@siapayaaaa910: #uenofamily #uenofamilyjapan #natsuki #ritsuki #ummamega

.
.
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 14 May 2026 09:23:51 GMT
35315
2081
14
77

Music

Download

Comments

endangs983
Endangs :
ini kenapa Natsuki jd suka di kuncir gitu ya rambutnya
2026-05-14 11:54:36
45
ryuu34710
_~Ryu🤍 :
uma: ngomong apa sih😭😭
2026-07-28 11:19:38
0
yohana_ulie_
⋆౨ৎ˚⟡˖ ࣪rawrr _yohana⋆˚𝜗𝜚˚⋆ :
ritt tengok mas mu ada antena nya
2026-05-14 09:35:19
11
olivjasmine6
lips_ :
anak ku best kui
2026-07-09 05:17:24
0
mutiaraara123
참견하기 좋아하는 :
rambut mas natt nyaa😭
2026-05-14 14:08:51
7
kuma91__
kuma91__ :
mbak rit cantik bgt
2026-05-15 02:54:49
2
tehmanis2055
khay :
suka pakai daster mbak rits
2026-05-14 10:42:49
7
novianiochie
noviani ochie :
😭aku gk ngerti rits,nats....
2026-05-15 01:17:12
2
aliyah.nabila.zah75
random👀💕🤏 :
rambutnya kyak mutsuki
2026-05-15 02:17:18
0
septiyaa755
septiyaa :
kok macet kak
2026-05-14 09:27:17
0
unana799
unana799 :
klambine mak e po piye kui bes... ?
2026-05-15 07:57:07
0
viaaivv
namanya aaiv :
ritsss klambimu iso dinggo tekan smp kui
2026-05-15 06:38:57
0
onlyra100
onlyraa🇦🇱🇦🇱 :
kek nya ngerasani Uma pake bahasa jepangg😭😭😭😭🤭🤭🤭🤭
2026-06-19 23:51:32
0
To see more videos from user @siapayaaaa910, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hidup modern seringkali penuh sesak oleh urusan, harapan, dan hubungan yang seolah wajib dipertahankan. Padahal tidak semua yang menempel pada kita pantas tinggal. Ada yang hanya menghabiskan tenaga, meramaikan pikiran, dan menjauhkan hati dari intinya. Melepaskan bukan tanda kalah. Ia adalah cara membuat ruang, agar yang hakiki bisa terlihat kembali. Banyak orang tidak menemukan yang penting bukan karena yang penting itu tersembunyi, melainkan karena pandangan mereka tertutup oleh yang remeh. Notifikasi, gengsi, dendam kecil, perbandingan, dan ketakutan ketinggalan terus merampas perhatian. Semuanya terasa mendesak, lalu yang mendesak dikira penting. Padahal yang benar-benar penting biasanya lebih sunyi: iman yang terjaga, kesehatan yang tidak diabaikan, keluarga yang tidak ditunda, dan hati yang tidak dikhianati. Tanpa pelepasan, yang sunyi itu tertimbun. Melepaskan yang tidak penting juga berarti jujur tentang apa yang selama ini hanya dipertahankan karena takut kosong. Ada pekerjaan yang sudah tidak menumbuhkan, ada hubungan yang hanya menyisakan luka, ada kebiasaan yang hanya menenangkan sebentar lalu membuat lelah. Melepaskan hal-hal itu terasa berat di awal karena identitas seseorang seringkali tertempel pada kesibukan. Namun, setelah dilepas, muncul kejelasan yang selama ini tertunda. Seseorang mulai tahu apa yang pantas diperjuangkan, dan apa yang selama ini hanya menjadi kebisingan. Menemukan yang penting tidak selalu datang sebagai wahyu yang dramatis. Ia bisa datang sebagai rasa lapang setelah menolak undangan yang menguras, sebagai waktu yang kembali untuk berdoa, atau sebagai kemampuan mendengar orang terkasih tanpa terburu-buru. Yang penting itu tidak menuntut kita menjadi orang lain. Ia mengembalikan kita kepada diri yang lebih utuh. Dari situ keputusan menjadi lebih tegas: tidak semua harus dijawab, tidak semua harus dimiliki, tidak semua harus dibela.
Hidup modern seringkali penuh sesak oleh urusan, harapan, dan hubungan yang seolah wajib dipertahankan. Padahal tidak semua yang menempel pada kita pantas tinggal. Ada yang hanya menghabiskan tenaga, meramaikan pikiran, dan menjauhkan hati dari intinya. Melepaskan bukan tanda kalah. Ia adalah cara membuat ruang, agar yang hakiki bisa terlihat kembali. Banyak orang tidak menemukan yang penting bukan karena yang penting itu tersembunyi, melainkan karena pandangan mereka tertutup oleh yang remeh. Notifikasi, gengsi, dendam kecil, perbandingan, dan ketakutan ketinggalan terus merampas perhatian. Semuanya terasa mendesak, lalu yang mendesak dikira penting. Padahal yang benar-benar penting biasanya lebih sunyi: iman yang terjaga, kesehatan yang tidak diabaikan, keluarga yang tidak ditunda, dan hati yang tidak dikhianati. Tanpa pelepasan, yang sunyi itu tertimbun. Melepaskan yang tidak penting juga berarti jujur tentang apa yang selama ini hanya dipertahankan karena takut kosong. Ada pekerjaan yang sudah tidak menumbuhkan, ada hubungan yang hanya menyisakan luka, ada kebiasaan yang hanya menenangkan sebentar lalu membuat lelah. Melepaskan hal-hal itu terasa berat di awal karena identitas seseorang seringkali tertempel pada kesibukan. Namun, setelah dilepas, muncul kejelasan yang selama ini tertunda. Seseorang mulai tahu apa yang pantas diperjuangkan, dan apa yang selama ini hanya menjadi kebisingan. Menemukan yang penting tidak selalu datang sebagai wahyu yang dramatis. Ia bisa datang sebagai rasa lapang setelah menolak undangan yang menguras, sebagai waktu yang kembali untuk berdoa, atau sebagai kemampuan mendengar orang terkasih tanpa terburu-buru. Yang penting itu tidak menuntut kita menjadi orang lain. Ia mengembalikan kita kepada diri yang lebih utuh. Dari situ keputusan menjadi lebih tegas: tidak semua harus dijawab, tidak semua harus dimiliki, tidak semua harus dibela.

About