aalucukbgtt :
Kadang aku berpikir, kapan ya Abah bisa hidup sedikit lebih egois untuk dirinya sendiri? Dari dulu beliau selalu mengalah untuk adik-adiknya dan terus membantu kakek bekerja. Jujur, aku sedih setiap mendengar Abah bercerita tentang masa lalunya dengan senyuman, karena di balik cerita itu aku tahu betapa banyak hal menyedihkan yang beliau lewati. Abah selalu lebih dulu memikirkan kebahagiaan orang-orang yang disayanginya daripada dirinya sendiri. Abah tidak pernah memaksa siapa pun untuk membantunya. Beliau selalu berkata, “Selagi masih bisa sendiri, ya lakukan sendiri sampai selesai.” Dan aku tahu kenapa Abah jarang tersenyum atau tertawa lepas karena beliau lelah dengan hidup yang penuh pengorbanan dan kegagalan yang sering datang akibat terus mengalah pada keadaan.
Sejak kecil, Abah sudah dididik keras untuk mencari uang. Namun hebatnya, beliau tidak tumbuh menjadi pribadi yang kasar. Abah justru tumbuh menjadi seseorang yang kebingungan tentang bagaimana cara mendidik anak-anaknya dengan benar. Sampai akhirnya, beliau sering menyerahkan pilihan hidup kepada anak-anaknya sendiri. Beliau memang jarang bicara, tapi kami paham maksud hatinya, “Terserah kalian ingin jadi apa. Ayah hanya bisa membantu sedikit untuk biaya dan mendoakan semoga kalian menjadi orang yang baik serta hidup dengan layak.” Kurang lebih seperti itulah cinta Abah kepada kami. Beliau tidak selalu ada untk anak2ny. Mungkin Abah banyak diam, tetapi ketika anaknya membutuhkan sesuatu, beliau tidak selalu memberi uang beliau justru berusaha membuatkan apa yang kami butuhkan dengan tangannya sendiri. Effort Abah begitu besar. Beliau sadar tidak punya banyak uang, tetapi beliau selalu punya cara agar usahanya tetap bisa membahagiakan anak-anaknya. Diam-diam, Abah selalu memperhatikan kami. Tiba-tiba beliau datang membawa sesuatu yang bahkan tidak pernah kami bilang kami butuhkan. Indah sekali cara Abah mencintai kami..tanpa banyak kata, tanpa banyak tuntutan.
Kadang Abah juga lupa bagaimana caranya marah. Namun saat beliau memilih diam dan tidak ingin diganggu, kami tahu beliau sedang kecewa atau lelah.
Dan sekarang aku sadar, mungkin Abah belum pernah benar-benar dipeluk oleh anak-anaknya sendiri.
2026-05-19 02:06:17