@henrickcosan: o melhor de tudo é poder controlar pelo controle

Henrick cosan
Henrick cosan
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 12 May 2026 20:21:49 GMT
1908
8
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @henrickcosan, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV | Kamu tidak menyangka jika berpacaran dengan Ni-ki akan membuatmu terjebak. Dia seorang mafia, yang jika namanya disebut sekali saja, orang-orang sudah tahu caranya menunduk. Di dunianya, satu anggukan kecil saja sudah cukup untuk membuat seseorang menghilang dari peta. Enam tahun kamu menjalani hubungan dengannya. Dulu, kamu hanya mengenalnya sebagai murid yang dingin dan antisosial. Pendiam, jarang berbicara dengan siapa pun. Baru sekarang kamu mengerti alasannya. Selama ini, hidupmu tidak pernah benar-benar lepas dari pengawasannya. Dari obsesinya. Bahkan, tidak ada yang berani melewati batasnya. Karena siapa pun yang cukup bodoh untuk menyentuh apa yang menjadi miliknya, pada akhirnya hanya akan bersimpuh memohon di hadapannya. Meski kamu hanyalah seorang mahasiswi biasa. Tapi di dunia Ni-ki, kamu adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah bisa dia lepaskan. ••• Malam ini, kamu tidak pernah membayangkan akan pergi seperti ini. Diam-diam, di tengah sunyi, membawa koper yang bahkan tidak terisi penuh. Ini bukan sekedar pergi. Ini tentang mencoba bernapas tanpa dia. Tanpa Ni-ki—kekasihmu. Napasmu memburu, dadamu terasa sempit. Ditengah langkahmu yang berani, rasa takut yang kamu simpan akhirnya muncul ke permukaan. Pelan, tapi menekan.  Bukan hanya takut dia datang. Tapi karena kamu tahu, di setiap sudut tempat yang kamu tinggali, selalu ada mata yang mengawasi. Orang-orang suruhannya. Kamu menggenggam gagang koper lebih erat, melawan rasa takutmu.  “Aku harus pergi sekarang.” Tanpa ragu lagi, kakimu melangkah melewati batas yang selama ini tidak pernah kamu sentuh. Baru kali ini, kamu benar-benar ingin mencoba keluar dari kendalinya. Tanpa kamu sadari, ini bukan jalan keluar. Ini awal dari perangkap lebih dalam. ••• Di tempat lain, seorang pria berdiri dengan setelan jas hitamnya. Posturnya tegap, tatapannya jatuh ke arah jalan yang baru saja kamu tinggalkan. Dengan ponsel menempel di telinganya. Ni-ki. “Nona y/n meninggalkan apartemen, bos.” Suara di seberang terdengar tenang, profesional. “Sendirian. Mobilnya mengarah ke selatan.” Hening sejenak. Ni-ki tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan, senyum tipis mulai terbentuk di sudut bibirnya. Tenang, seolah sudah tahu hal ini akan terjadi. “Don’t let her out of your sight.” Suara baritonnya rendah. Terkontrol. “Not even for a second.” “Dimengerti, bos.” TUT—Panggilan terputus. Ni-ki menurunkan ponselnya perlahan, lalu mengangkat pandangannya kembali ke arah jalan kosong di depannya. Sebuah tawa pelan lolos dari bibirnya. “Where do you think you’re going, darling?” gumamnya. ••• Tanganmu mencengkeram setir lebih erat. Napasmu belum juga stabil sejak meninggalkan apartemen itu. Kamu pikir… kamu berhasil. Ternyata tidak. Ketakutanmu bukan sekedar bayangan. Di tengah jalan, beberapa mobil hitam mulai mengikutimu. Dari belakang, dari samping. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Dan dalam hitungan detik, satu mobil memotong jalanmu. Kamu menginjak rem mendadak, hingga suara banmu berdecit keras. “Shit.” Beberapa pria berbadan tinggi dengan setelan hitam turun dari mobil dan berjalan ke arahmu. Langkah mereka tenang. Terukur. Terlalu rapi untuk situasi seperti ini. Pintu mobilmu terbuka tanpa aba-aba. Kamu refleks mundur, napasmu tercekat saat salah satu dari mereka menatap lurus ke arahmu. “Maaf, nona y/n. Silahkan turun.” Nada suaranya sopan, tapi tidak memberi pilihan. Dadamu menegang. Kamu menggeleng spontan. “Nggak—” Belum sempat kamu menyelesaikan kalimat, satu tangan sudah menahan pintu, sementara yang lain dengan tegas menggenggam pergelanganmu. Tidak kasar, tapi cukup kuat untuk membuatmu tak bisa melawan. Dalam hitungan detik, kamu sudah dipaksa keluar dari mobil. Koper diambil dari bagasi tanpa seizinmu. Kamu mencoba menarik diri, tapi percuma. Mereka terlalu terlatih. Terlalu terbiasa melakukan ini. Pintu mobil lain terbuka di hadapanmu. “Masuk, nona.” Dan sebelum kamu sempat menolak lagi, tubuhmu sudah didorong masuk ke dalam. (+💬 ) #pov #ni_ki #ni_kienhypen #ni_kiedit #fypage
