@redaksisaintek: Dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja. Kasus pelecehan seksual yang baru-baru ini mencuat di lingkungan kampus seakan nenjadi alarm keras bagi kita semua. Fenomena ini mengungkap sisi gelap ruang obrolan digital yang beralih fungsi menjadi medium normalisasi kekerasan melalui komentar seksis, objektifikasi, hingga pelecehan verbal yang berlindung di balik kata "bercanda". Ketika solidaritas kelompok justru digunakan untuk merendahkan martabat orang lain, saat itulah rasa aman di institusi pendidikan perlahan-lahan runtuh. Kekerasan seksual tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan tumbuh melalui tahapan dalam "Piramida Rap Culture". Dimulai dari tahap victimization melalui candaan yang tidak senonoh, naik ke tahap degradation dengan pelecehan verbal di ruang publik, hingga berujung pada hilangnya otonomi korban dan kekerasan fisik. Jangan lagi memaklumi perilaku yang merendahkan dengan dalih "hanya bercanda", karena pembiaran kecil hari ini adalah akar dari kejahatan besar di masa depan. Mari berhenti menormalisasi dan mulai menciptakan ruang aman yang nyata bagi semua individu. ------------------------------------------------------------------ Riset: Revi Meilani, Pipit Pitriani, Mila Kamilah Redaktur: Salwaa Najah Nabilah -------------------------- Instagram: @lpmreaksi_ YouTube: LPM REAKSI Email: [email protected] Website: redaksisaintek.com -------------------------- Departemen Redaksi dan Penerbitan Departemen Penelitian dan Pengembangan #lpmreaksi #fstuinsgd #uinsgdbdg