@ahmed_hider0: #الشعب_الصيني_ماله_حل #مالي_خلق_احط_هاشتاقات #

احـ(الحـلـفـي)ـمد
احـ(الحـلـفـي)ـمد
Open In TikTok:
Region: IQ
Friday 15 May 2026 18:19:33 GMT
191
12
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @ahmed_hider0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan ketika mendapat laporan soal anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dinilai tidak wajar. Karena, dalam waktu bersamaan, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia dan nilai tukar dolar AS, mengalami kenaikan. Logikanya, harga TBS harusnya ikut naik. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman usai rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, pemerintah melibatkan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan jutaan petani sawit di Indonesia. Awalnya, Mentan Amran menceritakan, Prabowo sempat mempertanyakan penyebab turunnya harga TBS yang terjadi beberapa waktu lalu. Tak lama setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Di mana, PT DSI menjadi eksportir tunggal bagi produk CPO, batu bara dan paduan besi (ferro alloy). Mentan Amran menilai, pemerintah mengumpulkan pelaku usaha sawit dari berbagai daerah untuk menelusuri penyebab penurunan harga tersebut. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara pergerakan harga TBS di tingkat petani dan kondisi pasar global. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penurunan harga TBS tidak memiliki dasar ekonomi yang kuat. Pasalnya, pada saat yang sama, harga CPO dunia justru meningkat dan nilai tukar dolar AS menguat. Oleh sebab itu, Mentan Amran menyatakan pemerintah mengingatkan seluruh pelaku industri agar tidak mengambil keuntungan dengan mengorbankan petani sawit. Sebab, para petani merupakan tulang punggung produksi nasional. - Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store. #inilahNews #CPO #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah
Presiden Prabowo Subianto langsung turun tangan ketika mendapat laporan soal anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit yang dinilai tidak wajar. Karena, dalam waktu bersamaan, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia dan nilai tukar dolar AS, mengalami kenaikan. Logikanya, harga TBS harusnya ikut naik. Hal itu disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman usai rapat terbatas (ratas) dengan Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, pemerintah melibatkan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penyimpangan yang berpotensi merugikan jutaan petani sawit di Indonesia. Awalnya, Mentan Amran menceritakan, Prabowo sempat mempertanyakan penyebab turunnya harga TBS yang terjadi beberapa waktu lalu. Tak lama setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI). Di mana, PT DSI menjadi eksportir tunggal bagi produk CPO, batu bara dan paduan besi (ferro alloy). Mentan Amran menilai, pemerintah mengumpulkan pelaku usaha sawit dari berbagai daerah untuk menelusuri penyebab penurunan harga tersebut. Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan ketidaksesuaian antara pergerakan harga TBS di tingkat petani dan kondisi pasar global. Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa penurunan harga TBS tidak memiliki dasar ekonomi yang kuat. Pasalnya, pada saat yang sama, harga CPO dunia justru meningkat dan nilai tukar dolar AS menguat. Oleh sebab itu, Mentan Amran menyatakan pemerintah mengingatkan seluruh pelaku industri agar tidak mengambil keuntungan dengan mengorbankan petani sawit. Sebab, para petani merupakan tulang punggung produksi nasional. - Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store. #inilahNews #CPO #Inilahcom #TitikTengah #titikcerah

About