POV | Kamu tidak menyangka jika berpacaran dengan Ni-ki akan membuatmu terjebak. Dia seorang mafia, yang jika namanya disebut sekali saja, orang-orang sudah tahu caranya menunduk. Di dunianya, satu anggukan kecil saja sudah cukup untuk membuat seseorang menghilang dari peta. Enam tahun kamu menjalani hubungan dengannya. Dulu, kamu hanya mengenalnya sebagai murid yang dingin dan antisosial. Pendiam, jarang berbicara dengan siapa pun. Baru sekarang kamu mengerti alasannya. Selama ini, hidupmu tidak pernah benar-benar lepas dari pengawasannya. Dari obsesinya. Bahkan, tidak ada yang berani melewati batasnya. Karena siapa pun yang cukup bodoh untuk menyentuh apa yang menjadi miliknya, pada akhirnya hanya akan bersimpuh memohon di hadapannya. Meski kamu hanyalah seorang mahasiswi biasa. Tapi di dunia Ni-ki, kamu adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah bisa dia lepaskan. ••• Malam ini, kamu tidak pernah membayangkan akan pergi seperti ini. Diam-diam, di tengah sunyi, membawa koper yang bahkan tidak terisi penuh. Ini bukan sekedar pergi. Ini tentang mencoba bernapas tanpa dia. Tanpa Ni-ki—kekasihmu. Napasmu memburu, dadamu terasa sempit. Ditengah langkahmu yang berani, rasa takut yang kamu simpan akhirnya muncul ke permukaan. Pelan, tapi menekan. Bukan hanya takut dia datang. Tapi karena kamu tahu, di setiap sudut tempat yang kamu tinggali, selalu ada mata yang mengawasi. Orang-orang suruhannya. Kamu menggenggam gagang koper lebih erat, melawan rasa takutmu. “Aku harus pergi sekarang.” Tanpa ragu lagi, kakimu melangkah melewati batas yang selama ini tidak pernah kamu sentuh. Baru kali ini, kamu benar-benar ingin mencoba keluar dari kendalinya. Tanpa kamu sadari, ini bukan jalan keluar. Ini awal dari perangkap lebih dalam. ••• Di tempat lain, seorang pria berdiri dengan setelan jas hitamnya. Posturnya tegap, tatapannya jatuh ke arah jalan yang baru saja kamu tinggalkan. Dengan ponsel menempel di telinganya. Ni-ki. “Nona y/n meninggalkan apartemen, bos.” Suara di seberang terdengar tenang, profesional. “Sendirian. Mobilnya mengarah ke selatan.” Hening sejenak. Ni-ki tidak langsung menjawab. Ia hanya mengangguk pelan, senyum tipis mulai terbentuk di sudut bibirnya. Tenang, seolah sudah tahu hal ini akan terjadi. “Don’t let her out of your sight.” Suara baritonnya rendah. Terkontrol. “Not even for a second.” “Dimengerti, bos.” TUT—Panggilan terputus. Ni-ki menurunkan ponselnya perlahan, lalu mengangkat pandangannya kembali ke arah jalan kosong di depannya. Sebuah tawa pelan lolos dari bibirnya. “Where do you think you’re going, darling?” gumamnya. ••• Tanganmu mencengkeram setir lebih erat. Napasmu belum juga stabil sejak meninggalkan apartemen itu. Kamu pikir… kamu berhasil. Ternyata tidak. Ketakutanmu bukan sekedar bayangan. Di tengah jalan, beberapa mobil hitam mulai mengikutimu. Dari belakang, dari samping. Terlalu rapi untuk disebut kebetulan. Dan dalam hitungan detik, satu mobil memotong jalanmu. Kamu menginjak rem mendadak, hingga suara banmu berdecit keras. “Shit.” Beberapa pria berbadan tinggi dengan setelan hitam turun dari mobil dan berjalan ke arahmu. Langkah mereka tenang. Terukur. Terlalu rapi untuk situasi seperti ini. Pintu mobilmu terbuka tanpa aba-aba. Kamu refleks mundur, napasmu tercekat saat salah satu dari mereka menatap lurus ke arahmu. “Maaf, nona y/n. Silahkan turun.” Nada suaranya sopan, tapi tidak memberi pilihan. Dadamu menegang. Kamu menggeleng spontan. “Nggak—” Belum sempat kamu menyelesaikan kalimat, satu tangan sudah menahan pintu, sementara yang lain dengan tegas menggenggam pergelanganmu. Tidak kasar, tapi cukup kuat untuk membuatmu tak bisa melawan. Dalam hitungan detik, kamu sudah dipaksa keluar dari mobil. Koper diambil dari bagasi tanpa seizinmu. Kamu mencoba menarik diri, tapi percuma. Mereka terlalu terlatih. Terlalu terbiasa melakukan ini. Pintu mobil lain terbuka di hadapanmu. “Masuk, nona.” Dan sebelum kamu sempat menolak lagi, tubuhmu sudah didorong masuk ke dalam. (+💬 ) #pov #ni_ki #ni_kienhypen #ni_kiedit #fypage

About