@amariscelestia: Di saat elit di atas sibuk kasak-kusuk berebut jatah kursi, ada yang bergerak diam-diam tapi memberikan pukulan mematikan bagi para lintah darat. Ya, kedaulatan ekonomi akhirnya dikembalikan ke tempat asalnya: Desa! 🔥 Selama puluhan tahun, desa dibiarkan hanya menjadi sapi perah kapitalis kota. Petani kita yang mandi keringat, tapi tengkulak dan pengusaha hitam yang ongkang-ongkang kaki menikmati untung besar. Rantai kartel monopoli yang kejam inilah yang sedang diputus paksa lewat peluncuran 1.061 Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih secara serentak. Ini bukan sekadar seremoni potong pita, ini adalah deklarasi perang terhadap oligarki! Jangan samakan dengan koperasi jadul yang rawan dikorupsi elit lokal. Kopdes Merah Putih dibangun sebagai tameng pertahanan ekonomi dengan sistem digital yang transparan dan ketat. Mulai hari ini, harga hasil bumi rakyat tidak boleh lagi dipermainkan. Ini bukan lagi eranya kita pasrah melihat ketidakadilan. Anak muda, ini panggilan untuk kalian! Mari turun tangan, awasi sistemnya, dan pastikan desa kita benar-benar mandiri. Sudah waktunya kedaulatan ekonomi kembali ke tangan rakyat, bukan menumpuk di brankas konglomerat. 🇮🇩🌾💪 #LawanOligarki #KoperasiDesa #KopdesMerahPutih #PrabowoSubianto #KedaulatanEkonomi #AnakMudaKawalDesa #PetaniSejahtera #IndonesiaMaju #FaktaBicara

amarisa
amarisa
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 19 May 2026 10:46:51 GMT
0
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @amariscelestia, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kebiasaan buruk kita: kelewat gampang dibikin panas dan marah-marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya. Begitu muncul judul berita raksasa
Kebiasaan buruk kita: kelewat gampang dibikin panas dan marah-marah sebelum benar-benar paham duduk perkaranya. Begitu muncul judul berita raksasa "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN", linimasa langsung meledak. Sumbu pendek pada nyala, nuduh seolah-olah Presiden pakai uang rakyat buat ibadah pribadinya. Tolong pakai akal sehat dan stop telan mentah-mentah framing murahan ini! Kita harus mulai cerdas membedakan posisi. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada posisi beliau sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, urusan kurban personal ya pakai uang pribadi. Tapi, 1.098 sapi ini statusnya adalah Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Namanya saja sudah sangat jelas: Bantuan untuk masyarakat! Kenapa pakai APBN? Ya karena ini murni program resmi negara yang dimandatkan melalui jabatan Presiden. Sapi-sapi ini tidak lari ke Istana, bukan buat keluarga Presiden, dan apalagi buat pesta pejabat. Sapi ini disalurkan merata ke daerah-daerah pelosok, pesantren, ormas Islam, tokoh agama, dan masyarakat luas! Kalian mau mengkritik? Silakan! Kita sebagai warga negara memang berhak dan wajib mengawasi. Tapi awasi apanya? Awasi penyalurannya! Apakah transparan? Apakah tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar butuh? Itu baru namanya kritik yang sehat dan berbobot. Tapi kalau dari awal narasinya sengaja dipelintir seolah "Prabowo beramal pribadi pakai uang rakyat", itu bukan kritik, bos. Itu murni penggiringan opini yang licik. Beda pilihan politik itu sah. Nggak suka sama tokoh tertentu itu hak kalian. Tapi jangan sampai kebencian buta bikin kalian memfitnah dan menolak mentah-mentah bantuan yang manfaatnya jelas-jelas ditujukan untuk mengisi perut rakyat! 🇮🇩🐄🔥 #FaktaBicara #StopHoax #BanmasPresiden #SapiKurban #PrabowoSubianto #AkalSehat #LawanFraming #BantuanRakyat #NetizenCerdas #IndonesiaMaju

About