Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@alreeem_305:
Alreem 🦌
Open In TikTok:
Region: SA
Sunday 17 May 2026 17:18:09 GMT
145084
5469
0
985
Music
Download
No Watermark .mp4 (
1.07MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
1.07MB
)
Watermark .mp4 (
2.17MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @alreeem_305, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
鄭麗文出席苗栗婦女菁英營 批致癌油風暴🌀 政府蓋牌卸責、無人下台 連一桶油都管不好👎🏻 如何保護台灣🇹🇼? 苗栗縣長鍾東錦也與會 鄭麗文稱國民黨執政縣市 在第一線替人民把關 民進黨卻「吃得滿嘴都流油、吃相難看🍽️」 為了台灣、為了下一代 團結打贏年底選戰 讓2️⃣0️⃣2️⃣8️⃣年藍天再現! 圖片來源:國民黨 #鄭麗文 #國民黨 #苗栗 #鍾東錦 #民進黨
Dr. Rafael Monteiro em Reflexões Diárias - O MAIOR PRESENTE QUE VOCÊ PODE DAR É O SEU TEMPO. 🇧🇷 PORTUGUÊS No fim da vida, ninguém sente falta do dinheiro que ganhou. Sente falta do tempo que deixou de viver com quem amava. O tempo é o único recurso que nunca volta. Por isso, ele também é a maior demonstração de amor que podemos oferecer. Quando alguém dedica tempo a você, está entregando uma parte da própria vida. E isso não tem preço. Os casais mais felizes não são aqueles que passam vinte e quatro horas juntos. São aqueles que, quando estão juntos, realmente estão presentes. Olham nos olhos. Escutam com atenção. Sorriem. Compartilham o silêncio sem desconforto. A vida passa depressa. As crianças crescem. Os cabelos embranquecem. Os dias se tornam lembranças. Que as suas melhores lembranças sejam construídas ao lado de quem faz seu coração se sentir em casa. Porque, no final, o amor é medido menos pela quantidade de tempo e mais pela qualidade do tempo compartilhado. Qual é uma atividade simples que você gostaria de fazer hoje com a pessoa que ama? Escreva nos comentários e, se puder, transforme esse desejo em realidade ainda hoje. #TempoDeQualidade #AmorNosDetalhes #RelacionamentoSaudavel #CasalFeliz #AmorQuePermanece
PRABOWO AKAN PADAMKAN KARHUTLA DENGAN UBI? Presiden Prabowo Subianto mendorong jajaran pemerintah untuk terus mencari inovasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk mengembangkan bahan pemadam alternatif. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang, Senin (24/8/2026). Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan agar sisa lahan terbakar seluas sekitar 1.900 hektare di Sumatera Selatan dapat segera dipadamkan. Jajaran terkait diminta mengevaluasi berbagai kendala di lapangan dan segera mengajukan kebutuhan tambahan apabila diperlukan dukungan dari pemerintah pusat. "Kalau begitu saya tekankan, usahakan yang sekarang ini 1.900 hektare ini bisa segera dipadamkan. Apa saja nanti kendala yang kalian hadapi di lapangan, Anda evaluasi dan kalau perlu tambahan bantuan dari atas, ya kita akan usahakan segera mungkin," ujar Presiden. Presiden juga meminta BNPB dan BRIN mengkaji kemungkinan penggunaan bahan kimia atau material tertentu yang dapat membantu memadamkan sekaligus mencegah penyebaran api secara lebih efektif. Menurutnya, inovasi tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk tabung semprot atau metode lain yang praktis digunakan oleh tim pemadam di lapangan. "Seperti alat pemadam kebakaran, yang kita bayangkan itu kan yang keluar zat kimia. Benar tidak? Coba dicek, BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kita mau isinya, cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim- tim yang terjun, dia sudah bawa tabung- tabung itu. Mungkin lebih cepat," kata Presiden. Dalam rapat tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan adanya inovasi bahan pemadam berbahan baku tepung ubi atau singkong. Bahan tersebut dinilai berpotensi mencegah penyebaran api dengan memisahkan unsur-unsur yang mendukung proses pembakaran sekaligus membantu pemadaman pada tahap awal. Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis turut melaporkan bahwa inovasi tersebut telah dipaparkan kepada jajaran terkait dan disampaikan kepada BNPB. Meski kapasitas produksinya masih terbatas, bahan tersebut dinilai efektif dan berpotensi dikembangkan dalam skala lebih besar. Menanggapi laporan tersebut, Presiden meminta inovasi berbahan baku ubi atau singkong segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala lebih besar. Kepala Negara juga meminta kebutuhan anggaran produksi segera diajukan agar pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya. "Menarik sekali. Bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Coba diproduksi dalam skala besar. Ajukan biaya untuk produksinya. Kita usahakan semua upaya. Berarti yang kita waterbomb bukan waterbomb, ubi bombing. Ubi bombing," ucap Presiden. Selain mengembangkan bahan pemadam alternatif, Presiden juga meminta Panglima TNI menguji coba kemampuan Tim Alpha untuk mendukung penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Presiden menegaskan seluruh sumber daya, teknologi, dan inovasi yang tersedia harus dimanfaatkan secara optimal. Berbagai metode penanganan akan terus dievaluasi agar karhutla dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh. (sumber gerindra .id) #fyp
Tangisan Hutan Kalimantan & Dalang Sebenarnya di Balik Asap
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy