Puffyta :
Pendapat gw pribadi, masalahnya kita (manusia) mendefinisikan "baik" dalam lingkup moralitas yang terbatas. "Baik" diartikan bahwa semua yang Tuhan lakukan itu menghasilkan output yang "baik" pula, seperti kesenangan, kelegaan, kenikmatan, dsb, padahal realitanya alam semesta dan hidup ini lebih kompleks. Apakah ini berarti Tuhan "jahat"? Lebih tepatnya Tuhan itu melampau moralitas kita yang terbatas, jadi "baik" dan "jahat" sudah tidak berlaku lagi bagi Entitas Agung.
Maha Mengetahui, yes, tapi jangan diartikan, "kenapa tidak memberi tahu?" karena manusia punya kehendak bebas untuk berpikir dan berbuat, termasuk untuk memilih percaya atau tidak. Lagipula, jika Tuhan memberi tahu semuanya, maka kita akan kehilangan yang namanya agency dan learning process, dua hal yang membuat kita jadi manusia.
2026-06-06 14:17:12