@d1nonlyenglishe: Kittens Update… Sadly out of the four initial newborns we only have two remaining healthy kittens. One boy & one girl. Eyes are open, still can’t see and are growing so big. Momma still strutting around the house but now only when they babies are fed & asleep! Cat owner humor…. #catsoftiktok #fypシ゚viral #petcomedy #adulthumor😂

Englishe Miller-Hovel
Englishe Miller-Hovel
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 19 May 2026 01:34:03 GMT
669
19
0
1

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @d1nonlyenglishe, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Baca Caption 👇 Pada 1953, sebuah studi di Yale mengklaim bahwa mahasiswa yang menuliskan tujuan spesifik mereka jauh lebih sukses dua puluh tahun kemudian. Jutaan orang mengutip studi ini. Tapi ironinya, penelitian yang benar-benar ada justru menemukan sebaliknya. Peter Gollwitzer dari NYU mendokumentasikan bahwa ketika niat yang berkaitan dengan identitas seseorang diketahui orang lain dan mendapat pengakuan sosial, orang tersebut bisa mengalami rasa kemajuan prematur seolah sebagian identitas yang ingin dicapai sudah “terkonfirmasi”. Bukan berarti otak benar-benar menganggap misi selesai. Tapi pengakuan sosial bisa memberi rasa pencapaian sebelum kerja nyata selesai, dan itu dapat mengurangi dorongan untuk mengeksekusi tujuan tersebut. Ini berkaitan dengan konsep premature sense of identity completion dalam penelitian Gollwitzer tentang public intentions. Hyperbolic Discounting di Bab 43 The Internal War bisa membantu menjelaskan lapisan berikutnya: otak cenderung lebih tertarik pada imbalan yang terasa cepat dan langsung dibanding imbalan yang lebih besar tapi jauh di masa depan. Pengakuan sosial hari ini terasa nyata sekarang, sementara hasil dari kerja berbulan-bulan masih jauh. Hasilnya adalah siklus yang sangat familiar. Kamu punya ide besar. Kamu ceritakan ke orang-orang. Mereka antusias. Kamu merasa energi yang besar. Lalu besok pagi, saat harus duduk dan memulai pekerjaan yang sebenarnya, energi itu entah ke mana. Bukan karena idemu buruk. Bukan karena kamu tidak serius. Tapi karena otakmu sudah mendapat imbalannya kemarin malam. Gollwitzer juga banyak meneliti implementation intentions, yaitu rencana berbentuk if–then. Bukan sekadar, “Besok gue harus produktif.” Tapi: “Jika besok gue bangun tanpa motivasi, gue tetap akan duduk dan bekerja selama sembilan puluh menit.” Keputusan dibuat sebelum hambatannya muncul. Aku sudah membedah 70 bias kognitif termasuk Hyperbolic Discounting di Bab 43 di E-book The Internal War. Cek link di bio profile
Baca Caption 👇 Pada 1953, sebuah studi di Yale mengklaim bahwa mahasiswa yang menuliskan tujuan spesifik mereka jauh lebih sukses dua puluh tahun kemudian. Jutaan orang mengutip studi ini. Tapi ironinya, penelitian yang benar-benar ada justru menemukan sebaliknya. Peter Gollwitzer dari NYU mendokumentasikan bahwa ketika niat yang berkaitan dengan identitas seseorang diketahui orang lain dan mendapat pengakuan sosial, orang tersebut bisa mengalami rasa kemajuan prematur seolah sebagian identitas yang ingin dicapai sudah “terkonfirmasi”. Bukan berarti otak benar-benar menganggap misi selesai. Tapi pengakuan sosial bisa memberi rasa pencapaian sebelum kerja nyata selesai, dan itu dapat mengurangi dorongan untuk mengeksekusi tujuan tersebut. Ini berkaitan dengan konsep premature sense of identity completion dalam penelitian Gollwitzer tentang public intentions. Hyperbolic Discounting di Bab 43 The Internal War bisa membantu menjelaskan lapisan berikutnya: otak cenderung lebih tertarik pada imbalan yang terasa cepat dan langsung dibanding imbalan yang lebih besar tapi jauh di masa depan. Pengakuan sosial hari ini terasa nyata sekarang, sementara hasil dari kerja berbulan-bulan masih jauh. Hasilnya adalah siklus yang sangat familiar. Kamu punya ide besar. Kamu ceritakan ke orang-orang. Mereka antusias. Kamu merasa energi yang besar. Lalu besok pagi, saat harus duduk dan memulai pekerjaan yang sebenarnya, energi itu entah ke mana. Bukan karena idemu buruk. Bukan karena kamu tidak serius. Tapi karena otakmu sudah mendapat imbalannya kemarin malam. Gollwitzer juga banyak meneliti implementation intentions, yaitu rencana berbentuk if–then. Bukan sekadar, “Besok gue harus produktif.” Tapi: “Jika besok gue bangun tanpa motivasi, gue tetap akan duduk dan bekerja selama sembilan puluh menit.” Keputusan dibuat sebelum hambatannya muncul. Aku sudah membedah 70 bias kognitif termasuk Hyperbolic Discounting di Bab 43 di E-book The Internal War. Cek link di bio profile

About