@hendraa119: 🤗 @MediaAdzimah🥀 #barongankediri #xybca #masukberanda #fyp

henhendraa
henhendraa
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 20 May 2026 01:54:47 GMT
33854
3750
23
503

Music

Download

Comments

nirmala_ajaaa
nirmalaaaaaa :
joss gandosss
2026-05-20 18:25:39
2
anjas333zz
𝖒𝖆𝖘 𝖆𝖓𝖏𝖆𝖘𝖘🫴 :
guagahhh🔥🔥
2026-05-20 10:03:08
0
jokowi.363
𝙎𝙞𝙥𝙖𝙠𝙨 :
josss
2026-05-20 10:03:58
0
zamzz02020
zamzz gagal stecu :
katakataya manttapppp
2026-05-20 15:44:35
0
cime_667
SYADUDA_🀄🐝 :
ora ninggalke Kowe di keadaan apapun adalah janjiku kecuali Dee mencintai wong liyo
2026-05-21 12:22:41
0
rendyleo22
rendyleo22 :
dia sudh menemukan laki " yng dia inginkan🥺
2026-06-14 15:34:14
0
ryansaputra231
Ryan :
info tempat pesen kemul nya mass
2026-05-20 09:33:36
0
bryon_2013
Bryan :
@kempleng @klsinnn
2026-05-20 14:18:49
0
delashntyaa
Dela shntyaa :
@tra
2026-06-13 14:21:07
1
mazpebol
Ֆեբրի || PURBALINGGA📍 :
😊
2026-07-03 08:31:57
0
klsnnnnn
klsnnn. :
@®eiKa_★
2026-05-20 14:34:25
0
pencintalaguold.2019
~ꦥꦸꦠꦿ~🐣 :
🥰🥰🥰
2026-05-28 18:07:58
0
tresno.budoyo226
TRESNO BUDOYO :
@olaaa💮
2026-07-05 06:49:55
1
To see more videos from user @hendraa119, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

