@nhikim8739: bến #phà cái côn lục sĩ- Trà Ôn - Vĩnh Long #canhdep #mientay #vinhlong #kesach

Nhi Thích Đi
Nhi Thích Đi
Open In TikTok:
Region: VN
Monday 18 May 2026 03:59:16 GMT
17055
436
57
34

Music

Download

Comments

diepminhhieu0
A Dao :
mình mới đi miền tây về cũng khúc lục sĩ Thành trà ôn khi mình về mình nhớ về ở đó lắm tại vì người dân nhiệt tình và không khí trong lành khung cảnh đẹp nữa chắc phải một người hay là hai người nữa tôi mới bình thường 🥰🥰🥰🥰🥰
2026-06-26 09:44:52
1
tiennguyentien058gmail.0
Tiền Nguyễn...(🐒)... :
qua lục sĩ nhà mình luôn 😊
2026-05-22 09:32:41
2
vodanh_8680
🌷Anh Thuw 🌷 :
tui nhỏ áo đen á trrrr
2026-05-22 14:25:38
2
gi.nghi0
Bình Yên :
kĩ niệm nhìu lắm.
2026-06-01 14:33:54
1
user2905329226709
Duy Phương :
anh coi anh nhớ nhà lắm đó
2026-06-07 07:44:18
1
thanhnhut193
¹⁹⁹³ :
alo b ơi xin vdeo đc không b
2026-06-13 02:23:18
1
katy_1989.0
🧡🍀Kỷ mộc🍀❤️‍🩹 :
hồi đó giờ mới biết luôn á, từ trà ôn đi phà này tới sóc trăng luôn.
2026-05-21 16:57:25
1
khanhlinhle285
khánh Linh :
phà cái côn nè🥰
2026-06-11 11:47:18
1
nhuanhuynh13
Ông Chú Điện Máy :
Dạ cho em hỏi từ trà ôn đi qua an lạc thôn mình biết chuyến đầu với chuyến cuối mấy giờ không ạ. Em xin cảm ơn ạ
2026-05-24 11:12:50
1
thaygautruc
Thầy Gấu Trúc :
Qua cồn luôn hả Nhi.
2026-06-04 22:24:03
1
hungthanh9979
Anh Hùng 1m81 ( st). :
vé phà đắc quá
2026-05-23 04:08:20
1
nguyenhien282
nguyenhien282 :
phà quê nhà nhớ quá
2026-06-03 12:00:43
1
soingo2
Ngô Minh Trung :
Bến phà đó về quê ngoại tui á bà🥰
2026-05-18 12:43:41
1
3duacorgi
3 Đứa Corgi :
phà này qua lục sĩ thành, rồi qua mái dầm phải không bạn ?
2026-05-27 15:33:49
0
khanh.x.cay.g.co
khanh xì cay đổ gà co :
Sáng mấy giờ chạy a
2026-06-18 07:52:57
0
vodanh_8680
🌷Anh Thuw 🌷 :
trời ơi cứu tui
2026-05-22 14:25:08
0
tiendatt789
💫 trọn đơi bên em,,,💫💫💫 :
nhac buôn quá à
2026-05-18 11:43:29
1
hoa_bi_ngan_9
Bỉ✯Ngạn☆Hoa📗🍀 :
kêu bé hân làm ly nước mía đi🥰
2026-06-15 04:02:14
0
user4720333003132
minh trần :
đi ngang sông cái côn hôm bửa gió mạnh rung muốn chết😂😂😂
2026-06-22 13:30:05
0
ilil..ltp..ilil
Lâm Phát :
❤️❤️❤️
2026-05-18 04:45:56
1
giotnangbenthem1
Huỳnh Tiểu Phương :
🥰🥰🥰
2026-05-18 04:01:14
1
dang.1102
Đăng Đó Đây 🌾 :
🥰🥰
2026-05-18 04:04:52
1
phan.thit.min.ty
Phan Thiết vtnn TP :
🥰
2026-05-21 06:06:49
1
tiktokshop223.0
Nào Có Ny Đổi Tên🌿 :
🥰🥰🥰
2026-05-18 04:02:33
1
duongdidaudo321
Dương Đi Đâu Đó :
🥰
2026-05-18 08:26:57
1
To see more videos from user @nhikim8739, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov : Rumah keluarga Park selalu terasa hangat sejak pertama kali kamu menginjakkan kaki di sana. Sebagai pembantu baru, kamu sempat merasa gugup. Tapi semua orang memperlakukanmu dengan baik—Nyonya Park yang lembut, Tuan Park yang ramah, bahkan para pelayan lain yang cepat akrab denganmu. Kecuali satu orang. Park Sunghoon. Putra tunggal keluarga itu. Dingin. Pendiam. Tatapannya selalu datar, seolah tak peduli dengan siapa pun di sekitarnya. Bahkan saat pertama kali kamu diperkenalkan, ia hanya melirik sekilas lalu pergi tanpa sepatah kata. Semua orang bilang, itu sudah biasa. “Mas Sunghoon memang begitu,” kata salah satu pelayan lain. “Kamu nanti juga terbiasa.” Tapi tetap saja… rasanya berbeda saat kamu benar-benar berhadapan dengannya. •••• Hari itu, suasana rumah sedikit lebih sepi dari biasanya. Nyonya Park memintamu mengantarkan makanan ke kamar Sunghoon karena sejak pagi ia belum keluar. Kamu mengangguk patuh, membawa nampan berisi makanan hangat dengan hati-hati. Langkahmu berhenti di depan pintu kamarnya. Tok… tok… tok… “Permisi, Mas