ahung atusludin Official :
Diantara dalil Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
مَا مِنْأَيّامٍ أَحَبَإِلَى اللّٰهِ أَنْيُتَعَبّدَلَهُفِيْهَا مِنْعَشْرِ ذِي الْحِجّةِ يَعْدِلُصِيَامُكُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُكُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Artinya: Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar (HR At-Tarmidzi).
Terkait maksud “ayyamul ‘asyr” ini, An-Nawawi sebagaimana dikutip Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan:
وَالْمُرَادُبِالْعَشْرِ هَا هُنَا الْأَيَامُالتِّسْعَةُمِنْأَوَلِ ذِي الْحِجَةِ
Artinya: Yang dimaksud sepuluh hari di sini ialah sembilan hari, terhitung dari tanggal satu Dzulhijjah.
Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْأَيّامٍ الْعَمَلُالصّالِحُفِيهَا أَحَبّإِلَى اللّهِ مِنْهَذِهِ الأَيّامِ يَعْنِى أَيّامَالْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَاللّهِ وَلاَالْجِهَادُفِى سَبِيلِ اللّهِ قَالَوَلاَالْجِهَادُفِى سَبِيلِ اللّهِ إِلاّرَجُلٌ خَرَجَبِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْيَرْجِعْمِنْذَلِكَبِشَىْءٍ
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Ibnu Hajar dalam Fathul Bari mengatakan:
وَاسْتَدَلَبِهِ عَلَى فَضْلِ صِيَامِ عَشْرِ ذِي الْحِجَةِ لِانْدِرَاجِ الصَوْمِ فِي الْعَمَلِ
Artinya: Hadits ini menjadi dalil keutamaan puasa sepuluh hari di bulan Dzulhijjah, karena puasa termasuk amal saleh.
Dalil Puasa 1–9 Dzulhijjah
Dari Hunaidah bin Kholid, dar
2026-05-22 00:53:59