​Dalam tradisi tasawuf, kewalian (wilayah) bukanlah sekedar gelar, melainkan sebuah kedudukan spiritual (maqam) yang dicapai melalui konsistensi dalam beribadah dan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs). Para wali adalah mereka yang ​1. Amalan Inti: Kedekatan Melalui Sunnah. ​Sesuai dengan Hadis Qudsi yang masyhur, para wali memulai perjalanannya dengan menyempurnakan hal yang wajib, lalu meningkat kepada hal yang sunnah. - ​Nawafil (Ibadah Tambahan): Mereka sangat menjaga shalat-shalat sunnah (Tahajud, Dhuha, Rawatib) hingga Allah menjadi "pendengaran yang mereka gunakan untuk mendengar dan penglihatan yang mereka gunakan untuk melihat." - ​Dawamul Wudu (Menjaga Wudu): Banyak wali yang menjaga kesucian lahiriah mereka sepanjang waktu sebagai simbol kesucian batin. > ​2. Riyadhah (Latihan Spiritual) dan Mujahadah. ​Para wali melakukan perjuangan melawan hawa nafsu melalui empat pilar utama riyadhah: - ​Qillatut Tha’am (Sedikit Makan): Bukan sekadar lapar, tapi mengonsumsi makanan yang halal dan thoyyib dalam jumlah minimal agar hati tidak keras dan nafsu tetap tunduk. - ​Qillatul Manam (Sedikit Tidur): Menghidupkan malam dengan qiyamul lail. Waktu malam dianggap sebagai saat paling intim untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. - ​Qillatul Kalam (Sedikit Bicara): Menjaga lisan dari perkataan sia-sia. Mereka hanya bicara jika mengandung hikmah atau dzikir. - ​I’tizal / Khalwat (Menyepi): Meluangkan waktu khusus untuk menyendiri dari keramaian manusia guna memfokuskan hati hanya kepada Allah. > ​3. Amalan Hati (Ahwal). ​Bagi para wali, amalan hati lebih utama daripada sekadar gerakan fisik. - ​Dzikir Khafi (Dzikir Tersembunyi): Hati yang selalu bergetar mengingat Allah (Lataif) meskipun lisan sedang diam atau sedang berinteraksi dengan manusia. - ​Ridha: Menerima segala ketentuan Allah (takdir) dengan lapang dada tanpa protes, baik dalam suka maupun duka. - ​Tawakal Total: Tidak menyandarkan nasib kepada makhluk atau usaha sendiri, melainkan sepenuhnya kepada Allah. - ​Mahabbah (Cinta): Melakukan ibadah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, melainkan murni karena cinta dan kerinduan kepada Dzat Allah. > ​4. Akhlak Kepada Makhluk. ​Seorang wali tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menebar manfaat bagi sesama. - ​Khidmah (Pelayanan): Banyak wali dikenal karena kedermawanannya dan kerelaan mereka melayani kaum fakir miskin serta orang-orang yang membutuhkan. - ​Salamatus Sadr (Kebersihan Hati): Tidak memiliki rasa iri, dengki, atau dendam kepada siapa pun. Mereka memandang makhluk dengan pandangan kasih sayang (rahmah). - ​Futuwwah (Kedermawanan Spiritual): Lebih mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri (itsar). > ​5. Menjaga Waktu dan Napas. ​Dalam tasawuf tingkat tinggi, para wali sangat menjaga setiap embusan napas agar tidak terlewat tanpa mengingat Allah. ​"Barang siapa yang waktunya adalah Allah, maka ia bersama Allah." Jadi, amalan para wali bukanlah kumpulan mantra atau kekuatan sakti, melainkan Istiqamah dalam syariat dan ketulusan dalam hakikat. Sebagaimana dikatakan oleh para ulama sufi: "Al-Istiqamatu khairun min alfi karamah" (Istiqamah itu lebih baik dari pada seribu karamah). Wallahualam bissoam🙏 Note: foto hanya pemanis🧡 Jaga terus Iman, Ilmu dan Amal Kita✨ Tetap di Syiar Dalam Gelap👆 #mhakimbawazier #syekhathoillah #syiardalamgelap #waliyullah #sdg " width="135" height="240">
​Dalam tradisi tasawuf, kewalian (wilayah) bukanlah sekedar gelar, melainkan sebuah kedudukan spiritual (maqam) yang dicapai melalui konsistensi dalam beribadah dan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs). Para wali adalah mereka yang "mendekat" kepada Allah melalui jalur cinta (mahabbah) dan kepatuhan yang sempurna. ​Berikut adalah klasifikasi amalan yang menjadi ciri khas kehidupan para kekasih Allah: > ​1. Amalan Inti: Kedekatan Melalui Sunnah. ​Sesuai dengan Hadis Qudsi yang masyhur, para wali memulai perjalanannya dengan menyempurnakan hal yang wajib, lalu meningkat kepada hal yang sunnah. - ​Nawafil (Ibadah Tambahan): Mereka sangat menjaga shalat-shalat sunnah (Tahajud, Dhuha, Rawatib) hingga Allah menjadi "pendengaran yang mereka gunakan untuk mendengar dan penglihatan yang mereka gunakan untuk melihat." - ​Dawamul Wudu (Menjaga Wudu): Banyak wali yang menjaga kesucian lahiriah mereka sepanjang waktu sebagai simbol kesucian batin. > ​2. Riyadhah (Latihan Spiritual) dan Mujahadah. ​Para wali melakukan perjuangan melawan hawa nafsu melalui empat pilar utama riyadhah: - ​Qillatut Tha’am (Sedikit Makan): Bukan sekadar lapar, tapi mengonsumsi makanan yang halal dan thoyyib dalam jumlah minimal agar hati tidak keras dan nafsu tetap tunduk. - ​Qillatul Manam (Sedikit Tidur): Menghidupkan malam dengan qiyamul lail. Waktu malam dianggap sebagai saat paling intim untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta. - ​Qillatul Kalam (Sedikit Bicara): Menjaga lisan dari perkataan sia-sia. Mereka hanya bicara jika mengandung hikmah atau dzikir. - ​I’tizal / Khalwat (Menyepi): Meluangkan waktu khusus untuk menyendiri dari keramaian manusia guna memfokuskan hati hanya kepada Allah. > ​3. Amalan Hati (Ahwal). ​Bagi para wali, amalan hati lebih utama daripada sekadar gerakan fisik. - ​Dzikir Khafi (Dzikir Tersembunyi): Hati yang selalu bergetar mengingat Allah (Lataif) meskipun lisan sedang diam atau sedang berinteraksi dengan manusia. - ​Ridha: Menerima segala ketentuan Allah (takdir) dengan lapang dada tanpa protes, baik dalam suka maupun duka. - ​Tawakal Total: Tidak menyandarkan nasib kepada makhluk atau usaha sendiri, melainkan sepenuhnya kepada Allah. - ​Mahabbah (Cinta): Melakukan ibadah bukan karena takut neraka atau mengharap surga, melainkan murni karena cinta dan kerinduan kepada Dzat Allah. > ​4. Akhlak Kepada Makhluk. ​Seorang wali tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga menebar manfaat bagi sesama. - ​Khidmah (Pelayanan): Banyak wali dikenal karena kedermawanannya dan kerelaan mereka melayani kaum fakir miskin serta orang-orang yang membutuhkan. - ​Salamatus Sadr (Kebersihan Hati): Tidak memiliki rasa iri, dengki, atau dendam kepada siapa pun. Mereka memandang makhluk dengan pandangan kasih sayang (rahmah). - ​Futuwwah (Kedermawanan Spiritual): Lebih mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri (itsar). > ​5. Menjaga Waktu dan Napas. ​Dalam tasawuf tingkat tinggi, para wali sangat menjaga setiap embusan napas agar tidak terlewat tanpa mengingat Allah. ​"Barang siapa yang waktunya adalah Allah, maka ia bersama Allah." Jadi, amalan para wali bukanlah kumpulan mantra atau kekuatan sakti, melainkan Istiqamah dalam syariat dan ketulusan dalam hakikat. Sebagaimana dikatakan oleh para ulama sufi: "Al-Istiqamatu khairun min alfi karamah" (Istiqamah itu lebih baik dari pada seribu karamah). Wallahualam bissoam🙏 Note: foto hanya pemanis🧡 Jaga terus Iman, Ilmu dan Amal Kita✨ Tetap di Syiar Dalam Gelap👆 #mhakimbawazier #syekhathoillah #syiardalamgelap #waliyullah #sdg

About