Sunghoon…” panggilmu pelan. Tak ada jawaban. Kamu menunggu beberapa detik, lalu mencoba lagi. Tok… tok… tok… Tetap sunyi. Alis kamu sedikit berkerut. “Mas…?” Masih tak ada respon. Dengan ragu, kamu akhirnya memutar gagang pintu. Klik. “Permisi, Mas… aku izin masuk ya…” Pintu terbuka perlahan. Kamar itu rapi, terlalu rapi untuk ukuran seorang pria. Aroma segar langsung menyambutmu. Tapi tak ada orang. Hanya terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi. “Oh… lagi mandi…” gumammu pelan. Kamu melangkah masuk, menaruh nampan makanan di atas meja dengan hati-hati. “Yaudah, taruh sini aja…” bisikmu sendiri. Saat kamu berbalik untuk keluar, langkahmu langsung terhenti. Tubuhmu membeku. Matamu membulat. Sunghoon sudah tepat di hadapanmu. Rambutnya masih basah, tetesan air jatuh perlahan dari ujungnya. Dadanya terbuka, hanya handuk yang melilit rendah di pinggangnya. Tatapannya… Tajam. Dingin. Dan jelas… tidak suka. “Siapa yang ngijinin lo masuk?” Suaranya rendah, tapi penuh tekanan. Jantungmu langsung berdegup kencang. “M-maaf, Mas…” suaramu bergetar. “Tadi saya disuruh Nyonya buat nganterin makanan… tapi Mas nggak buka pintu… jadi saya izin masuk…” Tatapannya tidak berubah. Justru semakin menekan. “Kalo gitu aku permisi ya, Mas—” Kamu buru-buru ingin pergi. Tapi baru satu langkah— Brak! Tubuhmu langsung terdorong ke tembok. Napasmu tercekat. Sunghoon sudah menahanmu. Satu tangannya bertumpu di tembok di samping kepalamu, mengurungmu. Jarak kalian… Terlalu dekat. “M-mas…” suaramu nyaris tak terdengar. Wajahnya mendekat. Kamu bisa merasakan napasnya menyentuh kulitmu. “Dari awal…” bisiknya pelan, tapi tajam. “Lo emang udah berani banget, ya.” Jantungmu seperti mau copot. “A-aku cuma—” “Kamar gue…” potongnya, matanya menatap lurus ke matamu. “Bukan tempat yang bisa dimasukin sembarangan.” Kamu menelan ludah. Tubuhmu kaku. “Aku… nggak ada niat apa-apa, Mas…” ucapmu pelan. Tangannya yang di tembok perlahan turun. Ia mundur satu langkah. “Keluar.” Singkat. Dingin. Kamu langsung mengangguk cepat. “I-iya, Mas…” Kamu buru-buru keluar dari kamar itu.  •••• Malam itu kamu baru saja mematikan lampu ruang tamu, bersiap untuk masuk ke kamar, ketika tiba-tiba  BRAKK!!   Pintu utama dibuka dengan sangat kasar, lalu dibanting kembali dengan keras hingga dinding seolah bergetar. Kamu terlonjak kaget dan menoleh ke arah pintu.   Di sana, berdiri Sunghoon. Tubuhnya sempoyongan, sulit menjaga keseimbangan. Bau alkohol yang sangat menyengat langsung menyerang indra penciumanmu begitu ia melangkah masuk.   ”Mas...”panggilmu dengan nada khawatir. Kamu segera berjalan menghampirinya, berniat membantu menopang tubuhnya.   Namun, sebelum sempat tanganmu menyentuh bahunya, mata tajam itu menatap lurus kamu. Tanpa kata-kata, Sunghoon menarik pergelangan tanganmu dengan kasar, dan langsung meraup b1b1rmu dengan penuh p4ksaan dan n4fsu. [+SALURAN] (link di bio/dm)  akun ku lagi kena pembatasan komentar maap kalo komentar nya gak aku balas.  #sunghoon #fyp #enhypen #xybca
