@hellena.saves: #nabungbarengyuk #albumsaving #savingmoney

Hellenaa
Hellenaa
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 19 May 2026 09:00:00 GMT
1269
5
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @hellena.saves, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah lepas pantai selatan Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (08/06/2026) pagi waktu setempat. Guncangan kuat itu memicu peringatan tsunami dan menyebabkan kepanikan warga yang berhamburan keluar bangunan untuk mencari tempat aman. Sejumlah video di media sosial memperlihatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan hingga roboh akibat gempa tersebut. Pusat gempa berada sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos dengan kedalaman 57 kilometer. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan pemerintah langsung bergerak cepat untuk menangani dampak bencana di Mindanao. “Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao,” ujar Marcos seperti dikutip Reuters. Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gempa terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB di wilayah laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Menurutnya, gempa dangkal itu dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Tahuna, Melonguane, Bitung, Ternate, hingga Talengan. Gelombang tertinggi tercatat di Talengan dengan ketinggian mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R., mengatakan getaran gempa juga dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan intensitas berbeda-beda. Selain itu, BMKG mendeteksi 20 gempa susulan hingga pukul 10.00 WIB dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengimbau masyarakat memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas. Berdasarkan hasil observasi terbaru, BMKG menyatakan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan wilayah terdampak. #GempaFilipina #BMKG #Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah lepas pantai selatan Pulau Mindanao, Filipina, pada Senin (08/06/2026) pagi waktu setempat. Guncangan kuat itu memicu peringatan tsunami dan menyebabkan kepanikan warga yang berhamburan keluar bangunan untuk mencari tempat aman. Sejumlah video di media sosial memperlihatkan beberapa bangunan mengalami kerusakan hingga roboh akibat gempa tersebut. Pusat gempa berada sekitar 58 kilometer dari Kota General Santos dengan kedalaman 57 kilometer. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan pemerintah langsung bergerak cepat untuk menangani dampak bencana di Mindanao. “Pemerintah nasional sedang bergerak dan kami tidak akan meninggalkan Mindanao,” ujar Marcos seperti dikutip Reuters. Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peringatan dini tsunami akibat gempa tersebut telah berakhir. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gempa terjadi pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 06.37 WIB di wilayah laut sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Menurutnya, gempa dangkal itu dipicu aktivitas subduksi lempeng dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault. BMKG mencatat kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Tahuna, Melonguane, Bitung, Ternate, hingga Talengan. Gelombang tertinggi tercatat di Talengan dengan ketinggian mencapai 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida R., mengatakan getaran gempa juga dirasakan di sejumlah daerah di Sulawesi Utara dan Maluku Utara dengan intensitas berbeda-beda. Selain itu, BMKG mendeteksi 20 gempa susulan hingga pukul 10.00 WIB dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengimbau masyarakat memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas. Berdasarkan hasil observasi terbaru, BMKG menyatakan tidak ada lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan wilayah terdampak. #GempaFilipina #BMKG #Tsunami

About