˃͈◡˂͈ :
Seringkali, saat ia sedang menaburkan gula ke dalam tehnya, ia takut minumannya menjadi terlalu manis—namun jauh lebih ia takutkan rasa pahit yang akan tertinggal nanti. Meski begitu, ia tetap ingin menambah sedikit gula, berharap rasa manis itu meresap sepenuhnya ke dalam setiap tetesnya, agar rasanya tetap nikmat dan lembut. Namun harapan itu selalu pudar seiring waktu; rasa pahit itu kembali muncul, semakin terasa tajam, dan menyakiti lidah yang sedari awal sudah menanti rasa manis.
Kadang ia merasa iri saat melihat orang lain menyedu secangkir kopi yang pahit, yang dengan mudah bisa berubah menjadi manis hanya dengan tambahan gula. Sementara dirinya? Bahkan air putih yang paling tawar pun tak sanggup ia ubah menjadi manis, seolah tak ada satu pun cara yang bisa membuat hatinya merasa nyaman.
Pada akhirnya, ia pun menyerah. Ia membiarkan rasa itu mencari kebahagiaannya sendiri di tempat lain. Ia hanya berharap, kelak ada yang mampu memberikan rasa manis yang indah, cukup untuk membuat kopi itu terasa manis dan siapa pun yang meminum nya akan merasa tersenyum dan bahagia. bukan seperti ia yang hanya bisa merasakan pahit nya kopi itu.
namun ini bukan tentang kopi atau pun gula, ini tentang seseorang yg berusaha mengubah seseorang namun ia gagal, dan ia hanya mendapat sakit nya saja. ☺
2026-05-17 06:34:12