@asal_post8: Namanya Uthman ibn Maz'un. la termasuk sahabat yang masuk Islam sangat awal, bahkan sebelum banyak orang berani menunjukkan keimanannya secara terang-terangan. la dikenal lembut, zuhud, dan sangat serius dalam beribadah. Di saat banyak orang masih sibuk mengejar dunia, hatinya justru mulai menjauh dari semua itu. Semakin lama, kecintaannya pada ibadah semakin besar. la ingin hidup sepenuhnya untuk Allah. la ingin shalat lebih lama, puasa lebih sering, dan mengurangi semua kesenangan dunia. Baginya, dunia terasa terlalu kecil dibanding akhirat. Sampai akhirnya muncul satu keinginan yang sangat ekstrem dalam dirinya: ia ingin menjauhi perempuan dan hidup seperti rahib yang meninggalkan dunia sepenuhnya. Bagi Uthman ibn Maz'un, itu terlihat seperti jalan tercepat menuju ketakwaan. Semakin keras hidupnya, semakin tinggi menurutnya nilai ibadah itu. la ingin fokus total pada akhirat tanpa terganggu urusan dunia. Dan banyak orang yang semangat ibadahnya tinggi memang kadang jatuh pada perasaan seperti ini: mengira semakin berat hidupnya, semakin mulia dirinya di sisi Allah. Namun Islam tidak datang untuk mematikan fitrah manusia. Ketika Nabi mendengar keinginan Uthman ibn Maz'un, beliau tidak membiarkannya. Nabi justru menegurnya dengan lembut. Beliau menjelaskan bahwa Islam bukan agama yang mengajarkan manusia menyiksa dirinya sendiri atau meninggalkan kehidupan sepenuhnya. Nabi bersabda bahwa beliau sendiri berpuasa dan berbuka, shalat malam dan juga tidur, serta menikahi perempuan. Lalu beliau berkata: "Barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku." Kalimat itu sangat dalam. Karena ternyata menjadi dekat dengan Allah bukan berarti harus membenci dunia sepenuhnya. Bukan berarti tubuh tidak punya hak. Bukan berarti manusia harus hidup tanpa istirahat, tanpa keluarga, tanpa kebahagiaan yang halal. Dan yang menarik, Nabi adalah manusia paling bertakwa. Tapi justru beliau yang paling seimbang dalam menjalani hidupnya. Uthman ibn Maz'un akhirnya memahami bahwa semangat ibadah yang besar tetap harus dibimbing dengan benar. Bahwa Islam tidak mengajarkan manusia menjadi malaikat. Islam mengajarkan manusia menjadi manusia-yang beribadah, tapi tetap hidup sesuai fitrahnya. Meski begitu, Uthman ibn Maz'un tetap dikenal sebagai sosok yang sangat zuhud dan dekat dengan akhirat. la bukan orang yang cinta kemewahan. Hatinya tetap lembut dan penuh ibadah. Hingga akhirnya ia menjadi sahabat pertama dari kalangan Muhajirin yang wafat di Madinah. Saat ia meninggal, Nabi sangat sedih. Beliau bahkan mencium kening Uthman ibn Maz'un setelah wafatnya, sampai para sahabat melihat air mata Nabi jatuh. Itu menunjukkan betapa besar cinta beliau kepada sahabat yang tulus seperti dirinya. Kisah ini terasa sangat relevan hari ini. Karena ada orang yang ketika mulai hijrah, langsung ingin berubah secara ekstrem. Ingin memaksa dirinya terus kuat. Terus ibadah. Terus keras terhadap diri sendiri. Sampai lupa bahwa tubuh, hati, keluarga, dan jiwa juga punya hak. Padahal Islam bukan tentang siapa yang paling menyiksa dirinya. Tapi siapa yang paling istiqamah dan paling benar jalannya. Dan mungkin itulah pelajaran besar dari kisah Uthman ibn Maz'un: bahwa Allah tidak meminta manusia meninggalkan fitrahnya... tapi mengarahkannya agar tetap berjalan menuju-Nya dengan seimbang. Sumber: Diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, serta kitab-kitab sirah tentang kehidupan para sahabat. #dakwah_islam #sirahnabawiyah #muslim #viral #fyp
asal_post 🇸🇦
Region: ID
Friday 15 May 2026 10:51:20 GMT
Music
Download
Comments
Liii🍀 :
kisah ini mengajarkan bahwa dunia itu penting, bumi diciptakan utk manusia tinggal bukan semata mata hanya mengejar akhirat, tapi utk belajar..
2026-05-15 23:27:29
10
bro Z :
serba salah
2026-06-17 13:08:14
1
Gandung Jagad Gumelar :
tapi jika memang dunia sangat perih?
2026-07-08 13:40:14
0
ada banyak nama... :
2026-06-16 02:13:27
0
Bedz :
Tapi ukuran seimbang setiap orang itu memang berbeda-beda ya? Jadi jangan menghakimi standar seimbang (dunia akhirat) setiap orang juga ga sih? Batasnya mungkin hal-hal yang diwajibkan, diperbolehkan, sebaiknya tidak dilakukan, dan yang sama sekali tidak boleh (haram). Selama kaidah batas-batas tidak dilanggar (terutama yang wajib dan yang ga boleh), masih mungkin bisa dikategorikan seimbang ga sih? Wallahu 'alam.🙏🏼
2026-07-03 08:11:22
1
Angga :
sesungguhnya menjalani keduniaan dengan tubuh manusia ini adalah ujian sesungguhnya 😭
2026-06-13 04:45:15
0
hi doank :
ya karan di atas islam dan iman adalah ihsan, ihsan sendiri adalah karakter penyeimbang antara dunia dan akhirat tapi ya ini sangat susuah karna manusia cenderung condong ke satu arah
2026-05-31 09:07:15
1
Thv_n :
hampir saja terjebak
2026-05-17 03:35:12
2
Heavenly Cultivator :
@roxexr
2026-05-18 21:41:41
0
To see more videos from user @asal_post8, please go to the Tikwm
homepage.