@camilalugo31: #fyp #parati #tik_tok #2más2#viraltiktok

Camila Lugo
Camila Lugo
Open In TikTok:
Region: MX
Tuesday 12 May 2026 20:36:51 GMT
2727
606
0
4

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @camilalugo31, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ribuan massa aksi yang hendak bergabung dengan aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah kampus dilaporkan mendapat pengadangan aparat keamanan di sejumlah titik menuju Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Ketua BEM UI, Yalathof Mas'hum Imawan menuturkan, lebih dari 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus direncanakan mengikuti aksi tersebut.  Massa berasal dari Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pancasila, UIN, IPB, serta sejumlah aliansi mahasiswa lainnya. “Kita ditahan dari Dukuh Atas, dari Semanggi, bahkan di DPR. Kita dipaksa untuk tidak melakukan aksi di Bundaran HI. Tujuan utama kita aksi di sini sebenarnya ingin memberi tahu kepada sesama rakyat bahwa kondisi sekarang tidak baik-baik saja,” kata Athof. Selain massa yang tertahan, sejumlah armada bus yang membawa peserta aksi juga dilaporkan tidak dapat melanjutkan perjalanan di beberapa titik seperti Semanggi, TVRI, hingga depan Gedung DPR RI.  Kondisi itu membuat sebagian peserta memilih berjalan kaki menuju lokasi aksi. Athof menilai pengadangan yang dilakukan aparat menjadi bukti bahwa ruang demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di Indonesia sedang menghadapi tantangan.  Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan mengakui kesalahan atas kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. BEM UI juga mengkritik tindakan aparat yang disebut menghambat hak-hak dasar peserta aksi, termasuk saat hendak menjalankan ibadah.  Menurut Athof, pemerintah seharusnya membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat, bukan melakukan pembatasan terhadap aksi unjuk rasa. Meski dihadang aparat gabungan TNI dan Polri serta belum berhasil mencapai Bundaran HI hingga siang hari, mahasiswa menegaskan tidak akan mundur.  BEM UI bahkan menyatakan siap memperluas konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti mahasiswa, guru, dan buruh, apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah. Video : Jian/MetroBogor .  #demomahasiswa #mahasiswadihadangaparat #bemui #aksimahasiswa #metropolitanid
Ribuan massa aksi yang hendak bergabung dengan aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah kampus dilaporkan mendapat pengadangan aparat keamanan di sejumlah titik menuju Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Ketua BEM UI, Yalathof Mas'hum Imawan menuturkan, lebih dari 1.000 mahasiswa dari berbagai kampus direncanakan mengikuti aksi tersebut. Massa berasal dari Universitas Indonesia, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Universitas Pancasila, UIN, IPB, serta sejumlah aliansi mahasiswa lainnya. “Kita ditahan dari Dukuh Atas, dari Semanggi, bahkan di DPR. Kita dipaksa untuk tidak melakukan aksi di Bundaran HI. Tujuan utama kita aksi di sini sebenarnya ingin memberi tahu kepada sesama rakyat bahwa kondisi sekarang tidak baik-baik saja,” kata Athof. Selain massa yang tertahan, sejumlah armada bus yang membawa peserta aksi juga dilaporkan tidak dapat melanjutkan perjalanan di beberapa titik seperti Semanggi, TVRI, hingga depan Gedung DPR RI. Kondisi itu membuat sebagian peserta memilih berjalan kaki menuju lokasi aksi. Athof menilai pengadangan yang dilakukan aparat menjadi bukti bahwa ruang demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat di Indonesia sedang menghadapi tantangan. Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan mengakui kesalahan atas kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. BEM UI juga mengkritik tindakan aparat yang disebut menghambat hak-hak dasar peserta aksi, termasuk saat hendak menjalankan ibadah. Menurut Athof, pemerintah seharusnya membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat, bukan melakukan pembatasan terhadap aksi unjuk rasa. Meski dihadang aparat gabungan TNI dan Polri serta belum berhasil mencapai Bundaran HI hingga siang hari, mahasiswa menegaskan tidak akan mundur. BEM UI bahkan menyatakan siap memperluas konsolidasi dengan berbagai elemen masyarakat, seperti mahasiswa, guru, dan buruh, apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons dari pemerintah. Video : Jian/MetroBogor . #demomahasiswa #mahasiswadihadangaparat #bemui #aksimahasiswa #metropolitanid

About