@notplayboi.don: Yep #playboicarti #pierrebourne

Don
Don
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 13 May 2026 01:35:26 GMT
25868
4163
38
128

Music

Download

Comments

samskis3
sam :
U just ain't noticing him
2026-05-13 02:17:12
501
tigerazgo67
🇵🇷ALEX 🇵🇷🥊 :
Hot take nudy had a better verse
2026-05-13 02:35:00
110
_variantz
@variantz :
I know a guy
2026-06-18 15:54:03
1
mit_k0l
@#$&£€¥©®¡§¶¿™ :
Only carti manages to extract all the creativity of pierre
2026-05-13 13:51:38
76
vl0ne_jacket_and_molly_
Blasphemy_and_delusional :
U didn’t noticed him
2026-06-16 14:10:10
6
collucci.20
𝕸𝖆𝖙𝖙 :
2026-06-14 23:23:20
4
keo.taps
Miyori :
it’s “fye” huh
2026-06-19 00:14:35
0
owenbaldensperger
owenbaldensperger :
Ts is my alarm everyday
2026-05-13 23:10:41
4
ryanrios._
￴￴ ￴ ￴￴ :
carti did it
2026-05-13 01:42:11
54
w05ts
w05ts :
Please can someone checkout my Pierre x Carti beat I just posted 💜💜💜
2026-05-19 17:08:30
0
heaxu
𝕸𝖆𝖙𝖎𝖆𝖘 🦇 :
2026-06-05 18:43:14
0
tsch038
Tyler :
You dont notice him
2026-06-04 15:39:57
0
milkormedz
Jango Fett :
because slime bout dat action
2026-05-13 11:57:23
1
To see more videos from user @notplayboi.don, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ada luka yang tidak berdarah, tetapi mengalir di setiap langkah. Ada sakit yang tidak menjerit, tetapi menggema lebih keras daripada tangisan. Sejak kau pergi, aku belajar bahwa trauma bukan selalu tentang peristiwa besar yang menghancurkan segalanya dalam satu malam. Kadang ia lahir dari seseorang yang pernah berjanji akan tinggal, lalu pergi dengan tenang, seolah tidak pernah ada cerita yang ditinggalkan. Aku masih mampu tersenyum, masih mampu bercakap dengan banyak orang, tetapi ada bagian dari diriku yang tertinggal di reruntuhan masa lalu. Setiap kali seseorang mendekat, bayanganmu berdiri di antara kami. Aku menjadi rumah yang selalu mengunci pintunya sendiri, bukan karena membenci tamu, melainkan karena takut kehilangan lagi. Sebab aku tahu rasanya membangun harapan setinggi langit, lalu melihatnya runtuh tanpa aba-aba. Trauma cinta mengajariku cara mencurigai kebahagiaan. Ketika perhatian datang, aku bertanya kapan ia akan berubah menjadi pengabaian. Ketika kasih sayang diberikan, aku bersiap menghadapi perpisahan. Luka itu membuatku menghafal cara bertahan, tetapi perlahan melupakan cara mempercayai. Aku hidup, namun sebagian hatiku terus berjaga seperti penjaga malam yang tidak pernah mengenal waktu istirahat. Ironisnya, aku tidak marah padamu lagi. Yang tersisa hanyalah rasa takut yang menjelma kebiasaan. Aku takut terlalu dekat, takut terlalu berharap, takut terlalu percaya. Seolah hatiku pernah terbakar hebat, lalu memilih menjadi abu agar tidak merasakan panas yang sama. Dan di sinilah aku sekarang, berdiri di antara keinginan untuk mencintai dan ketakutan untuk terluka. Menyimpan sakit tanpa jerit, memelihara luka tanpa suara. Namun jauh di dalam diam yang panjang ini, aku masih percaya bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang tidak datang untuk menyembuhkan luka-lukaku, melainkan mengajarkanku bahwa tidak semua cinta diciptakan untuk meninggalkan trauma. Ada cinta yang datang untuk tinggal, dan membuat hati yang retak berani percaya kembali. ~alex~ **Jika postingan ini relate dengan kamu dan bisa menjadi solusi atau bahan renungan dan refleksi silahkan Follow akun ini ya. Terima kasih. Salam.
Ada luka yang tidak berdarah, tetapi mengalir di setiap langkah. Ada sakit yang tidak menjerit, tetapi menggema lebih keras daripada tangisan. Sejak kau pergi, aku belajar bahwa trauma bukan selalu tentang peristiwa besar yang menghancurkan segalanya dalam satu malam. Kadang ia lahir dari seseorang yang pernah berjanji akan tinggal, lalu pergi dengan tenang, seolah tidak pernah ada cerita yang ditinggalkan. Aku masih mampu tersenyum, masih mampu bercakap dengan banyak orang, tetapi ada bagian dari diriku yang tertinggal di reruntuhan masa lalu. Setiap kali seseorang mendekat, bayanganmu berdiri di antara kami. Aku menjadi rumah yang selalu mengunci pintunya sendiri, bukan karena membenci tamu, melainkan karena takut kehilangan lagi. Sebab aku tahu rasanya membangun harapan setinggi langit, lalu melihatnya runtuh tanpa aba-aba. Trauma cinta mengajariku cara mencurigai kebahagiaan. Ketika perhatian datang, aku bertanya kapan ia akan berubah menjadi pengabaian. Ketika kasih sayang diberikan, aku bersiap menghadapi perpisahan. Luka itu membuatku menghafal cara bertahan, tetapi perlahan melupakan cara mempercayai. Aku hidup, namun sebagian hatiku terus berjaga seperti penjaga malam yang tidak pernah mengenal waktu istirahat. Ironisnya, aku tidak marah padamu lagi. Yang tersisa hanyalah rasa takut yang menjelma kebiasaan. Aku takut terlalu dekat, takut terlalu berharap, takut terlalu percaya. Seolah hatiku pernah terbakar hebat, lalu memilih menjadi abu agar tidak merasakan panas yang sama. Dan di sinilah aku sekarang, berdiri di antara keinginan untuk mencintai dan ketakutan untuk terluka. Menyimpan sakit tanpa jerit, memelihara luka tanpa suara. Namun jauh di dalam diam yang panjang ini, aku masih percaya bahwa suatu hari nanti akan ada seseorang yang tidak datang untuk menyembuhkan luka-lukaku, melainkan mengajarkanku bahwa tidak semua cinta diciptakan untuk meninggalkan trauma. Ada cinta yang datang untuk tinggal, dan membuat hati yang retak berani percaya kembali. ~alex~ **Jika postingan ini relate dengan kamu dan bisa menjadi solusi atau bahan renungan dan refleksi silahkan Follow akun ini ya. Terima kasih. Salam.

About