Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@viihclipss2: @Izu Master Roll #izumasterroll #izumasterclipfy #clipfyleague
𝙑𝙞𝙞𝙝 𝘾𝙡𝙞𝙥𝙨 🏆
Open In TikTok:
Region: BR
Tuesday 19 May 2026 21:00:00 GMT
436
8
0
0
Music
Download
No Watermark .mp4 (
0.7MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
0.7MB
)
Watermark .mp4 (
0MB
)
Music .mp3
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @viihclipss2, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
*adds to vision board* Featured: 8-Seat Modular Closed Pit in Oatmeal Beige Performance Woven Chenille via @designlovesdetail
💗🫵🏻🫶🏻 #03 #มธหวานเจี๊ยบ
#وماله_لوليله_تهنا_بعيد #الهضبه_عمرو_دياب #اغاني_رومانسية #تصميم_فيديوهات🎶🎤🎬 #كمال_نيهان_حب_اعمى_مسلسل_ترك
01| Aku, Y/N, putri dari kerajaan Weaveterra. Baru saja tiba bersama rombongan. Gaun sutra biru laut menyapu lantai marmer ketika aku melangkah masuk ke aula istana Rucruthia. Senyum tipis tak pernah lepas dari wajahku, meskipun aku tahu tujuan kedatanganku hari ini bukan sekadar kunjungan diplomatik. Aku dijodohkan dengan Pangeran Sunghoon—pewaris tunggal kerajaan Rucruthia. Namanya begitu harum di telinga rakyat. Mereka menyebutnya bijak, penuh wibawa, dan tidak mudah di goyahkan. Orang-orang juga bilang dia jarang sekali tersenyum, lebih sering menyendiri, dan hatinya seperti musim dingin yang panjang. Aku bertemu dengannya pertama kali di ruang perjamuan, di hadapan para bangsawan dan para penasihat kerajaan. Ia berdiri tegap, mengenakan mantel putih dengan hiasan emas di bahunya, sorot matanya dalam dan tajam, seolah menembus siapa pun yang berani menatap terlalu lama. Rambut hitamnya teratur rapi, wajahnya nyaris sempurna. Aku menunduk, memberi hormat. “Yang Mulia Pangeran Sunghoon.” Ia menatapku sebentar, lalu sedikit menunduk. “Putri Y/N dari kerajaan Weaveterra.” Suaranya rendah, tenang, tetapi ada jarak yang jelas. Aku bisa merasakan suasana hatinya. Meskipun ia tampak tenang, ada sesuatu dalam dirinya yang seperti enggan—seakan pernikahan ini adalah beban, bukan takdir yang ia harapkan. Namun, aku tersenyum lembut padanya. “Senang akhirnya bisa bertemu denganmu.” Ia tidak segera menjawab. Beberapa detik hening, sebelum akhirnya ia berkata, “Begitu pun aku.” Hari-hari berlalu setelah pertemuan itu. Aku tinggal sementara di istana Rucruthia, menyesuaikan diri dengan adat dan tata krama mereka. Para dayang dan pelayan selalu menyambutku dengan hormat. Sunghoon tidak banyak bicara padaku. Kami bertemu di ruang makan, kadang kala berjalan bersama di taman istana, tapi ia selalu menjaga jarak. Dia hanya berbicara seperlunya—tentang kerajaan, tentang persiapan pernikahan, tentang hal-hal formal. Suatu malam, saat aku berjalan di taman istana yang dipenuhi mawar putih, aku mendapati Sunghoon duduk sendirian di bawah cahaya bulan. Tangannya memegang sarung pedang, matanya menatap kosong ke arah danau kecil. Aku memberanikan diri mendekat. “Pangeran Sunghoon.” Ia menoleh sebentar, lalu kembali menatap danau kecil. “Kamu tidak perlu terlalu formal, Putri.” Aku tersenyum kecil, lalu duduk di sampingnya. “Bolehkan aku tahu… apa yang sedang Pangeran pikirkan?” Ia diam lama. Angin malam menyapu rambutnya. Akhirnya ia berkata pelan, “Singgasana ini… bukanlah hal yang kuinginkan. Tapi aku tidak punya pilihan. Setelah pernikahan, aku akan menjadi raja. Dan terkadang aku bertanya-tanya… apakah aku bisa menjalani semua ini?” Aku menoleh padanya, merasakan kesepian yang terselubung di balik suara dinginnya. “Sunghoon…” panggilmu tanpa gelar, lembut. Ia menoleh, sedikit terkejut dengan keberanianku. “Kalau kamu merasa sendirian, kamu bisa bicara padaku. Aku mungkin tidak bisa mengubah kewajibanmu atau takdirmu, tapi… aku bisa menemanimu menjalaninya.” Untuk pertama kalinya, aku melihat sesuatu berubah di wajahnya. Sorot matanya melunak, seolah pertahanan yang ia bangun mulai retak. Dan meski bibirnya hanya sedikit bergerak, aku bisa melihat—sebuah senyum samar. ━━━━━━ Hari itu akhirnya tiba. Langit berwarna biru pucat, matahari musim semi menyinari atap-atap istana Rucruthia yang menjulang megah. Seluruh kerajaan sibuk menyambut pesta pernikahan agung—pernikahan antara Putri Y/N dari Weaveterra dan Pangeran Sunghoon dari Rucruthia. Lonceng berdentang, menggema ke seluruh penjuru kota. Jalanan dipenuhi rakyat yang bersorak, bunga-bunga dilemparkan ke udara, kain-kain berwarna emas dan biru digantung di setiap balkon. (lanjutan di komen) #sunghoon #prince #enhypen #enhypenau #sunghoonedit
cerita haru TP Merantau ke Jakarta Demi Keluarga@kontencom_#kontencom #kontencomxsuli#fyp #aaaclan #viral
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy