ngen :
putus dengan seseorang yang pernah kamu anggap rumah,ternyata jauh lebih menyakitkan daripada sekadar kehilangan. karena yang pergi bukan hanya orangnya, tapi juga kebiasaan perhatian dan semua hal kecil yang dulu terasa biasa namun sekarang justru terasa paling dirindukan. kamu terbiasa bercerita padanya tentang hari harimu, tentang hal sepele yang bahkan orang lain mungkin tidak peduli. kamu terbiasa menunggu pesannya menunggu pesannya menunggu kabarnya menunggu sapanya sederhana tapi selalu berhasil menenangkan. lalu tiba' semuanya hilang, seolah semesta memaksamu untuk terbiasa dengan kehampaan. yang paling sulit bukan mengucapkan selamat tinggal, tapi saat harus menerima kenyataan bahwa orang yang dulu selalu ada kini benar benar memilih pergi. kamu mencoba terlihat baik' saja tersenyum seperti tidak terjadi apa apa, padahal setiap malam kamu masih diam diam memikirkan dia masih membuka chat lama, membaca ulang percakapan yang sekarang hanya jadi kenangan. kamu masih berharap mungkin besok dia kembali, mungkin besok semuanya bisa seperti dulu lagi, padahal jauh didalam hati kamu tahu... tidak semua yang hilang akan kembali. kangen setelah putus itu aneh karena kamu merindukan seseorang yang bahkan sudah bukan milikmu lagi, kamu ingin menghubunginya tapi sadar bahwa kamu sudah tidak punya alasan. kamu ingin tau kabarnya tapi takut jika ternyata dia sudah bahagia tanpa kamu, akhirnya kamu hanya bisa diam, memendam semuanya sendiri, membiarkan rindu ini tumbuh tanpa tempat pulang, kadang kamu bertanya pada diri sendiri,kenapa harus dia? kenapa harus seseorang yang akhirnya mengajarkan kehilangan sebesar ini? mungkin karena cinta memang tidak selalu tentang memiliki. kadang cinta datang hanya untuk memberi pelajaran, mengajarkan bahwa tidak semua yang kita perjuangkan akan menetap. ada yang datang hanya untuk singgah, memberi bahagia lalu pergi meninggalkan luka yang butuh waktu lama untuk sembuh, dan pada akhirnya kamu belajar satu hal... bahwa mencintai tidak selalu berarti bersama. kadang bentuk cinta paling tulus adalah merelakan, walau hati masih ingin bertahan, kamu tetap mendoakan dia diam diam.
2026-05-24 07:04:43