@hi.aceh: Pulau Rubiah di Kota Sabang, Provinsi Aceh, menjadi salah satu tempat bersejarah bagi umat muslim khususnya karena menjadi pusat karantina jemaah haji pertama di Indonesia sejak era kolonial. Kini tempat karantina tersebut hanya menjadi saksi sejarah, bangunan tua yang begitu mewah pada masanya kini terbengkalai tanpa ada perhatian. Gedung ini terletak di tengah pulau Rubiah, Sabang. Lokasinya tidak jauh dari dermaga pulau Rubiah yang merupakan surga snorkeling bagi wisatawan. Bangunan haji di ujung barat Indonesia ini telah berdiri sejak masa kolonial pada tahun 1920 silam. Pada saat itu ada beberapa gedung yang dibangun di atas lahan seluas 10 hektar pada pulau tersebut. Namun, saat ini hanya tersisa dua bangunan tua yang sudah tidak terawat, sedangkan bangunan lainnya telah lapuk oleh usia serta telah melewati berbagai fenomena. Di masa Hindia Belanda, jemaah haji yang akan berangkat dan pulang dari Makkah akan menetap dulu di pusat karantina selama lebih kurang 1 bulan. Berdasarkan berbagai rujukan, ada dua lokasi karantina haji di masa itu, yaitu Rubiah dan Pulau Onrust, Kepulauan Seribu yang saat ini masuk dalam wilayah Provinsi DKI Jakarta. Pulau Rubiah menjadi pusat karantina bagi jamaah haji Aceh dan daerah lainnya di Sumatera. Sedangkan Onrust, menampung jamaah haji di pulau Jawa. Pendiri Sabang Heritage Society (SHS), Albina Ar Rahman mengatakan, pemerintah kolonial Belanda mendirikan pusat karantina haji untuk kepentingan ekonomi dan politik. Gedung karantina haji dibangun untuk menarik simpati masyarakat Aceh. Ia menuturkan, Belanda tidak mau ambil pusing, seluruh jamaah haji yang baru pulang diwajibkan karantina hingga ditetapkan statusnya terbebas dari wabah penyakit. Sebab pada masa itu belum ada vaksin. Seiring berjalannya waktu, saat Jepang datang, Belanda terpaksa angkat kaki dari Sabang. Gedung karantina haji berubah menjadi barak tentara dan karantina haji di Aceh akhirnya terhenti. Baru pada tahun 1944, Belanda kembali dan terjadi pertempuran dengan tentara Jepang sehingga beberapa bangunan pusat karantina haji hancur dihantam peluru Belanda. Sejak saat itu, pulau Rubiah tidak lagi menjadi pusat karantina haji. Namun kota Sabang masih menjadi jalur pemberangkatan jamaah haji ke tanah suci hingga tahun 70-an melalui kampung haji. [] . Sumber Teks : Kanwil Kemenag Aceh
Hi! Aceh
Region: ID
Sunday 17 May 2026 01:33:46 GMT
Music
Download
Comments
Hetty Rachman :
bagus banget msh bangunannya.
tinggal bersihin dan rehab lagi.sudah bisa jadi tempat wisata mengingat sejarah masa lalu,naik haji
2026-05-17 08:51:35
145
Florénza Store :
sedih lihatnya kota sabang tidak maju lagi seperti jam dulu...dulu begitu sangat jadi perhatian di masa kolonial..
2026-05-17 08:19:41
45
halan sepanjang masa. suhil :
woo serem
2026-05-17 06:53:30
1
cam :
kalau mau kesini harus ke rubiah dulu ya ka?
2026-05-18 02:23:11
1
menyala bosku :
sayang that, hana perhatian khusus dari pemerintah setempat
2026-07-10 06:52:19
0
shela rahmita :
kenapa pelabuhan sabang yg taraf internasional ga di buka lg ya? 🥺
2026-05-17 23:55:18
1
bunda habibah@ :
berarti ini masih di era berangkat haji Jalur laut apa sudah jalur udara ya..?🙏
2026-07-24 16:47:32
0
Agus cah klaten :
pernah masuk kesitu..
sayang tidak terawat..
2026-05-17 18:00:15
3
Ayah Ibu :
betonya masih Utuh ya
2026-05-17 09:50:56
0
diamond :
padahal kalau dirawat bisa jadi musium Haji pada masa doloe
2026-05-21 14:59:04
0
srikusuma21 :
semoga dinas pariwisata sabang berkenan merenovasi aset bersejarah ini...
2026-05-19 03:31:21
0
nurhanisah.aw :
itu bisa dijadikan aset buat pemerintah. direhab dan dijadikan penginapan. dari pada rusak tak dimanfaatkan
2026-05-19 02:54:47
0
Me Tina305 :
Rencana mau di rehab, tapi sabar ya.
2026-05-19 04:01:07
0
ᵘʸᵃ :
izin ambil caption-nya min
2026-05-19 03:32:43
0
Mr Oencu :
seharusnya pemerintah merawat dan memelihara Info sejarah masa lampau .
2026-05-19 00:31:48
0
irnalita :
sangat disayangkan, bangunan bersejarah bisa terbekalai seperti ini. tidak seperti Pemda daerah lain, bisa merawat bangunan bersejarah sampai bisa menjadi museum. Kan bisa bermanfaat untuk generasi sekarang
2026-05-22 01:48:28
1
Isma :
lah saya juga baru tau setelah liat vt ini, saya kira dipulau rubiah cuma ada makam Siti rubiah saja, rupanya ada bangunan ini juga, sayang sekali tidak dikelola oleh pemko Sabang, padahal bisa dijadikan situs wisata sejarah
2026-07-14 18:30:35
0
Sa〽️yang :
Waduh setelah pulang dari sabang, dan dari pulau rubiah baru tau ada gedung peninggalan ini dr tiktok😭kenapa bru skg sih keluarnya😭😭😭
2026-05-18 12:30:44
0
ZirolD :
Kasihan gak terawat jejak sejarah nya , 🤲😭
2026-05-17 20:03:58
2
Aditama :
ayo pemerintah lestarikan kembali peninggalan² bersejarah apa lagi jejak islami 🙏
2026-05-17 12:22:18
3
PROF. :
pertanyaannya kenapa pemerintah aceh ,,khususnya pemerintah daerah tidak merawat
2026-05-17 16:22:57
1
bg win :
knp nhak di lestarikan kembali sebagai iKON massa. lalu
2026-05-17 07:22:59
1
Fatmawati Sjp. :
bangunan haji di Pulau Rubiah yg asli sudah tidak ada lagi,,,,karna besinya bangunan di bongkar THN 90an,,,
untuk menjaga aiconnya di bangun ulang asrama yg di Rubiah,,,tapi kalau asrama haji yg masih bangunan asli yg masih utuh itu sekarang yg jadi penginapan Zahira,,,,sejarah Sabang jgn di rekayasa
2026-05-19 06:10:33
0
Fahrizal :
Sayang tidak di indahkan untuk musium yy
2026-05-21 16:33:16
0
Lamkaruna497 :
lebih hebat masa kolonial di banding sekarang,biarpun kolonial datang menjajah,
2026-05-18 00:41:42
0
To see more videos from user @hi.aceh, please go to the Tikwm
homepage.