rafanyalagibobo :
Setiap malam, sebelum tidur, aku selalu menyampaikan sesuatu untukmu. Bukan lewat pesan, bukan lewat panggilan, dan bukan juga lewat kata-kata yang bisa kamu dengar langsung. Aku hanya menyebut namamu pelan di dalam hati, seolah-olah semesta bisa menyampaikan semuanya kepadamu. Kadang aku bertanya dalam diam, apa kamu pernah merasakannya? Apa kamu pernah tiba-tiba merasa dingat oleh seseorang, tanpa tahu siapa orangnya? Karena setiap malam, di antara doa-doa yang aku bisikkan pada Tuhan, selalu ada namamu yang ikut terselip di sana.
Aku mendoakan hal-hal baik untukmu, tentang harimu, tentang langkahmu, tentang kebahagiaan yang semoga selalu menemanimu. Tapi ya begitu, kamu tidak pernah tahu. Mungkin karena semua itu hanya aku sampaikan dalam hati. Tidak ada suara, tidak ada tanda, tidak ada cara agar kamu menyadarinya. Kadang aku sendiri tersenyum memikirkan hal itu. Betapa anehnya perasaan ini—mencintai seseorang dengan cara yang begitu sunyi. Tidak berharap balasan yang pasti, tidak juga menuntut kamu untuk mengerti. Aku hanya ingin kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada. Mungkin kamu sedang tertawa bersama orang lain, mungkin juga kamu sedang sibuk menjalani hidupmu tanpa pernah tahu ada seseorang yang diam-diam mendoakanmu hampir setiap malam. Dan tidak apa-apa. Aku tidak marah pada keadaan itu.
Aku kadang hanya bertanya dalam hati, apakah semua doa yang kusebutkan itu pernah sampai ke hatimu walau hanya sedikit? Atau mungkin memang harus seperti ini saja—aku yang terus menyebut namamu dalam doa, sementara kamu menjalani hari-harimu tanpa pernah mendengar apapun, tapi tidak apa apa setidaknya setiap malam aku masih punya satu cara sederhana untuk penyampaikan cintaku padamu meskipun hanya tuhan yang benar benar bisa mendengarnya
2026-07-05 16:18:49