#pov : Rumah keluarga Park selalu terasa hangat sejak pertama kali kamu menginjakkan kaki di sana. Sebagai pembantu baru, kamu sempat merasa gugup. Tapi semua orang memperlakukanmu dengan baik—Nyonya Park yang lembut, Tuan Park yang ramah, bahkan para pelayan lain yang cepat akrab denganmu. Kecuali satu orang. Park Sunghoon. Putra tunggal keluarga itu. Dingin. Pendiam. Tatapannya selalu datar, seolah tak peduli dengan siapa pun di sekitarnya. Bahkan saat pertama kali kamu diperkenalkan, ia hanya melirik sekilas lalu pergi tanpa sepatah kata. Semua orang bilang, itu sudah biasa. “Mas Sunghoon memang begitu,” kata salah satu pelayan lain. “Kamu nanti juga terbiasa.” Tapi tetap saja… rasanya berbeda saat kamu benar-benar berhadapan dengannya. •••• Hari itu, suasana rumah sedikit lebih sepi dari biasanya. Nyonya Park memintamu mengantarkan makanan ke kamar Sunghoon karena sejak pagi ia belum keluar. Kamu mengangguk patuh, membawa nampan berisi makanan hangat dengan hati-hati. Langkahmu berhenti di depan pintu kamarnya. Tok… tok… tok… “Permisi, Mas Sunghoon…” panggilmu pelan. Tak ada jawaban. Kamu menunggu beberapa detik, lalu mencoba lagi. Tok… tok… tok… Tetap sunyi. Alis kamu sedikit berkerut. “Mas…?” Masih tak ada respon. Dengan ragu, kamu akhirnya memutar gagang pintu. Klik. “Permisi, Mas… aku izin masuk ya…” Pintu terbuka perlahan. Kamar itu rapi, terlalu rapi untuk ukuran seorang pria. Aroma segar langsung menyambutmu. Tapi tak ada orang. Hanya terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi. “Oh… lagi mandi…” gumammu pelan. Kamu melangkah masuk, menaruh nampan makanan di atas meja dengan hati-hati. “Yaudah, taruh sini aja…” bisikmu sendiri. Saat kamu berbalik untuk keluar, langkahmu langsung terhenti. Tubuhmu membeku. Matamu membulat. Sunghoon sudah tepat di hadapanmu. Rambutnya masih basah, tetesan air jatuh perlahan dari ujungnya. Dadanya terbuka, hanya handuk yang melilit rendah di pinggangnya. Tatapannya… Tajam. Dingin. Dan jelas… tidak suka. “Siapa yang ngijinin lo masuk?” Suaranya rendah, tapi penuh tekanan. Jantungmu langsung berdegup kencang. “M-maaf, Mas…” suaramu bergetar. “Tadi saya disuruh Nyonya buat nganterin makanan… tapi Mas nggak buka pintu… jadi saya izin masuk…” Tatapannya tidak berubah. Justru semakin menekan. “Kalo gitu aku permisi ya, Mas—” Kamu buru-buru ingin pergi. Tapi baru satu langkah— Brak! Tubuhmu langsung terdorong ke tembok. Napasmu tercekat. Sunghoon sudah menahanmu. Satu tangannya bertumpu di tembok di samping kepalamu, mengurungmu. Jarak kalian… Terlalu dekat. “M-mas…” suaramu nyaris tak terdengar. Wajahnya mendekat. Kamu bisa merasakan napasnya menyentuh kulitmu. “Dari awal…” bisiknya pelan, tapi tajam. “Lo emang udah berani banget, ya.” Jantungmu seperti mau copot. “A-aku cuma—” “Kamar gue…” potongnya, matanya menatap lurus ke matamu. “Bukan tempat yang bisa dimasukin sembarangan.” Kamu menelan ludah. Tubuhmu kaku. “Aku… nggak ada niat apa-apa, Mas…” ucapmu pelan. Tangannya yang di tembok perlahan turun. Ia mundur satu langkah. “Keluar.” Singkat. Dingin. Kamu langsung mengangguk cepat. “I-iya, Mas…” Kamu buru-buru keluar dari kamar itu. •••• Malam itu kamu baru saja mematikan lampu ruang tamu, bersiap untuk masuk ke kamar, ketika tiba-tiba BRAKK!! Pintu utama dibuka dengan sangat kasar, lalu dibanting kembali dengan keras hingga dinding seolah bergetar. Kamu terlonjak kaget dan menoleh ke arah pintu. Di sana, berdiri Sunghoon. Tubuhnya sempoyongan, sulit menjaga keseimbangan. Bau alkohol yang sangat menyengat langsung menyerang indra penciumanmu begitu ia melangkah masuk. ”Mas...”panggilmu dengan nada khawatir. Kamu segera berjalan menghampirinya, berniat membantu menopang tubuhnya. Namun, sebelum sempat tanganmu menyentuh bahunya, mata tajam itu menatap lurus kamu. Tanpa kata-kata, Sunghoon menarik pergelangan tanganmu dengan kasar, dan langsung meraup b1b1rmu dengan penuh p4ksaan dan n4fsu. [+SALURAN] (link di bio/dm) akun ku lagi kena pembatasan komentar maap kalo komentar nya gak aku balas. #sunghoon #fyp #enhypen #xybca

About