@fernandamotafarhat:

Fe
Fe
Open In TikTok:
Region: BR
Saturday 16 May 2026 13:19:30 GMT
1003271
76704
381
3840

Music

Download

Comments

tsunamixzs
tsunami :
única do job q eu gosto
2026-05-31 22:05:10
361
joseantcaporal
José :
2026-06-02 20:30:35
200
ssj9457
ssj :
I've seen tennis but never that tube picker upper
2026-06-04 11:05:09
0
oscarcruzadomunoz
oscarcruzadomunoz :
2026-05-18 01:32:42
131
ann_fano
ann_fano :
guess the job
2026-05-17 17:04:12
9
ricardohernandez927
Ricardo🕸️ :
Que le miran?
2026-05-17 01:18:23
34
datnxggabeezy
HoldenboyBeeZy :
Cameraman finally got it right
2026-05-16 15:16:54
44
petermaldo88
PeterMaldo :
que pamper!!!!😁😁😁🥰
2026-05-16 14:13:40
22
joemomma_0
Deez Nuts :
2026-05-16 14:52:00
25
9esse101
9esse101 :
2026-05-17 23:29:14
5
_sl5557_
SL 🚂 :
o Neymar segue atacando fora de campo 😂😂
2026-06-03 04:04:59
4
gabrielzh24
gabrielzh24 :
Esa pastas no son de esa mesa
2026-05-17 04:52:31
10
mendoumxplc
I-R-MENDOZA :
2026-05-17 05:19:51
7
emilicala7
emili :
es una chica muy linda y natural
2026-06-03 00:30:05
2
bryhan03
Germán :
que acabo de ver ?
2026-06-04 17:05:57
1
To see more videos from user @fernandamotafarhat, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“The Pied Piper” versi [Brothers Grimm - Hameln]   Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang.  Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam.  Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan.  Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota.  Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya.  Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya.  Total 130 anak hilang.  Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai “Bungelose”, jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka.  Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania.  Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun #enggisartchives #lukisan #sejarah #cerita
“The Pied Piper” versi [Brothers Grimm - Hameln] Pada tahun 1284, seorang pria asing dan misterius datang ke kota Hameln. Ia mengenakan pakaian berwarna-warni dan dikenal sebagai penangkap tikus karena ia berjanji akan membebaskan kota dari wabah tikus dan mencit dengan imbalan sejumlah uang. Penduduk kota setuju membayarnya. Maka pria itu memainkan serulingnya. Tak lama kemudian, semua tikus dan mencit keluar dari rumah-rumah dan mengikuti alunan musiknya. Setelah memastikan semuanya mengikuti dirinya, ia berjalan keluar kota menuju Sungai Weser. Semua tikus itu terjun ke sungai dan tenggelam. Namun setelah kota terbebas dari tikus, warga Hameln menyesali janji mereka dan menolak membayar sang peniup seruling. Pria itu pun pergi dengan penuh kemarahan. Pada tanggal 26 Juni tahun yang sama, ia kembali ke Hameln. Kali ini ia mengenakan pakaian pemburu dengan topi merah aneh dan wajah muram. Saat warga sedang berada di gereja, ia kembali memainkan serulingnya di jalan-jalan kota. Tetapi kali ini bukan tikus yang keluar, melainkan anak-anak. Banyak anak laki-laki dan perempuan berusia di atas empat tahun mengikuti suara seruling itu, termasuk putri wali kota. Mereka dibawa melewati gerbang Ostertor menuju sebuah bukit, lalu menghilang di dalamnya. Hanya dua anak yang kembali karena mereka tidak dapat mengikuti rombongan: satu anak buta sehingga tidak tahu ke mana anak-anak lain pergi, dan satu lagi bisu sehingga tidak bisa menceritakan apa yang terjadi. Ada juga seorang anak kecil yang selamat karena kembali untuk mengambil jaketnya. Total 130 anak hilang. Jalan tempat anak-anak itu lewat kemudian dikenal sebagai “Bungelose”, jalan sunyi tempat musik dan tarian dilarang. Bahkan rombongan pengantin yang melewati jalan itu harus menghentikan musik mereka. Bukit tempat anak-anak menghilang disebut Poppenberg. Beberapa orang percaya anak-anak itu dibawa ke sebuah gua dan muncul kembali di Transylvania. Penduduk Hameln mencatat peristiwa itu dalam buku sejarah kota mereka dan terus mengenangnya selama bertahun-tahun #enggisartchives #lukisan #sejarah #cerita

About