@bang_machel: 1.Tekanan air makin gede makin cepat Setiap turun 10m, tekanan air nambah 1. Jadi di 20m, telinga kamu kena tekanan 3 . Valsalva butuh dorong udara dari paru-paru pakai diafragma. Di kedalaman, paru-paru kamu udah kecompres kecil banget. Udara yang bisa didorong buat Valsalva tinggal dikit. Hasilnya: nggak kuat nembak ke telinga. Frenzel pakai udara cadangan di mulut yang volumenya nggak berubah kena tekanan. Makanya masih bisa dorong sampai 40-60m. 2.Hemat oksigen = tahan lebih lama Valsalva pakai diafragma dan otot perut. Gerakan itu boros oksigen dan bikin CO2 naik, jadi cepat ingin napas. Frenzel cuma gerakin lidah dan pipi. Nggak ngabisin oksigen sama sekali. Di freedive, 1 detik napas lebih lama itu ngaruh banget. 3.Lebih aman buat barotrauma Valsalva yang dipaksa di kedalaman sering bikin pembuluh darah di telinga pecah. Tekanannya nggak terkontrol. Frenzel lebih halus dan terkontrol karena kamu bisa ngatur seberapa keras lidah dorong. Freediver dalam hampir nggak ada yang pakai Valsalva. Jadi kapan kamu mau mulai belajar frenzel ?