adisdavinci🕊️ :
@lovely🧚🏻♀️: empati? semua tentang Aqeela selalu buat dia panik, itu empati? dia buang hak dia buat marah dan cemburu demi kebahagiaan Aqeela, ga ada bentakan, nangis karena takut Aqeela kehilangan dirinya sendiri, dia ‘menyetarakan’ posisi Aqeela sama pentingnya seperti Mamanya (aku pernah kehilangan mama selama dua tahun, masa aku harus ngalamin hal itu dua kali?), semua tentang Aqeela dia turun tangan sendiri (ga nutup mata kalau Zara memang pernah di dekor kamarnya sama Fattah dan bunga putih disusun bentuk love yang dia buat sendiri). Dan tanpa kalian sadari, semua yang dia lakukan ke Zara lebih sering impulsif dan buru-buru, ga hati-hati kaya ke Aqeela. Semua yang dia lakuin ke Zara itu kebanyakan semua yang dia mau lakuin ke Aqeela tapi ga sempat. Dia bilang ILY ke Zara karena dia ingat, dia kehilangan Aqeela karena dia ga pernah ungkap perasaan itu ke Aqeela. Dia nunjukin cemburu berlebihan, karena dia kehilangan Aqeela karena nahan rasa cemburu. Semua yang dia lakuin ke Zara kebanyakan karena dia takut kehilangan lagi, bukan karena takut kehilangan Zara. Tatapan mata Fattah ke Aqeela? kalian bisa liat sendiri. Mau ungkit tentang "kita udah ga ada sejak lama"? Kata-kata itu keluar karena dia ngerasa udah ga pantes buat Aqeela, karena dia tau, Harry juga cinta Aqeela dan Aqeela yang juga ngaku kalau dia cinta Harry. "Kenapa dia ga dekatin Aqeela pas kosong dari mohan?" Gimana dia mau sadar sama perasaannya kalau semua orang dorong dia dengan kata "lo cinta sama Zara"?. Dia juga masih remaja yang butuh belajar. Dan yang bilang, "kenapa harus putus? (break sih sebenarnya)" karena kalau ga putus, mereka ga akan pernah belajar tentang kesalahan-kesalahan mereka (komunikasi, perasaan yang di tahan, pengen jadi pasangan yang sempurna bagi masing-masing, takut berantem kalau ngomong—yang nyatanya mereka memang ga mau saling jauh). alay banget aku ngetik ini aja sambil keluarin air mata😔
2026-05-18 02:44:02