@.soundtok1: #CapCut #محمود_الليثي

•SoundTok
•SoundTok
Open In TikTok:
Region: EG
Saturday 16 May 2026 15:05:33 GMT
216000
6559
17
335

Music

Download

Comments

user7488004324956
لولا ام ضحكه جنان 🍒🎀 :
الاغنيه حرفين تحفه 😍😍😍😍🥹🥹🥹🥹🥹♥️
2026-05-30 02:17:17
4
ahmedmhoamed0
احمد محمد :
اه❤️❤️
2026-06-02 20:24:45
0
ahmad_alsherif1
﮼احمدصابرالشريف🦅 :
خبيي
2026-06-01 14:20:50
0
mahmoudbhiri
♤Mahmoud♤《 bhiri》 :
♥️♥️♥️
2026-05-16 15:39:37
0
bosy.sarwat
Bosy Sarwat :
💗
2026-05-29 15:49:24
0
user12228011815562
شوار بنات :
🥰🥰🥰
2026-05-16 15:13:11
0
hahoo967
Hahoo :
❤️
2026-06-02 01:13:47
0
miro.9.20
امـᬼ♥⍣⃟،ᬼ غـــᬼمـ♥ـازᬼات♥ :
♥️♥️♥️♥️
2026-06-03 07:29:07
0
khalif.elzanaty
Khalif Elzanaty :
😂😂
2026-06-01 11:34:12
0
dalia.nasser347
Dalia Nasser :
🥰🥰🥰
2026-06-02 22:39:08
0
seifosma100
سيف امبابي 🙂 :
دي نور عيني وحياتي كلها @ْشهدٌَ💞 ربنا يخليك ليا ♥️🥹
2026-06-03 22:34:41
0
asiawahied
❤🙈 Aisa Wahied :
@Samar Elsaied
2026-06-03 22:36:20
0
To see more videos from user @.soundtok1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Di bawah kaki Gunung Merbabu yang puncaknya sering kali tertutup kabut tipis, suasana Desa Sawangan di Magelang selalu punya cara untuk menenangkan hati.  Namun, bagi Firman Maulana—atau yang lebih akrab disapa Boy—ketenangan itu sedikit terusik oleh perasaan canggung yang belakangan ini makin sering muncul. Sore itu, suasana di pinggir sawah cukup ramai.  Ada beberapa kamera yang terpasang untuk konten proyek terbaru mereka.  Boy berdiri dengan kaos hitam santai, sementara Leyme Agnifta Kencana—gadis yang oleh dunia dipanggil Ley, namun olehnya hanya disebut
Di bawah kaki Gunung Merbabu yang puncaknya sering kali tertutup kabut tipis, suasana Desa Sawangan di Magelang selalu punya cara untuk menenangkan hati. Namun, bagi Firman Maulana—atau yang lebih akrab disapa Boy—ketenangan itu sedikit terusik oleh perasaan canggung yang belakangan ini makin sering muncul. Sore itu, suasana di pinggir sawah cukup ramai. Ada beberapa kamera yang terpasang untuk konten proyek terbaru mereka. Boy berdiri dengan kaos hitam santai, sementara Leyme Agnifta Kencana—gadis yang oleh dunia dipanggil Ley, namun olehnya hanya disebut "Me"—tampak anggun dengan kebaya modern sederhana. "Boy, geser sedikit ke kanan biar dapet background Merapi-nya," teriak salah satu kru. Boy mengangguk profesional. Ia berdiri di samping Me. Tidak ada sentuhan, tidak ada tatapan berlebih. Mereka berinteraksi layaknya rekan kerja yang sopan. Me hanya tersenyum tipis, tipe senyum yang sering dipuja fansnya di media sosial. "Oke, cut! Istirahat dulu sepuluh menit!" Begitu kata "cut" terdengar, aura di antara mereka langsung berubah. Fans yang menonton dari kejauhan mulai berbisik-bisik, sibuk mengambil foto dari jauh untuk diunggah ke akun fanbase mereka. Karena tekanan itulah, Boy dan Me otomatis mengambil jarak. Me berjalan ke arah Mas Yoyok—kakak laki-lakinya sekaligus pelindungnya sejak kecil—untuk mengambil air minum. "Masih malu-malu?" goda Mas Yoyok sambil menyerahkan botol minum pada adik kesayangannya itu. Me hanya mencibir pelan. "Bukan malu, Mas. Risih kalau mereka mulai teriak-teriak jodohin lagi. Kasihan Aan-nya." "Aan?" Mas Yoyok tertawa kecil mendengar nama asli Boy disebut. "Iya, si Aan emang paling jago akting jadi orang asing kalau di depan kamera." Menjelang senja, saat kru sibuk membereskan alat dan para penggemar mulai bubar karena udara Magelang yang makin menusuk tulang, Boy berjalan pelan ke arah belakang pendopo yang sepi. Di sana, Me sedang duduk sendirian sambil memperhatikan sisa cahaya matahari yang memantul di hamparan sawah. "Me," panggil Boy pelan. Suaranya rendah, jauh lebih hangat dibanding saat dia memanggil "Ley" di depan kamera tadi. Gadis itu menoleh, matanya berbinar. "Lama banget, An. Aku kira kamu langsung pulang sama rombongan." "Mana mungkin aku tinggalin kamu," Boy duduk di sampingnya, memberikan jarak yang cukup agar tidak terlihat mencurigakan dari jauh, tapi cukup dekat untuk merasakan kehadiran satu sama lain. "Capek ya? Tadi kayaknya kaku banget pas kita take bareng." Me menghela napas, menyandarkan dagunya di lutut. "Ya gimana lagi? Kalau aku terlalu dekat, besok pagi akun fanclub kita pasti heboh lagi. Aku cuma nggak mau kedekatan kita dari kecil malah jadi konsumsi orang terus-terusan." "Aku paham," Boy tersenyum, lalu dengan gerakan cepat yang tak terlihat dari kejauhan, ia menyentil pelan ujung jilbab Me. "Tapi tenang aja, Me. Di depan mereka aku Boy si partner kerja kamu. Tapi kalau cuma ada kita... aku tetap Aan-mu yang dulu sering kamu ajak nyari belut di sawah ini, kan?" Me tertawa kecil, suara tawa tulus yang tidak pernah ia perlihatkan di depan lensa kamera. "Nyari belut apanya? Kamu yang nangis waktu itu gara-gara takut digigit." "Hush! Jangan keras-keras, jatuh harga diriku kalau fans tahu," sahut Boy sambil ikut tertawa. Di bawah langit Magelang yang mulai menggelap, mereka terus berbincang. Tanpa sorotan lampu, tanpa tuntutan pose, dan tanpa perlu menjadi sosok yang diinginkan orang lain. Hanya ada Aan dan Me, dua sahabat lama yang sedang menjaga rahasia manis di antara hiruk-pikuk dunia yang ingin mereka bersatu. #POV #masboy #gwsm #oneshot

About