@cakrawala.yk: Munir secara sadar memilih untuk tidak bergabung dengan partai politik mana pun meskipun banyak partai tumbuh setelah Reformasi 1998. Ia meyakini bahwa perjuangan HAM harus tetap berada diluar kekuasaan agar bisa terus mendampingi korban tanpa kepentingan politik praktis. Munir memandang banyak partai politik saat itu lebih berfokus pada “perebutan kesempatan” dan kekuasaan daripada memperjuangkan kedaulatan rakyat dan nilai-nilai kemanusiaan secara substansial. Bagi Munir, kriteria utama sebuah perjuangan adalah keberpihakan nyata pada kelompok yang teraniaya—seperti buruh, rakyat kecil, dan korban kekerasan negara—yang menurutnya sering kali diabaikan oleh dinamika politik transaksional partai-partai besar. Munir memang meragukan kapasitas partai politik (termasuk PDI-P dan lainnya) dalam mewakili masyarakat yang tertindas karena mereka dianggap lebih terjebak dalam kepentingan kekuasaan daripada penegakan keadilan sosial. #munirsaidthalib #pdip #megawati #politik