:05:27
2
iq88_thu
Tớ Là Bin💞 :
rep mik 1 video đi
2026-06-12 04:51:21
0
danchi0412
Bánh :
Hay
2026-05-17 06:11:35
2
phngthu7728
🫧 :
Xinh gái lại còn hát hay nx 💐💐💐
2026-05-13 06:06:38
6
chipkhanhnh
#chip iuu~ :
đã xinh lại còn hát hay😑
2026-05-26 05:13:00
1
ng.tinh.muadong07
ng tình mua đoongg :
tr ơi tr còn người hay còn gì mà hát hay còn đẹp gái nữa z tr
2026-06-06 11:44:58
1
swt.biii
tuan kiet. :
chị mình đấy mng ạ, mình kêu hát thì k chịu chứ thấy vd xhuong là ph hát liền
2026-05-13 15:46:27
5
hamy_k11
Dg tuổi thiếu tiền :
gu t
2026-05-13 06:43:15
0
whattowhel
TH true milk :
hát kh hay nhưng ng hay
2026-05-29 06:50:18
0
codipgapmat
Music :
2026-05-13 08:11:12
0
lethanhhiep211
ng bthg nhưng kh bthg🤷🏿‍♀ :
hay v
2026-05-13 14:14:26
2
checphuonguyen
phuong uyen :
Hay xỉuuu
2026-05-13 06:23:57
2
linhd035
♡ :
xinh... hay
2026-05-26 05:16:46
1
ngochuyxauzai
(Su) cutteeee💗 :
hay z
2026-05-13 11:35:18
0
hphziangg09hh
phucgiang. :
2026-05-13 05:26:29
0
luong.hieuzzz
luong.hieuzzz :
đã xinh còn hát hay❤️
2026-05-14 04:49:00
0
To see more videos from user @sunycutehehe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif:
Makin ke sini makin jago aja ya orang-orang bikin framing pembodohan massal. Sekarang, niat baik negara buat bagi-bagi bantuan ke masyarakat malah dipelintir seolah-olah jadi tindak pidana. Judulnya dibikin provokatif: "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN." Buat kalian yang malas baca dan cuma modal scroll judul, pasti langsung nyinyir, "Loh, kok ibadah kurban pribadi pakai uang negara?!" Nah, di situlah kalian telan mentah-mentah framing licik itu! Pakai logika sedikit, mari kita bedah faktanya. Tolong bedakan antara Prabowo sebagai pribadi, dan Prabowo sebagai Presiden (Kepala Negara). Dua hal ini nggak bisa dicampuradukkan sesuka jidat. 1.098 sapi itu BUKAN kurban pribadi. Itu adalah program Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Artinya, ini adalah program resmi negara yang dananya dari negara, dan manfaatnya 100% dikembalikan untuk perut rakyat! Ke mana sapi-sapi itu pergi? Ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas yang membutuhkan. Manfaatnya bukan buat orang Istana, bukan buat pejabat. Dan ingat, negara ini bukan cuma Pulau Jawa, daerah-daerah lain juga sangat berhak merasakan kehadiran negara. Mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai masyarakat memang punya hak dan kewajiban ikut mengawasi. Tapi kritiklah pakai otak dan data yang adil. Jangan sampai program bantuan yang jelas-jelas buat rakyat malah kalian fitnah seolah Presiden pakai APBN buat kurban pribadi. Kalau dompet kalian belum mampu buat ikut berbagi, minimal jari kalian jangan dipakai buat nyebar hoax dan informasi menyesatkan! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #BantuanRakyat #AkalSehat #LawanFraming #IndonesiaMaju #SikatMafia
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju
Sungguh ironis melihat bagaimana diskursus publik kita bisa dengan mudahnya dibajak oleh satu judul berita provokatif. Belakangan ini, ramai narasi yang menggiring opini seolah-olah Presiden menggunakan APBN untuk ibadah kurban pribadinya. Mari kita naikkan level literasi politik kita dan melihat isu ini dengan kacamata yang lebih kritis namun tetap diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan antara entitas personal dan institusional. Bantuan 1.098 sapi tersebut bukanlah ibadah kurban atas nama pribadi Prabowo, melainkan bagian dari Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen resmi tata negara, didanai oleh APBN, dan secara spesifik dirancang agar kehadiran negara bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di akar rumput, pesantren, ormas, dan daerah-daerah yang jauh dari gemerlap Pulau Jawa. Dalam negara demokrasi, sikap kritis bukanlah sekadar opsi, melainkan kewajiban. Kita sangat berhak mengawasi pemerintah. Namun, kemarahan yang didasari oleh framing keliru hanya akan menghasilkan kebisingan tanpa makna. Jika kita benar-benar peduli pada rakyat, pindahkan fokus kritik tersebut pada substansi eksekusinya. Tanyakan dan kawal prosesnya: Apakah penyaluran sapi Banmas ini sudah transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak di daerah? Itulah bentuk pengawasan yang cerdas dan substantif. Berbeda pandangan politik adalah hal yang lumrah. Namun, jangan sampai keengganan kita pada sosok tertentu membuat kita secara tidak sadar ikut menyerang dan memelintir program negara yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat. Mari jadi masyarakat yang kritis secara objektif, bukan kritis karena termakan clickbait. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikSubstantif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #LiterasiPolitik #IndonesiaMaju

About