@melosue0_0: DIOS ESA PARTE XDDDDD #sumeru #GenshinImpact #hoyocreators #genshin #sumerugenshinimpact

Melosue
Melosue
Open In TikTok:
Region: MX
Wednesday 20 May 2026 09:27:21 GMT
353733
66316
510
9550

Music

Download

Comments

nemekiwi
Nemekiwi🥝 :
Yo si estuviera en genshin
2026-05-20 21:15:41
6677
nohitami
nohitami :
Lo diste todo Dori, no te recordaremos.
2026-05-20 15:09:03
14437
fando22333
Fando :
dori usando el 10000% de su poder
2026-05-20 14:53:58
2192
ramiro.ceballos3
Manko :
Se creia que era meta 💔🥀
2026-05-20 23:58:27
1767
el_darmani.exe
El Darmani :
Eres increíble Dori, empezaste de cero y ahí te quedaste
2026-05-20 16:31:45
896
ryukjki
Ryuki :
😭🙏🏻💔
2026-05-21 07:34:11
989
rezero1991
Reze :
ni en lore fue meta xd pobrecita
2026-05-20 09:36:43
4791
micci_7
>pan🍞< :
Le tenía fe
2026-05-20 17:30:13
236
haku.diaz
Haku Diaz :
JAJAJA juraba que la hiba a romper 💔
2026-05-20 20:53:34
717
i97ykm
𓂂 :
lo dio todo y a la vez nada
2026-05-20 19:24:34
137
yuliart5051
ֆʀȶ.ʏʊʟɨǟռǟ ¡♡! :
Yo hasta le hacía porra y quedé 🤡
2026-05-20 23:12:12
42
daniel.jeagerjack
𝐔𝐬𝐡𝐢𝐫𝐨𝐦𝐢𝐲𝐚 𝐃. :
Pobre Dori
2026-05-21 14:43:14
0
zafer...victoria
꧁༒☬ 𝒱𝒾𝒸𝓉𝑜𝓇𝒾𝒶 ☬༒꧂ :
lo intento y eso es lo importante, creo
2026-05-20 19:07:05
51
rei_onizuka
Onizuka :
Yo queriendo ser protagonista por 5 minutos:
2026-05-21 18:29:45
26
ardezy_live
Ardezy :
te perdono por todo genshin
2026-05-20 17:23:03
74
aldodhernandez37
AldoDHernandez37 :
Se que Dori no debe ser muy fuerte, pero es usuaria de una visión
2026-05-20 19:28:14
822
r0botic_sanbron3
𝑺a𝒏𝒃𝒓𝒐𝒏𝒆 (⚙️) :
no esperaba nada de Dori, y aún así me decepcionó
2026-05-22 15:37:59
24
i6mgu
݁ 🐻‍❄️⃝ 𝓝𝖾𝗌𝗌ie :
nunca sentí tanta vergüenza 😭😭
2026-05-20 20:16:01
12
To see more videos from user @melosue0_0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi
Ruang publik kita belakangan ini sangat mudah tersulut oleh judul berita. Ketika narasi "Prabowo sumbang 1.098 sapi kurban pakai APBN" muncul, banyak dari kita yang langsung terpancing amarah, seolah-olah terjadi penyalahgunaan uang rakyat untuk ibadah personal. Mari kita ambil langkah mundur sejenak, turunkan tensi, dan gunakan kacamata yang lebih objektif dan diplomatis. Kita harus mulai membiasakan diri untuk memisahkan dua kapasitas yang melekat pada seorang pemimpin. Ada Prabowo sebagai seorang pribadi, dan ada Prabowo sebagai Kepala Negara. Sebagai individu, beliau tentu menunaikan kewajiban personalnya. Namun, dalam konteks 1.098 sapi ini, yang sedang berjalan adalah program resmi Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden. Ini adalah instrumen negara yang didanai APBN, yang memang diamanatkan untuk didistribusikan ke daerah-daerah, pesantren, ormas, dan masyarakat luas. Tujuannya sangat jelas: memastikan pemerataan perhatian negara, tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi menyentuh lapisan akar rumput di berbagai pelosok. Bantuan ini bukan untuk keluarga Istana, dan bukan pula untuk pesta pejabat. Sebagai warga negara di negara demokrasi, bersikap kritis itu sangat dianjurkan. Bahkan, kita wajib mengawasi jalannya pemerintahan. Namun, sasaran kritiknya harus bergeser pada hal yang substantif. Alih-alih termakan framing yang memelintir niat baik negara, mari kita tanyakan hal yang esensial: Apakah penyaluran sapi Banmas ini transparan? Apakah distribusinya tepat sasaran sampai ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan? Itulah bentuk pengawasan yang sehat dan mencerdaskan. Kita sangat boleh berbeda pandangan politik atau tidak sepakat dengan tokoh tertentu. Itu sah. Tetapi, jangan sampai sentimen dan kebencian membutakan logika kita, hingga kita ikut menolak atau menarasikan buruk sebuah program yang manfaatnya justru kembali secara nyata kepada masyarakat. Jadilah publik yang kritis, objektif, dan berakal sehat. 🇮🇩⚖️ #DemokrasiCerdas #KritikObjektif #BanmasPresiden #FaktaBicara #EdukasiPolitik #PrabowoSubianto #AkalSehat #BantuanRakyat #StopFraming #IndonesiaMaju

About