@nusantaragrowthnetwork: Kalau kita jujur, inilah suara banyak warga desa—entah dibisikkan di warung kopi, grup WA RT, sampai ruang rapat desa. BUMDes itu lahir untuk membangun ekonomi desa, tapi di mata sebagian masyarakat… yang terlihat justru kayak lembaga eksklusif yang hanya bisa diakses orang-orang tertentu. Dan persepsi ini lebih berbahaya dari kekurangan modal, kurang relasi, atau kurang pelatihan apa pun. Karena sekali masyarakat merasa BUMDes itu “punya orang-orang dalam”… ➡️ kepercayaan hilang ➡️ dukungan mati ➡️ setiap keputusan dicurigai Dan tanpa kepercayaan? BUMDes secanggih apa pun, nggak akan pernah benar-benar jalan. 🔥 Kenapa masyarakat merasa begitu? Ini POV pedas yang harus kita dengar: 1️⃣ Yang jadi pengurus kok itu-itu aja? Warga melihat pola yang sama: orang dekat kades → jadi pengurus. Masuk akal kalau muncul kecurigaan soal profesionalitas dan objektivitas. 2️⃣ BUMDes kok tertutup banget? Tidak ada laporan yang simpel dan mudah dibaca warga. Akhirnya publik merasa… “Ada apa sih di dalam? Ada yang disembunyiin ya?” 3️⃣ Kinerjanya nggak kelihatan. Kalau warga hanya melihat rapat, tapi tidak melihat hasil, mereka mulai mempertanyakan: “Beneran kerja atau cuma bikin kegiatan?” 4️⃣ BUMDes = tempat titip kepentingan? Muncul asumsi bahwa BUMDes jadi tempat parkir orang-orang dekat kekuasaan. Padahal itu hanya persepsi — tapi ingat: persepsi publik itu bisa membunuh reputasi. 5️⃣ BUMDes bukan lembaga umum, tapi kayak klub privat. Tidak ada ruang partisipasi. Tidak ada ruang bertanya. BUMDes seperti hidup sendiri, bukan hidup untuk desa. ⚠️ Masalah utamanya bukan BUMDes-nya. Tapi ‘jarak sosial’ antara BUMDes dan masyarakat. Jika masyarakat merasa “ditinggalkan”, “tidak diajak bicara”, “tidak tahu apa yang terjadi”… maka otomatis mereka akan merasa ➡️ BUMDes bukan untuk mereka ➡️ BUMDes hanya untuk lingkaran tertentu ➡️ BUMDes = lembaga orang dalam Padahal kebenarannya sederhana: BUMDes akan kuat kalau masyarakat percaya. BUMDes akan berkembang kalau masyarakat bangga. BUMDes akan hidup kalau masyarakat terlibat. 🚀 SOLUSI NYATA: Bangun Kembali Kepercayaan Publik Tidak perlu menunggu anggaran besar. Yang dibutuhkan BUMDes sekarang bukan seminar—tapi transparansi, komunikasi, dan keterlibatan. ✔️ Publikasikan laporan sederhana ✔️ Tampilkan progres, bukan hanya rapat ✔️ Libatkan warga dalam keputusan strategis ✔️ Buka kesempatan bagi talenta lokal ✔️ Bangun budaya profesional, bukan budaya kedekatan Karena begitu masyarakat melihat BUMDes bekerja jujur, terbuka, dan nyata, semua stigma “orang dalam” akan jatuh dengan sendirinya. Kalau bukan sekarang benahin citra BUMDes, kapan lagi? Reputasi bukan dibangun dari rapat—tapi dari kepercayaan warga. Saat masyarakat bangga, BUMDes pasti menang. HUBUNGI KAMI https://wa.me/6285199586675 Manajemen Pengelolaan BUMDes, Ekonomi Desa Wisata, Ekonomi Desan dan Kota, Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan, Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa #manajemenbumdes #pengurusbumdes #transparansibumdes #akuntabilitasdesa #creatorsearchinsights

Nusantara Growth Network
Nusantara Growth Network
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 16 May 2026 03:22:56 GMT
957
11
1
5

Music

Download

Comments

herman.suherman920
herman suherman :
Bumdes kaya ada, tapi kaya tidak ada, atau memang masih ada.
2026-05-16 06:18:20
1
To see more videos from user @nusantaragrowthnetwork, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About