@davidjonesdavidtiktok: “Odighi onye dika Gi…” 🙏🏾 There is truly no one like You. EZE YOYO is a song of praise, joy, and reverence to the King of kings 👑❤️ “Bia mee nke I ji bụrụ eze…” Come and do what only You can do, Lord. Every chant, every melody, every expression in this song comes from a place of gratitude, admiration, and worship 🎶🔥 EZE YOYO by David Jones David Listen, stream, sing along, create with the sound, and share your own expression of praise 🙏🏾👑 Available on Audiomack and all streaming platforms 🎧

DJD
DJD
Open In TikTok:
Region: NG
Sunday 17 May 2026 18:24:25 GMT
4091978
494204
7013
11982

Music

Download

Comments

creamieshuga
🦋💫🧃꧁𝗖꧂🎀𝗦🧸🫧 :
unto say I just got engaged 💃💃💃💃💃💃💃
2026-05-18 22:48:45
7823
kingsavi0ur
Saviour :
make nobody wyne you.. this year is still your year
2026-05-17 18:34:41
7113
rubynigelfafa
rubynigelfafa :
My Daughter will be Done with Shs soon 🥰. To God Be the Glory 🙏
2026-06-03 14:45:26
5
mummywc
BraidsbyGift :
I just give birth guys🥰🥰🥰 mama of three beautiful boys
2026-05-19 08:16:46
2188
mhizblizzysamuel
Mhiz Blizzy Samuel :
Lord please bless my womb 😭😭😭 I don't want to loose my marriage 🙏 Come and show yourself in my marriage. the mockery and shame is to much 😭😭😭😭😭
2026-05-28 12:54:46
101
fash_shola
Fash_Shola 👑 :
na only me no wetin God do for me 🙌🏻😭
2026-05-17 18:54:08
1919
sedrickmuamba859
sedrickmuamba859 :
Qui aime beaucoup cette chanson alors qui n'es comprends rien comme moi 🤣
2026-05-28 09:46:21
653
calistatiktok.comcalist0
Calista kab's :
aujourd'hui c'est mon anniversaire
2026-05-25 07:23:14
401
nailsbydg
La nièce des akposso🥰 :
C’est sur cette chanson je ferai mon témoignage 😭😭😭🙌🏻🙌🏻🙌🏻🙌🏻🙌🏻🙌🏻
2026-05-24 12:17:37
320
_ggtwinz
Grace and Glory✝️💝 :
Thank you Lord. I am grateful
2026-06-03 16:52:32
3
armstrongzitimiyola
Armstrong Zitimiyola :
Wooow 😨🙀 David Jones has been remixing songs of others and it turns to gold. I've been looking for the original song. Could it be he's the sole owner of this beautiful piece? Awesome is an understatement. I play it everywhere and it gives me constant joy and peace
2026-05-21 07:30:11
11
tochee00
Tochee :
Whenever I feel overwhelmed by God's goodness and how far he has held and helped me, I dance to this song with tears of JOY!!🙌🙌🙌🙌
2026-06-03 15:02:05
1
emikmarie
MaryMarie :
This song has been on replay especially when I am down
2026-06-02 10:53:48
2
amalynbeaut
Amalynbeaute❤️❤️ :
This will be my song when God answers me finally 🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-02 07:40:25
1
nous21075
Kady :
La chanson que je vais danser quand mon fils va guérir
2026-05-31 21:06:41
86
leslie20.02
leslie20.02 :
C’est avec cette chanson je ferais mon témoignage avant la fin de l’année 2026🙌👏🤲
2026-05-25 18:15:33
161
altinie.grce.store
Dieu gagne :
qui ressent la joie d'appartenir à Jesus christ 🥰
2026-05-26 08:34:50
89
puritypee3
puritypee :
I will dance to this song when God bless me with a child
2026-05-24 11:11:02
121
capcut.baby1
favie💕 :
today is my birthday everyone
2026-05-19 09:01:09
788
tah_lent27
❤️Talent💜 :
As per my blue jet don land I no go dance ke
2026-05-18 10:34:48
1201
To see more videos from user @davidjonesdavidtiktok, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Demo Mahasiswa Tuntut Perbaikan Jalan di Bombana Memanas, Kapolres Diduga Rebut Mikrofon dan Cekik Orator BOMBANA, CAHAYASULTRA.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) Kendari di kawasan Tugu Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/6/2026), berakhir tegang dan memantik sorotan publik setelah muncul dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi. Demonstrasi yang mengangkat persoalan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Mata Oleo itu awalnya berlangsung damai. Namun situasi berubah ketika massa berupaya melakukan pembakaran ban sebagai simbol protes atas kondisi jalan yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan melarang pembakaran ban tersebut dengan alasan tidak tercantum dalam Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi yang telah disampaikan sebelumnya. Ketegangan kemudian disebut memuncak ketika Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, turun langsung ke lokasi demonstrasi. Massa aksi menuding terjadi tindakan yang dinilai melampaui batas pengamanan demonstrasi. Jenderal Lapangan IMPPERMOL, Rama Nur, mengungkapkan bahwa pihaknya menilai aparat telah melakukan tindakan yang berpotensi menghambat penyampaian aspirasi mahasiswa. Menurutnya, Kapolres Bombana naik ke atas mobil sound system yang digunakan massa aksi dan mengambil mikrofon dari tangan orator yang saat itu sedang menyampaikan tuntutan di hadapan peserta demonstrasi. “Bukan hanya mikrofon yang diambil. Dalam proses itu kami juga menduga terjadi tindakan fisik terhadap orator. Ada dorongan, cekikan, bahkan upaya menghalangi penyampaian aspirasi di depan peserta aksi,” ujar Rama Nur, Rabu (3/6/2026). Dugaan tindakan represif tersebut semakin menjadi perhatian setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang perwira polisi yang disebut sebagai Kapolres Bombana memberikan instruksi kepada anggotanya untuk mengamankan orator yang sedang berorasi. Dalam video yang beredar, terdengar perintah
