@gth3kidd6: peak story telling part 1🔥🔥🔥#jcole #jcoletok #jcolefan

Gth3kidd
Gth3kidd
Open In TikTok:
Region: ZA
Friday 22 May 2026 16:30:00 GMT
2629
445
8
10

Music

Download

Comments

coolaz.kage
Coolaz Kage :
fall off > iceman
2026-05-23 07:08:30
25
akhangxabani
akhangxabani :
my fav song on the album😅
2026-05-23 19:13:23
4
la_preezy
la_preezy :
This here bro is a Classic🔥🔥🔥😩
2026-06-06 14:32:59
4
oglightskin_mj
mj🏈🏀✝️ :
2026-06-08 11:11:26
2
kingkho1
Kho World :
🔥🔥
2026-06-20 17:20:01
0
To see more videos from user @gth3kidd6, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

#pov
#pov "Woi cupu! Beliin kita minum dong." Suara Freya memecah keramaian kantin seperti biasa. Semua orang sudah hafal nada itu—nada seorang ratu yang hampir semua permintaannya selalu dituruti. Kamu melihat ke arah meja pojok—Riki berdiri di sana seperti biasa, sedikit kaku dengan tangan menggenggam tasnya. Dia tidak langsung menjawab, hanya menatap Freya sebentar sebelum akhirnya berjalan mendekat. "Ngapain malah kesini? Beliin sana!" Cherly langsung menyambar begitu dia sampai. Riki menatap mereka bergantian. "Uangnya mana?" "Duit?" Freya tertawa pendek dan tajam. "Nggak salah lo minta duit ke kita?" Viola yang sejak tadi duduk di samping ikut berdiri, senyumnya manis tapi jelas dipaksakan. Dia mendekat ke Riki sambil menyenggol pelan lengannya. "Pakai duit lo lah sayang, biasanya juga gimana?" Beberapa orang di sekitar mereka tertawa kecil. Riki tidak membalas—dia hanya mengangguk pelan, seperti semua itu memang sudah tertulis dari awal. "Minum apa?" suaranya pelan. Freya menyebut beberapa pesanan tanpa melihatnya lagi. Seolah dia bukan orang, tapi hanya perantara. Riki pergi tanpa banyak kata dan arah pandanganmu mengikutinya tanpa sadar, melihat punggungnya menghilang di antara kerumunan. ~~~ Tidak lama kemudian, Riki kembali membawa minuman sesuai pesanan. Tangannya sedikit penuh, tapi dia tetap meletakkannya satu per satu di meja. Tapi dia tidak langsung pergi—Dia berhenti, mematung, dan matanya mengarah ke kamu. Untuk beberapa detik, tidak ada suara di antara kalian berdua. Hanya tatapan yang terlalu lama untuk disebut kebetulan. "Lo ngapain masih disini? Sana minggir!" suara Freya langsung memotong keheningan itu. Cherly tertawa keras. "Lo masih berani suka sama Y/n, hah?!" Tawa pecah di meja itu—Viola ikut tersenyum, tapi tidak sepenuhnya tulus. "Cowok ganteng aja Y/n tolak," Freya berdiri, mendorong bahu Riki pelan tapi cukup untuk membuatnya bergeser. "Apalagi cowok cupu kayak lo." "Y/n itu terlalu cantik buat lo!" tambah Viola, masih dengan nada bercanda yang dipaksakan. "Udah sana pergi!" Cherly ikut berdiri, mendorong Riki lagi, lebih kasar. Riki tidak melawan—dia hanya menunduk sebentar, lalu berbalik pergi. Tapi sebelum benar-benar menghilang dari kantin, dia menoleh sekilas ke arah kamu sebentar, tapi cukup untuk membuat udara terasa sedikit berbeda. Dan di dalam kepalanya, tanpa ada yang mendengar, satu kalimat terlintas pelan seperti pisau yang disembunyikan. "Pantesan lo tergila-gila sama dia, Rik." ~~~ Kamu sebenarnya tahu Riki suka kamu, bukan karena dia pernah bilang langsung, tapi karena sikapnya selalu ketahuan. Tapi kamu selalu mengabaikannya. Bukan cuma karena dia cupu, tapi karena kamu sudah terlalu lama belajar untuk tidak percaya laki-laki. Ayahmu dulu juga laki-laki yang terlihat baik dari luar sampai semuanya berubah—selingkuh, lalu kekerasan, sampai rumah yang seharusnya jadi tempat aman berubah jadi sesuatu yang kamu ingat sebagai rasa takut. Ibumu yang akhirnya minta cerai adalah satu-satunya alasan kamu masih bisa berdiri sampai sekarang. Sejak itu, kamu tidak pernah benar-benar melihat laki-laki dengan cara yang sama lagi, dan Riki hanya termasuk di dalamnya. ~~~ Di sekolah, kamu tetap berada di posisi yang aman—populer, disukai, dikelilingi orang-orang yang selalu ingin terlihat dekat denganmu. Sedangkan Riki selalu dimanfaatkan, kepolosannya sering jadi alat paling mudah untuk orang-orang sekitarmu. ~~~ Di sisi lain sekolah, ada tiga orang yang paling tidak punya belas kasihan sama Riki—Jake, Jay, dan Jungwon. Mereka bukan sekadar iseng—mereka menikmati setiap momen ketika Riki jatuh, tersudut, atau tidak bisa membela diri. ~~~ Keesokan harinya, saat kamu baru sampai sekolah ketika suara keributan sudah terdengar dari ujung koridor. Tidak perlu waktu lama untuk menebak apa yang terjadi—kamu sudah hafal pola ini. Dan saat kamu sampai di kerumunan, kamu tidak perlu melihat dua kali untuk tahu siapa yang ada di tengahnya—Riki. +comsec #ni_ki #nishimurariki #enhypen #enhypenau

About