oh wow, Tuan. sungguh indah sajak yang engkau bagikan. sosok kaum keturunan Hawa mana yang beruntung tersebut? bahkan hujung bibir saya sendiri secara tidak sadar membentuk lengkungan sabit berkat kalimatmu. betapa beruntung nya, Tuan—abad 21 ini kita benar-benar beruntung dapat melihat keindahan di balik binar mata yang sering kali teduh tersebut.
2026-05-16 09:40:20
123
my, kiyotaka :
aku pernah berpikir bahwa manusia datang dan pergi itu hal biasa.
sampai akhirnya aku bertemu denganmu, dan untuk pertama kalinya, aku takut jika suatu hari semesta mengambil kembali seseorang yang sudah berhasil membuat hidupku terasa tenang, karena setelah semua hal buruk yang pernah terjadi, kamu bukan lagi sekadar “seseorang”, kamu adalah alasan kenapa dunia tidak terasa seburuk itu lagi.
2026-05-19 17:45:35
23
HIMMEL~π :
cantik?, kau lebih dari itu, wajahmu tidak bisa diibaratkan oleh kata, kekurangan mu bahkan membuat kau terlihat sempurna, dan bila kau merasa tidak cantik bacalah ini dan sadarlah bahwa kau adalah keajaiban yang tuhan berikan kepada alam semesta
2026-05-17 09:16:47
37
Dobronx :
"Kalau suatu hari hidupku diputar ulang seperti film, mungkin aku tidak akan mencari hari paling bahagia. Aku cuma ingin berhenti lebih lama di hari ketika aku melihatmu tersenyum. Karena anehnya, dari sekian banyak hal yang pernah membuatku senang, senyummulah yang paling sering ingin kuingat."
2026-06-06 06:33:52
1
bangfnzi :
2026-06-06 01:41:57
0
Chinsss :
pengen ngirim tapi just friend
2026-05-27 12:28:28
4
imell💤 :
kesinii karena dikirimin cowok akuu🙂
2026-05-18 13:44:25
11
XiooHoneyy~ :
perang-perang besar pernah mengubah peta dunia, kerajaan-kerajaan megah dibangun lalu runtuh menjadi puing yang terlupakan oleh waktu. miliaran manusia telah lahir, menulis cerita mereka sendiri, lalu pergi meninggalkan jejak yang perlahan memudar. namun anehnya, dari seluruh untaian waktu yang begitu panjang dan jutaan probabilitas kehidupan yang ada, benang takdirku sengaja dianyam untuk berjalan di abad yang sama, di tahun yang sama, dan di detik yang sama bersamamu.
seolah seluruh perang, kedamaian, runtuhnya peradaban, dan bangkitnya sejarah manusia purba hingga modern, hanya menjadi latar belakang panjang demi menuntunku pada takdir sesederhana mengenal senyummu. masihkah kau menyebut semua ini kebetulan?
-Xioo