@beritakorupsi.co: Sidang perkara dugaan korupsi suap dan gratifikasi hasil Kegiatan Tangkap Tangan atau OTT KPK di Kabupaten Ponorogo pada 7 November 2025 lalu kembali memanas. Fakta-fakta mengejutkan terungkap satu per satu dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa, 12 Mei 2026). Mulai dari pengakuan adanya hubungan “teman dekat” antara anggota DPRD Ponorogo Relelyanda Solekha Wijayanti alias Lely dengan pengusaha nasional sekaligus seniman Reog Ponorogo, Sugiri Heru Sangoko, hingga dugaan rencana “OTT kecil-kecilan” dengan uang jebakan senilai Rp200 juta yang menyeret nama Kejaksaan Negeri Ponorogo. Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim I Made Yulianda, SH., MH., bersama hakim anggota Manambus Pasaribu, SH., MH., dan Lujianto, SH., MH., menghadirkan lima saksi untuk terdakwa Sugiri Sancoko selaku Bupati Ponorogo, Agus Pramono selaku Sekda Ponorogo, dan Yunus Mahatma selaku Direktur RSUD dr. Harjono S Ponorogo. Kelima saksi tersebut yakni Mujib Ridwan, Relelyanda Solekha Wijayanti alias Lely, Sucipto, Niken, dan Daris Fuadi. Namun perhatian ruang sidang langsung tertuju kepada Daris Fuadi, sosok yang mengaku sebagai “orang kepercayaan” Sugiri Heru Sangoko. Di hadapan Majelis Hakim, Daris secara terbuka mengakui dirinya dipercaya menjaga hubungan "teman dekat" antara Heru dan Lely. “Karena Pak Heru dengan Bu Lely kan teman dekat,” ujar Daris sambil memperagakan jari kedua tangannya yang dipertemukan. Jawaban itu sontak memicu gelak tawa pengunjung sidang. Ruang sidang yang sejak awal tegang mendadak riuh. Bahkan Majelis Hakim sempat menghentikan pertanyaan terkait istilah “teman dekat” tersebut. Namun suasana kembali serius ketika Majelis Hakim mulai menelusuri dugaan aliran uang untuk kepentingan Pilkada Sugiri Sancoko. Hakim mempertanyakan mengapa permintaan uang oleh Agus Pramono kepada Lely untuk kepentingan Pilkada Sugiri Sancoko, tetapi yang mentransfer justru Sugiri Heru Sangoko. “Apa kaitannya Pak Agus minta uang ke Lely untuk Pilkada Pak Sugiri, tapi yang transfer Pak Heru?” tanya Majelis Hakim tajam. “Karena Pak Heru teman dekat Bu Lely,” jawab Daris lagi. Hakim kembali mencecar. “Tapi apa kaitannya?” tanya Hakim. Namun Daris hanya menjawab pendek. “Kurang tahu Yang Mulia.” Jawaban berulang itu membuat suasana sidang semakin menarik. Majelis Hakim terlihat curiga ada fakta yang sengaja ditutupi. Tak berhenti di situ, Daris juga mengungkap bahwa untuk mengerjakan proyek di RSUD dr. Harjono S Ponorogo, terpidana Sucipto harus lebih dulu “sowan” atau meminta izin kepada Sugiri Heru Sangoko. “Kenapa harus izin ke Pak Heru? Apa kaitannya dengan proyek RSUD?” tanya hakim lagi. Namun lagi-lagi Daris menjawab, “Kurang tahu.” Meski demikian, Daris mengakui dirinya yang mempertemukan Sucipto dengan Heru di rumah Lely karena sudah mengenal Sucipto sejak kecil. Bahkan Daris mengaku pernah diberi uang Rp30 juta oleh Sucipto. Puncak persidangan terjadi saat Daris membongkar adanya dugaan rencana “OTT kecil-kecilan” terhadap Direktur RSUD dr. Harjono S Ponorogo, Yunus Mahatma. Menurut Daris, dirinya pernah diminta Lely menyiapkan uang Rp200 juta dan menemui orang Kejaksaan Negeri Ponorogo. “Semacam OTT kecil-kecilan. Saya disuruh menemui orang Kejaksaan. Tapi saya tidak tahu itu jaksa atau bukan. Uang Rp200 juta itu saya pinjam online,” ungkap Daris. Mendengar pengakuan tersebut, ruang sidang kembali gaduh. Majelis Hakim pun langsung mempertanyakan maksud pertemuan dengan pihak Kejaksaan. “Tujuannya apa?” tanya hakim. Dan dijawab oleh Daris “Siap,” jawab Daris singkat. Keterangan Daris kemudian dikonfirmasi kepada Lely. Namun anggota DPRD Ponorogo dari Fraksi PDIP Perjuangan itu tidak membantah maupun membenarkan secara tegas. “Katanya ada pengumpulan uang dari kontraktor di RSUD, jadi saya menyuruh melaporkan ke Kejaksaan,” kata Lely. Pernyataan itu justru memancing teguran keras dari Ketua Majelis Hakim. “Saudara ini wakil rakyat. Jangan mencampurkan urusan politik dengan pribadi." #fyp #TikTokSeries #ponorogo24jam #jawatimur #kpk

BERITAKORUPSI
BERITAKORUPSI
Open In TikTok:
Region: ID
Thursday 14 May 2026 12:09:57 GMT
40966
330
19
217

Music

Download

Comments

2020_vellakitchen
vella's kitchen :
sugiri Heru sangoko sama Sugiri Sancoko itu orang yg sama ato beda sih..kok bingung 🤔mohon pencerahannya
2026-05-15 12:42:16
4
ajiehajj
Day to day :
Lely kui dari Partai apa
2026-05-14 16:36:12
2
litatugaswatiseti
litatugaswatiseti :
heleh alasan.
2026-05-16 00:42:03
1
sly_583
SLY_58 :
negeriku sdh terlanjur "ANEH". orang yg berjasa dlm mengungkap sesuatu yg jelas kliru & salah, tetep di korek kemana2. Gak jelas, nge blur kan masalah utama.
2026-05-14 19:40:12
8
maher.isro13
Maherrrr :
Oalah sing diomongne DPR PDIP nggendak ki iki to...
2026-05-14 17:30:18
5
wahdanfabiano
Wahdan Telo :
kok jadi mengkambing hitamkan org lain? emang KPK Ki gak HEBAT???
2026-05-15 02:42:01
2
adi.jaguar.paw
adi jaguar :
kasi pidsus ponorogo kok msh aman2 aja
2026-05-15 09:52:13
2
saptodarmo415
Sapto Darmo :
😁😁😁😁 kok teko babagan ,, APEM .
2026-05-15 05:30:05
2
kang.uqi
d0yok :
la trus sing hubungi kpk sopo... yo kui bagian dalange
2026-05-15 11:17:30
1
lilimutiyasari
Lilimutiyasari :
@radityanpp
2026-05-18 01:59:25
1
hartatahtaameydia
Amey Dia :
@Rolan Adi Pratama @mamakolandia
2026-05-16 06:39:05
1
To see more videos from user @beritakorupsi.co, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About