Demo Mahasiswa Tuntut Perbaikan Jalan di Bombana Memanas, Kapolres Diduga Rebut Mikrofon dan Cekik Orator BOMBANA, CAHAYASULTRA.COM – Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pemuda Pelajar Mata Oleo (IMPPERMOL) Kendari di kawasan Tugu Kasipute, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/6/2026), berakhir tegang dan memantik sorotan publik setelah muncul dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap massa aksi. Demonstrasi yang mengangkat persoalan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Mata Oleo itu awalnya berlangsung damai. Namun situasi berubah ketika massa berupaya melakukan pembakaran ban sebagai simbol protes atas kondisi jalan yang dinilai belum mendapat perhatian maksimal dari pemerintah. Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan melarang pembakaran ban tersebut dengan alasan tidak tercantum dalam Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) aksi yang telah disampaikan sebelumnya. Ketegangan kemudian disebut memuncak ketika Kapolres Bombana, AKBP Eko Sutomo, turun langsung ke lokasi demonstrasi. Massa aksi menuding terjadi tindakan yang dinilai melampaui batas pengamanan demonstrasi. Jenderal Lapangan IMPPERMOL, Rama Nur, mengungkapkan bahwa pihaknya menilai aparat telah melakukan tindakan yang berpotensi menghambat penyampaian aspirasi mahasiswa. Menurutnya, Kapolres Bombana naik ke atas mobil sound system yang digunakan massa aksi dan mengambil mikrofon dari tangan orator yang saat itu sedang menyampaikan tuntutan di hadapan peserta demonstrasi. “Bukan hanya mikrofon yang diambil. Dalam proses itu kami juga menduga terjadi tindakan fisik terhadap orator. Ada dorongan, cekikan, bahkan upaya menghalangi penyampaian aspirasi di depan peserta aksi,” ujar Rama Nur, Rabu (3/6/2026). Dugaan tindakan represif tersebut semakin menjadi perhatian setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan seorang perwira polisi yang disebut sebagai Kapolres Bombana memberikan instruksi kepada anggotanya untuk mengamankan orator yang sedang berorasi. Dalam video yang beredar, terdengar perintah "Angkut, angkut" sambil menunjuk ke arah orator di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi. Peristiwa itu memunculkan pertanyaan mengenai komitmen aparat dalam menjamin kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 serta Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Sejumlah peserta aksi menilai pengamanan demonstrasi seharusnya dilakukan secara persuasif, humanis, dan mengedepankan dialog, bukan dengan tindakan yang berpotensi menimbulkan ketakutan atau dianggap membatasi ruang demokrasi masyarakat. Padahal, fokus utama aksi yang dilakukan IMPPERMOL adalah mendesak pemerintah agar segera merealisasikan pembangunan ruas Jalan Kasipute–Lora–Bambaea di Kecamatan Mata Oleo yang selama ini dikeluhkan masyarakat akibat kerusakannya yang cukup parah. Mahasiswa menilai kondisi jalan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga. Karena itu, mereka mendesak Bupati Bombana, Burhanuddin, untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara guna mempercepat pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan. Selain itu, massa aksi juga meminta DPRD Bombana menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal terhadap perencanaan maupun pelaksanaan proyek infrastruktur serta memastikan ruas jalan yang rusak di Kecamatan Mata Oleo masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Kini sorotan publik tidak hanya tertuju pada tuntutan pembangunan jalan yang disuarakan mahasiswa, tetapi juga pada dugaan tindakan represif yang terjadi saat pengamanan aksi berlangsung. Peristiwa tersebut dinilai menjadi ujian bagi komitmen perlindungan hak demokratis warga negara sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap pola penanganan demonstrasi oleh aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Sultra. @humas.resbom

About